Surat Al-Ghasyiyah Ayat 20

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

Tafsir Al-Mukhtashar

20. Dan tidakkah mereka memperhatikan bagaimana bumi itu dihamparkan, dan dijadikan tempat yang tepat untuk manusia tinggal di dalamnya ?! ketika manusia diarahkan untuk melihat kepada kekuasaan Allah dan rasul-Nya, maka Allah berfirman;

Tafsir Al-Muyassar

Dan kepada bumi,bagaimana ia dibentangkan dan dihamparkan?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَإِلَى الْأَرْضِ } Dan kepada bumi { كَيْفَ سُطِحَتْ } bagaimana ia di hamparkan dan diluaskan untuk kemaslahan ummat manusia, Allah ﷻ berfirman : { وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ } ( Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata ) [ Qaf : 7 ] , bumi dijadikan sebagai tempat tinggal bagi manusia, juga sebagai ladang bagi mereka untuk bercocok tanam, dibumi ini mereka menanam berbagai macam sayuran dan buah-buahan serta biji-bijian, dan dibumi pula Allah ﷻ menitipkan kepada manusia begitu banyak mineral tambang, ada ada yang cair dan ada pula yang padat, semua itu hanya untuk kemaslahatan ummat manusia, dari bumi ini kita dapat mengambil berbagai macam pelajaran yang bermanfaat, Allah ﷻ berfirman : { وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ } ( Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin ) [ Az Zariyat : 20 ] .

Lalu apakah semua ayat-ayat kauniyah yang telah disebutkan sebelumnya muncul di alam semesta ini tanpa ada yang menciptakannya, dan tanpa ada yang mengaturnya ?

Jawabannya adalah : semua yang telah disebutkan dalam surah ini ada yang menciptakannya, dialah Allah ﷻ yang mewujudkan semua makhluk di alam semesta ini, dan dia juga lah yang mengaturnya, hal ini mengisyaratkan akan keagungan dan kekuasaan Allah ﷻ, pada ayat-ayat kauniyah itu ada pelajaran dan nasehat yang sangat bermanfaat bagi manusia .

Dalam surah ini Allah ﷻ menyebutkan langit, dan menyebutkan bumi, dan di surah lain Dia ﷻ menyebutkan bintang, matahari, bulan, semua itu adalah makhluk ciptaan Allah ﷻ .

Para pemandu kebodohan hari ini, para pemerhati alam dan lingkungan, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang tidak percaya adanya langit yang tujuh lapis itu, mereka tidak meyakini adanya ciptaan yang besar itu, mereka hanya memahami adanya tata surya yang pusatnya adalah matahari, dan bintang-bintang dan planet-planet berputar mengitarinya, dan hal ini menyalahi Al-Qur'an, karena sesunguhnya matahari adalah bagian dari bintang-bintang yang berputar di ruang angkasa, dan bintang-bintang serta planet-planet lainnya berpusat ke bumi dan berputar pada orbitnya masing-masing, dan bumi adalah pusat tata surya itu yang sesungguhnya, Allah ﷻ menyebut bumi dalam AL-Qur'an, dan juga langit, dan Allah ﷻ juga menyebut bintang-bintang, semua itu memiliki keostimewaannya masing-masing, dan itu tertulis dalam Al-Qur'an yang merupakan perkataan sang pencipta alam semesta ﷻ, maka siapakah yang mesti kita percaya ? , apakah perkataan orang-orang bodoh itu atau perkataan Tuhan pencipta alam semesta ?!

Muncul perkara lain yang dipermasalhkan oleh sebagian orang, mereka mengatakan : bahwasanya bumi itu bulat, dan bahwasanya bintang-bintang yang ada di ruang angkas itu berpusat ke bumi, begitupun dengan matahari, bulan, dan planet-planet lainnya, semuanya berpusat ke bumi, sedangkan di ayat ini dikatakan : { وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ } ( Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? ) , maka difahami bahwa apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan makna ayat ini, dan kita dapat menyimpulkan bahwa bumi itu datar, bahkan dengan ukuran bumi ini yang sangat besar dan luas kita tidak dapat merasakan bahwa bumi ini bulat, semua ini terjadi atas kuasa Allah ﷻ .

Sungguh penciptaan langit dan bumi beserta bintang-bintang yang ada disekitarnya adalah merupakan bukti dan dalil akan kuasa Allah ﷻ sang pencipta alam semesta .

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Tafsir Hidayatul Insan

Sehingga dengan keadaannya yang bulat dapat ditempati manusia, digarap tanahnya dan dibuatkan bangunan di atasnya serta dilalui jalan-jalannya untuk mencapai suatu tempat yang mereka tuju. Dari sana seharusnya mereka mengetahui akan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan keesaan-Nya. Menurut penyusun tafsir Al Jalaalain, didahulukan ‘unta’ dari yang lainnya, karena unta lebih sering mereka gunakan daripada selainnya (sehingga mudah diperhatikan).

Tafsir Kemenag

Dan tidakkah mereka memperhatikan bumi, bagaimana dihamparkan' di bumi itu manusia tinggal, beraktivitas, bercocok tanam, dan sebagainya. Di bumi Allah menciptakan beraneka flora, fauna, sungai, sumber air, dan lain sebagainya untuk kepentingan makhluk hidup. 21. Semestinya dengan memperhatikan fenomena-fenomena itu manusia bersedia mengabdi kepada Allah. Allah meminta nabi untuk terus berdakwah meski banyak manusia yang ingkar. Maka berilah peringatan kepada mereka yang tetap ingkar meski bukti-bukti tentang kekuasaan Allah mereka saksikan setiap hari. Ingatkanlah mereka karena sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018

Al Ghasyiyah Ayat 20 Surat Al Ghasyiyah Ayat 20