Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Fajr Ayat 6

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

Arab-Latin: A lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ād

Terjemah Arti: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

6-8. Tidakkah kamu perhatikan (wahai rasul), bagaimana yang dilakukan oleh Tuhanmu terhadap kaum ‘Ad, Kabilah Iram, pemilik kekuatan dan bangunan yang terjungjung diatas pilar-pilar, Yang bangunan sepertinya belum pernah didirikan di negeri negeri lain,begitu pula dalam hal kebesaran jasmani mereka dan kekuatan tenaga mereka?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6. Apakah kamu -wahai Rasul- tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu memperlakukan kaum 'Ād, umat Nabi Hūd -'alaihissalām-, tatkala mereka mendustakan Rasul mereka?

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

6. Wahai Nabi, apakah kamu belum tahu bagaimana Tuhanmu memperlakukan kaum ‘Ad (yang pertama), yaitu kaum Nabi Hud yang diazab dengan sambaran angin ribut? Apakah akan dibelakukan juga kepada umatmu?

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

6-8. Allah mengabarkan dengan persaksian atas apa yang diturunkan-Nya dari adzab bagi orang-orang yang terdahulu yang musyrik, Allah berkata : Apakah kalian tidak melihat wahai manusia, atas apa yang Allah perbuat terhadap kaum Ad ?. Dan Ad adalah kaum yang tinggal di kota Iram yang memiliki kerajaan dan benteng-benteng (tinggi). Dan Allah jelaskan bahwa kota ini tidak pernah diciptakan di negeri manapun yang semisal dengannya. Ad adalah masyarakat Ar Ramilah yang terletak di Ar Rubu’ Al Khali, antara Hadramaut dan Najran di arah timur Jazirah Arab. Nabi mereka adalah Hud. Syaikh Al Bassam ditanya ketika mengajar di Masjidil Haram pada tanggal 23/2/1418 H; Apa itu Iram yang memiliki bangunan tinggi ? Syaikh menjawab : Ia adalah negara Ad, kaumnya Hud ia terletak di Ar Rubu’ Al Khali yang dekat dengan Hadramaut dan Al Ahqaf itulah yang disebut An Nufud atau Ar Rimal yang menyerupai dengan gunung tinggi yang meliuk-liuk.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

6-14. Allah berfirman, “Apakah kamu tidak memperhatikan,” dengan hati dan pandanganmu, “bagaimana Rabbmu berbuat” terhadap umat-umat yang melampaui batas itu, kaum ‘Ad, “(yaitu) penduduk Iram,” kabilah terkenal di Yaman, angkuh, dan sombong, “yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,” yakni di seluruh negeri-negeri lain dari segi kekuatan dan kekokohan. Sebagaimana dikatakan kepada mereka oelah nabi mereka Hud alaihi salam “Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-A’rof :68)
“Dan kaum tsamud yang memotong batu-batu yang besar di lembah,” yakni di lembah negeri. Dengan kekuatan, mereka memahat batu-batu besar dan dijadikan sebagai tempat tinggal.
“Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),” yakni yang memiliki tentara yang mengokohkan kekuasaannya seperti halnya pasak yang memperkokoh dan apa pun yang dipertahankan. “Yang berbuat sewenang-wenang dalam negerinya.” Sifat ini kembali pada kaum ‘Ad, Tsamud, Fir’aun, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Mereka berlaku melampaui batas di atas bumi Allah dan menyiksa hamba-hamba Allah dalam agama dan dunia mereka. Karena itu Allah berfirman, “Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,” yaitu dengan melakukan kekufuran dan berbagai cabangnya dari berbagai jenis kemaksiatan, serta berusaha memerangi para Rasul dan menghalangi manusia dari jalan Allah.
Ketika mereka telah mencapai puncak pembangkangan yang mengharuskan mereka binasa, Allah menimpakan siksa dan mengirimkan cambuk siksaNya. “Sesungguhnya Rabbmu benar-benar mengawasi,” bagi siapa pun yang mendurhakaiNya. Allah sedikit memberinya tangguhan, dan setelah itu akan menyiksanya dengan siksaan Dzat yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana tuhanmu memperlakukan kaum 'Ad ? , kaum 'Ad adalah suku masyarakat dari anak-anak Adam yang datang setelah masa Nabi Nuh - عليه السلام - dan Nabi mereka adalah Hud - عليه السلام - , mereka bermukim di sebelah timur semenanjung Arab di tanah Ahqaf, yaitu daerah perkebunan, daerah yang memiliki kualitas tanah dan udara yang baik, pada wilayah ini banyak kebaikan yang Allah karuniakan kepada penduduknya, serta tubuh-tubuh penduduk wilayah ini sangat kuat, Allah ﷻ berfirman tentang mereka : { إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً } ( Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). ) [ Al-A'raf : 69 ] , tubuh mereka kuat dan besar, dan diantara anak Adam mereka lah yang paling kuat dan paling tinggi badannya, sampai ketika Nabi Hud - عليه السلام - menyampaikan peringatan kepada mereka, mereka pun berkata : { وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً } mereka berkata dengan maksud menentang : "siapakah yang lebih kuat dari kami ? " , tidak ada rasa takut yang kami simpan, kami adalah orang-orang yang paling kuat, kemudian Allah ﷻ berfirman : { أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ } ( Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. ) , lalu dengan apa Allah membinasakan mereka ? Allah membinasakan mereka dengan sesuatu yang paling lembut, yaitu angin, Allah ﷻ berfirman : { فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَىٰ ۖ وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ } ( Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. ) [ Fussilat : 15, 16 ] , kemana kekuatan mereka ketika angin itu datang ? angin itu mengangkat mereka dari bumi dan menghampaskan mereka dengan sangat kuat, kekuatan yang mereka miliki sama sekali tidak dapat membantu dari terpaan angin itu, kekuatan yang mereka gunakan untuk menentang Nabi Allah tidak dapat menyelamatkan mereka sendiri, akan tetapi jikalau saja kekuatan itu dipakai untuk ketaatan kepada Allah ﷻ kekuatan itu akan sangat bermanfaat bagi mereka.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dengan hati dan penglihatanmu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Tidakkah engkau, wahai rasul dan kaum musyrik, memperhatikan dan merenungkan dengan pikiran jernih bagaimana tuhanmu berbuat terhadap kaum 'ad' Allah mengazab mereka karena telah berbuat durhaka, meski mereka memiliki kekuatan yang luar biasa. 7. Allah hancurkan kaum 'ad, yaitu penduduk kota iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi dan bentuk fisik yang kuat.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Fajr Ayat 7 Arab-Latin, Surat Al-Fajr Ayat 8 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Fajr Ayat 9, Terjemahan Tafsir Surat Al-Fajr Ayat 10, Isi Kandungan Surat Al-Fajr Ayat 11, Makna Surat Al-Fajr Ayat 12

Category: Surat Al-Fajr

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!