Surat Al-Ghasyiyah Ayat 25

ุฅูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุงู“ ุฅููŠูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’

Arab-Latin: Inna ilainฤ iyฤbahum

Artinya: Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

ยซ Al-Ghasyiyah 24 โœต Al-Ghasyiyah 26 ยป

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Berkaitan Dengan Surat Al-Ghasyiyah Ayat 25

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ghasyiyah Ayat 25 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah berharga dari ayat ini. Terdapat pelbagai penjabaran dari beragam mufassirin terhadap kandungan surat Al-Ghasyiyah ayat 25, misalnya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

25-26. Sesungguhnya hanya kepada Kami lah tempat kembali mereka sesudah mati, kemudian tanggungan Kami lah pembalasan atas apa yang mereka kerjakan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

25-26. Dan karena Nabi tidak dibebani untuk memaksa mereka menerima peringatan, maka Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka ketika mereka telah kembali kepada Kami di akhirat. Siksaan mereka mungkin saja akan tertunda, namun itu bukanlah kelalaian Kami atau keselamatan mereka dari siksaan. Allah-lah yang akan memberi perhitungan bagi mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

25. Sesungguhnya hanya kepada Kami semata mereka kembali setelah kematian.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

25. ุฅูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุข ุฅููŠูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’ (Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka)
Yakni setelah kematian.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

25-26. Sesungguhnya, setelah mereka mati, hanya kepada Kami-lah tempat mereka kembali. Kami yang berkuasa memberi balasan atas amal mereka di padang Mahsyar. Kami akan membalas segala perbuatan mereka di dunia


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-โ€˜Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali} kembalinya mereka setelah mati


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

25-26. โ€œSesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali,โ€ yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. โ€œKemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka,โ€ atas kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan.
Segala puji bagi Allah semata, Rabb semesta alam.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 17-26
Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya untuk memperhatikan makhluk-makhlukNya yang menunjukkan atas kekuasaan dan kebesaranNya (Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? (17)) karena sesungguhnya unta itu makhluk yang menakjubkan dan bentuknya aneh. ia sangat kuat dan keras, tetapi sekalipun demikian ia jinak untuk mengangkut barang berat dan tunduk pada pengendali yang lemah. Dapat dimakan, dan bulunya dapat dimanfaatkan, dan air susunya dapat diminum. Mereka diingatkan dengan itu, karena kebanyakan orang-orang Arab memakai unta sebagai hewan kendaraan mereka.
(Dan langit, bagaimana ditinggikan?) yaitu bagaimana Allah SWT meninggikannya dari bumi dengan ketinggian yang besar" sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? (6)) (Surah Qaf)
(Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? (19)) yaitu dijadikan tegak dan berdiri kokoh untuk pemancang agar bumi tidak mengguncangkan para penghuninya, kemudian Allah SWT menjadikan padanya banyak manfaat dan bahan-bahan mineral yang terkandung di dalamnya. (Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (20)) yaitu bagaimana dihamparkan, digelarkan, dan dijadikan sebagai tempat yang layak untuk dihuni. dan seorang Badui dengan kecerdikan akalnya dapat menyimpulkan melalui pemandangan yang disaksikan mata kepalanya sendiri, yaitu unta yang dia kendarai, langit yang ada di atas kepalanya, gunung-gunung yang ada di hadapannya, dan bumi yang ada di bawahnya itu berkat kekuasaan Penciptanya, yaitu Dialah Tuhan yang Maha Besar, yang Maha Pencipta, yang Merajai, dan yang Maha Mengatur, dan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.
Firman Allah SWT: (Maka berilah peringatan. karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21) Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (22)) yaitu berilah peringatan, wahai Muhammad kepada manusia dengan apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya kepada mereka (sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka) (Surah Ar-Ra'd: 40) Oleh karena itu Allah berfirman (Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (22)) Ibnu Abbas, Mujahid dan selain keduanya berkata,โ€Kamu bukanlah orang yang bisa memaksa merekaโ€ yaitu kamu bukan orang yang dapat menciptakan keimanan dalam hati mereka.
Ibnu Zaid berkata bahwa maknanya adalah kamu bukan seorang yang dapat memaksakan mereka untuk beriman.
Diriwayatkan dari Jabir, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,โ€Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mau mengucapkan, "Tidak ada Tuhan selain Allahโ€ Maka apabila mereka mau mengucapkannya, maka mereka memelihara darah dan harta mereka dariku, kecuali berdasarkan alasan yang hak, sedangkan perhitungan mereka ada pada Allah SWT, kemudian Rasulullah SAW membaca firmanNya: (Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21) Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (22))
Firman Allah SWT: (tetapi orang yang berpaling dan kafir (23)) yaitu berpaling dari mengamalkan rukun-rukunnya; kafir hatinya dan lisannya terhadap kebenaran. Ini sebagaimana firmanNya: (Dia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan shalat (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran) (32)) (Surah Al-Qiyamah) Oleh karena itu Allah berfirman: (maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar (24))
Firman Allah: (Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka (25)) yaitu kembali dan berpulangnya mereka (kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka. (26)) yaitu, Kami akan melakukan perhitungan terhadap amal perbuatan mereka, dan Kami akan membalas mereka, jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan.


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Kepada kami lah mereka akan kembali pada hari kiamat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

oleh karenanya Allah berfirman setelahnya: ุฅูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅููŠูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’ " Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka," Maknanya: kepulangan mereka, kembali kepada Allah, bagaimanapun ia berlari, maka sungguh dia pasti akan kembali kepada Rabbnya 'Azza Wa Jalla, Andai kehidupannya panjang kembali kepada Allah, oleh karenanya Allah Ta'ala berfirman: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ูƒูŽุงุฏูุญูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูƒูŽุฏู’ุญู‹ุง ููŽู…ูู„ูŽุงู‚ููŠู‡ู " Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya."(QS. Al-Insyiqaq: 6)
Maka persiapkan wahai saudaraku untuk pertemuan itu, karena anda akan menemui Rabbmu, Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุณูŽูŠููƒูŽู„ู‘ูู…ูู‡ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ ุชูุฑู’ุฌูŽู…ูŽุงู†ู "Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali pasti Rabbnya akan berbicara dengannya, tidak ada perantara di antara keduanya" Secara langsung tanpa ada perantara, yang Allah berbicara dengannya pada hari kiamat, ููŽูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฃูŽูŠู’ู…ูŽู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฃูŽุดู’ุฃูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ุชูู„ู’ู‚ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ูุŒ ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุจูุดูŽู‚ู‘ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑูŽ " Ia melihat ke sebelah kanannya, ia tidak melihat kecuali yang telah ia perbuat, lalu ia melihat ke sebelah kirinya, ia pun tidak melihat keculai yang telah ia perbuat, lalu ia melihat kecuali neraka ada di hadapannya, maka takutilah neraka walau pun sekedar sepotong kurma"(1)
Setiap kita akan berdua-duaan dengan Rabbnya 'Azza Wa Jalla pada hari kiamat, dan menetapkan dosa-dosanya, Allah befirman: Engkau telah berbuat ini pada hari ini, sampai ia pun mentapkan dan mengakuinya, ketika ia berikrar dan mengakuinya, Allah Ta'ala berfirman: ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽุชูŽุฑู’ุชูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุบู’ููุฑูู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ "Sungguh telah aku tutupi atas mu di dunia dan aku mengampuninya untukmu pada hari ini"(2)
Betapa banyak dosa yang Allah 'Azza Wa Jalla tutupi, betapa banyak dosa yang kita lakukan yang tidak diketahi oleh siapa pun tetapi Allah mengetahuinya, sikap kita terhadap dosa-dosa tersebut adalah kita memohon ampunan kepada Allah 'Azza Wa Jalla, dan kita memperbanyak amal-amal saleh yang dapat menghapus dosa-dosa sehingga kita bertemu Allah 'Azza Wa Jalla dalam keadaan memperoleh ridha-Nya subhaanahu Wa Ta'ala.
(1) Dikeluarkan Bukhari (1413) dan Muslim (1016) dari hadits Adi Bin Hatim radhiyallaahu 'anhu.
(2) Dikeluarkan Bukhari (2441) dan Muslim (2768) dari hadits Abdullah Bin Umar radhiyallaahu 'anhuma.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Ghasyiyah ayat 25: 25-26. Kemudian Allah tutup surat ini dengan penjelasan bahwa tempat kembali mereka (hamba) pada hari kiamat adalah hanya kepada Allah saja. Dan penolakan mereka, hanya Allah saja yang akan menghisabnya dan menghukumnya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah mereka mati.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ghasyiyah Ayat 25

Engkau tidak bisa memaksa manusia untuk beriman. Janganlah bersedih atas keingkaran mereka. Sungguh, setelah mereka mati, hanya kepada kamilah mereka kembali. Kamilah yang akan membalas dan menentukan nasib mereka di akhirat nanti. 26. Kemudian, sesungguhnya kamilah pula yang akan membuat perhitungan atas mereka. Kami akan memberi mereka balasan sesuai tingkat kedurhakaan mereka supaya mereka tahu bahwa kehidupan ini bukan untuk bermain-main, melainkan harus dijalani dengan serius dan bertanggung jawab.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penjelasan dari banyak mufassir mengenai kandungan dan arti surat Al-Ghasyiyah ayat 25 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk ummat. Dukunglah syi'ar kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Banyak Dilihat

Baca ratusan halaman yang banyak dilihat, seperti surat/ayat: At-Thalaq, Ali ‘Imran 97, Al-Isra 25, Al-Qamar 49, Al-Ma’idah 8, Al-Jin. Juga Ad-Dukhan, Al-Baqarah 43, Tentang Al-Quran, Al-Hadid 20, Ali ‘Imran 139, Al-Baqarah 45.

  1. At-Thalaq
  2. Ali ‘Imran 97
  3. Al-Isra 25
  4. Al-Qamar 49
  5. Al-Ma’idah 8
  6. Al-Jin
  7. Ad-Dukhan
  8. Al-Baqarah 43
  9. Tentang Al-Quran
  10. Al-Hadid 20
  11. Ali ‘Imran 139
  12. Al-Baqarah 45

Pencarian: ...

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.