Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Fajr Ayat 4

وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ

Arab-Latin: Wal-laili iżā yasr

Terjemah Arti: Dan malam bila berlalu.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-5. Allah bersumpah dengan waktu fajar, Juga dengan 10 malam pertama bulan dzulhijjah dan apa yang dengannya ia dimuliakan, Juga dengan segala apa yang genap dan ganjil, Dan dengan malam bila ia hadir dengan kegelapannya, Tidakkah sumpah sumpah diatas mengandung nasihat yang cukup bagi pemilik akal?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4. Dan bersumpah dengan malam jika telah tiba, berlanjut dan menghilang. Jawaban dari sumpah-sumpah tersebut adalah: kalian akan dibalas atas perbuatan kalian.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

3-4. Demi bilangan genap dan ganjil dari segala sesuatu. Demi malam apabila telah lenyap. Dan jawaban dari sumpah ini ditiadakan atau muqaddar dikira-kirakan: Maka orang-orang kafir akan benar-benar diazab.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

1-4. Allah memulai dalam surat ini dengan sumpah, dimana Allah bersumpah dengan waktu fajar yang terang sinarnya. Allah juga bersumpah dengan waktu malam yang ke sepuluh dzulhijjah. Allah bersumpah dengan bilangan genap dan ganjil pada segala sesuatu. Allah bersumpah dengan malam yang telah pergi (berlalu) kegelapannya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-5. Zahirnya, apa yang disumpahkan itulah yang menjadi obyek sumpah. Hal ini boleh dan lazim digunakan bila obyek sumpah berupa sesuatu yang zahir dan penting. Dan seperti itu juga dalam ayat ini.
Allah bersumpah dengan waktu fajar, yaitu penghujung malam dan permulaan siang. Karena di waktu akhir malam dan permulaan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang mengatur seluruh hal, yang menunjukkan kekuasaanNya yang sempurna. Dialah yang mengatur seluruh hal, yang hanya kepadaNya-lah ibadah layak ditunaikan. Di saat fajar, terdapat shalat utama lagi diagungkan yang baik untuk dijadikan sebagai obyek sumpah oleh Allah. Karena itu, setelahnya Allah bersumpah dengan sepuluh malam yang menurut pendapat yang benar adalah sepuluh malam di bulan Ramadhan atau sepuluh hari di bulan Dzulhijjah. Karena malam-malam tersebut mencakup hari-hari mulia, yang di dalamnya berlaku berbagai macam ibadah dan dan pendekatan diri yang tidak terdapat pada waktu lain.
Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan terdapat malam lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan dan pada siang harinya terdapat puasa di akhir akhir bulan Ramadhan yang merupakan salah satu rukun Islam yang agung.
Pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah terdapat wuquf di Arafah yang pada saat itu Allah memberikan ampunan kepada para hambaNya yang membuat setan sedih. Setan tidak terlihat lebih hina dan kalah melebihi kehinaan dan kekalahannya di hari Arafah karena banyaknya malaikat dan rahmat yang turun dari Allah untuk para hambaNya. Pada hari itu, kebanyakan kegiatan haji dan umrah dilakukan. Semua itu adalah hal-hal agung yang berhak dijadikan sumpah oleh Allah.
“Dan demi malam bila berlalu,” yakni saat berlalu dan menurunkan kegelapannya atas manusia sehingga mereka menjadi tenang, nyaman, dan tentram sebagai rahmat dan hikmah dari Allah. “Pada yang demikian itu,” yang disebutkan sebelumnya, “terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal,” yakni untuk orang yang berakal sehat. Ya, sebagian dari hal itu cukup bagi orang-orang yang memiliki akal atau mendengar sebagai yang menyaksikan.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Di sumpah yang ke empat ini Allah ﷻ bersumpah dengan malam, malam yang mengandung banyak ibroh dan pelajaran ini memiliki peran penting dalam kehidupan didunia, dan apabila malam telah berlalu dunia akan menjadi gelap dan sirnalah cahaya siang hari, ini semua adalah merupaka ayat-ayat Allah ﷻ yang sangat agung, malam menutupi segala sesuatu, menutupi gunung-gunung dengan gelapnya, dan pada malam hari juga waktu untuk makhluk dibumi beristirahat.

Dan jika seandainya Allah ﷻ menjadikan semua waktu di bumi ini adalah siang, maka manusia selruhnya akan merasa sakit dan mengeluh, begitupun sebaliknya jika seandainya semua waktu di bumi ini adalah malam, manusia akan sengsara dan kesakitan, oleh karena itu Allah ﷻ menjadikan di bumi ini adanya pergantian waktu antara siang dan malam, agar hamba-Nya dapat beristirahat di malam hari dan dapat mencari kehidupan di siang harinya, Allah ﷻ berfirman : { قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ , قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ } ( Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" , Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” ) [ Al-Qashash : 71 - 72 ] , malam adalah bagi dari ayat-ayat Allah ﷻ al,kauniyah , { وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ } ( Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. ) [ Fussilat : 37 ]

Dan orang-orang terdahulu sangat menikmati malam yang panjang pada musim panas, mereka menghidupkan malam-malam itu dengan mendirikan shalat tahajjud, mereka juga memperbanyak pada malam itu bacaan Al-Qur'an, mereka tidur di awal malam, kemudian bangun di akhir malam, hal ini sangat berharga bagi mereka, mengidupkan malam dengan shalat lail adalah satu hal yang paling berharga bagi orang-orang beriman terdahulu.

Waktu malam memberikan manfaat yang besar bagi siapa yang dapat menghidupakan waktu itu dengan amalan shalih.

{ إذا يسر } Penulisan yang sebenarnya adalah : يسري , dengan tambahan huruf الياء diakhir kata, kemudian huruf itu dihapus dan menjadi : يَسْر , hal untuk penyesuaian pembatas antara satu ayat dengan ayat lainnya : { وَالْفَجْرِ , وَلَيَالٍ عَشْرٍ , وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ , وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ } , dan makna يسري dengan tambahan huruf الياء adalah : berlalu dan habis, dan waktu malam itu tidak pernah tetap, melainkan pasti akan berlalu dan habis, hal ini merupakan ayat Allah yang sangat mulia dan merupakan nikmat yang sangat berharga bagi hamba-Nya.

Sumpah Allah yang empat diatas adalah mengisyaratkan betapa kuasanya Allah, juga menjelaskan bahwa sesuatu apapun yang Allah bersumpah dengannya adalah makhluk Allah yang terdapat didalamnya pelajaran dan nasehat penting bagi manusia, yaitu ayat-ayat Allah yang wajib bagi setiap hamba untuk mentadabburi maknanya, adalah suatu amalan yang sangat beharga disisi Allah ﷻ tatkala sesseorang membaca Ayat-ayat Allah dalam AL-Qur'an yang merupakan ayat-ayat sumpah agar setiap muslim memikirkan dan memahami maknanya dengan baik sesuatu yang Allah ﷻ bersumpah dengannya.

Dalam adat kaidah bahasa arab jika terdapat Ayat sumpah dalam Al-qur'an, maka dari sumpah itu akan ada jawaban dari sumpah itu sendiri, akan tetapi untuk sumpah-sumpah yang telah disebutkan dalam surah ini tidak ditemukan jawaban yang jelas .

Maka sebagian ulama mengatakan : bahwa jawabannya adalah ayat sumpah itu sendiri, yakni sumpah-sumpah yang telah disebutkan adalah sebagi jawaban juga untuk sumpah-sumpah tersebut, dan berkata yang lainnya : bahwa jawaban dari sumpah itu pada akhir surah, dan lainnya lagi berkata : bahwa jawabannya adalah ayat 14 dalam surah ini : { إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ } , itulah perkataan-perkataan ulama tentang jawaban sumpah yang telah Allah ﷻ sebutkan dalam surah ini.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Allah Ta'ala berfirman: وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ " dan malam bila berlalu." Allah bersumpah dengan malam apabila belalu, yang dimaksud berlalu disini adalah berjalan di malam hari. Malam hari ini berjalan dari mulai maghrib dan berakhir hingga terbit fajar, ia akan terus berjalan tidak akan berhenti, akan terus belalu, Allah bersumpah dengannya karena pada waktu-waktu tersebut terdapat ibadah-ibadah seperti shalat maghrib, isya, qiyamullail, witir dan ibadah lainnya, dan juga dikarenakan waktu malam adalah momen besar yaitu Allah 'Azza Wa Jalla turun ke langit dunia saat tersisa sepertiga akhir malam, Allah berfirman: مَنْ يَسْأَلْنِي فَأُعْطِيَهُ, مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ فَأَغْفِرَ لَه "Siapa saja yang meminta kepadaku maka akan kuberi, siapa saja yang berdoa kepadaku maka akan aku kabulkan, siapa saja yang memohon ampunan kepada-Ku maka aku ampuni"(1) berdasarkan hadits ini kita katakana bahwa seprtiga malam terakhir adalah waktu dikabulkannya doa, maka hendaknya seorang insan mengambil kesempatan tersebut, maka ia berdiri shalat untuk Allah 'Azza Wa Jalla dan bertahajjud dan berdoa kepada Allah subhaanahu wa Ta'ala dengan yang ia kehendaki berupa kebaikan dunia dan akhirat, mudah-mudahan ia bertepatan dengan waktu terkabulnya doa dan itu bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.

(1) Dikeluarkan Bukhari (1145) dan Muslim (758) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Dengan membawa kegelapannya kepada hamba-hamba-Nya, sehingga mereka dapat beristirahat sebagai rahmat Allah Ta’ala dan hikmah-Nya.

Jawab atau isi sumpahnya menurut penyusun tafsir Al Jalaalain adalah, bahwa kamu wahai orang-orang kafir akan diazab. Tampaknya, penyusun tafsir Al Jalaalain melihat beberapa ayat setelahnya yang menerangkan tentang kebinasaan orang-orang kafir. Menurut Syaikh As Sa’diy, bahwa yang dipakai sumpah dengan isi sumpahnya adalah adalah sama. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan fajar yang merupakan penutup malam dan permulaan siang karena pada pergantian malam dengan siang terdapat ayat-ayat yang menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah Ta’ala, dan bahwa Dia saja yang sendiri mengatur semua urusan, dimana tidak ada yang pantas ditujukan ibadah kecuali kepada-Nya. Di samping itu, pada waktu fajar terdapat shalat yang utama dan mulia sehingga sangat tepat jika Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengannya. Oleh karena itulah, setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan malam yang sepuluh, yaitu malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan menurut pendapat yang shahih, atau malam sepuluh pertama bulan Dzulhijjah, karena malam-malam tersebut adalah malam yang mulia yang banyak dilakukan ibadah tidak seperti pada malam-malam yang lain. Selain itu, pada malam yang sepuluh akhir bulan Ramadhan terdapat Lailatulqadr yang lebih baik dari seribu bulan, sedangkan di siangnya terdapat puasa Ramadhan yang merupakan salah satu rukun Islam. Sedangkan pada siang hari dari sepuluh Dzulhijjah terdapat wuquf di ‘Arafah (9 Dzulhijjah), dimana pada hari itu Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengampuni hamba-hamba-Nya dengan ampunan yang membuat setan bersedih, bahkan setan tidak pernah terlihat lebih hina dan lebih rendah daripada hari ‘Arafah karena mereka melihat para malaikat dan rahmat turun dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada hamba-hamba-Nya, dan karena pada hari-hari itu terdapat amalan haji dan umrah. Dengan demikian, semua itu merupakan perkara yang agung dan pantas jika Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengannya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan lebih utama daripada malam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sedangkan siang hari 10 pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dari siang hari sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Dengan perincian ini kesamaran akan hilang. Yang menunjukkan demikian adalah karena malam 10 terakhir bulan Ramadhan memiliki kelebihan dengan lailatul qadrnya, di mana hal itu terjadi di malam hari, sedangkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki kelebihan di siang harinya, karena terdapat hari nahr, hari 'Arafah dan hari tarwiyah (8 Dzulhijjah)."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلىَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ - يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ - قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ "وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini –yakni sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)- para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fii sabiilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fii sabiilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa-raga dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi.” (HR. Bukhari)

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


1-4. Demi fajar, yaitu awal mula terangnya bumi setelah kegelapan malam sirna. Pada waktu ini manusia memulai aktivitasnya. Di balik kemunculan fajar itu pasti ada zat yang mahaperkasa. Demi malam yang sepuluh, yaitu sepuluh hari pertama bulan zulhijah. Mereka yang beramal saleh pada hari-hari tersebut akan mendapat pahala yang sangat agung. Demi yang genap dan yang ganjil dari semua hal. Bisa juga dipahami bahwa yang genap itu adalah makhluk Allah, sedangkan yang ganjil adalah Allah. Dia maha esa dan tanpa bandingan. Allah tidak membutuhkan apa dan siapa pun, sedang makhluk sangat bergantung pada yang lain. Demi malam apabila berlalu dan digantikan siang. 5. Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima bagi orang-orang yang berakal' bagi mereka sumpah-sumpah tersebut sangat menggugah. Mereka tergugah untuk memikirkannya secara mendalam karena sumpah itu menunjukkan kekuasaan Allah dan anugerah-Nya yang besar bagi manusia.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Fajr Ayat 5 Arab-Latin, Surat Al-Fajr Ayat 6 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Fajr Ayat 7, Terjemahan Tafsir Surat Al-Fajr Ayat 8, Isi Kandungan Surat Al-Fajr Ayat 9, Makna Surat Al-Fajr Ayat 10

Category: Surat Al-Fajr

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!