Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Buruj Ayat 22

فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ

Arab-Latin: Fī lauḥim maḥfụẓ

Terjemah Arti: Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

17-22. Apakah kamu sudah mendengar (wahai rasul), kabar orang orang kafir yang mendustakan nabi nabi mereka? Yaitu Fir’aun dan Tsamud dan azab serta hukuman yang menimpa mereka,tetapi mereka tidak mengambil pelajaran darinya, Sebaliknya orang orang kafir itu selalu dalam pendustaan secara berkesinambungan, seperti itulah orang-orang sebelum mereka. Allah meliputi mereka secara pengetahuan dan kekuasaan, tidak ada yang samar bagiNYA dari amal perbuatan mereka sedikitpun. Dan al-Qur’an bukan sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang musyrik bahwa ia adalah syair dan sihir, lalu mereka mendustakannya, sebaliknya ia adalah al-qur’an yang agung lagi mulia, Di lauhil mahfuzh, tidak tersentuh perubahan dan penyelewengan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

22. Tersimpan dalam Lauḥ Maḥfuẓ yang terjaga dari perubahan, pendistorsian, pengurangan maupun penambahan.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

22. فِى لَوْحٍ مَّحْفُوظٍۭ (yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh)
Yakni tercantum dalam lauhul mahfuzh, yaitu kitab utama yang terjaga di sisi Allah dari setan-setan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

22. Yang tertulis dalam Lauh yang terjaga dari setan, bersih dari penambahan atau pengurangan. Tempat Alquran yaitu Lauhul Mahfudh.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

21-22. Kemudian Allah tutup surat ini dengan penjelasan atas mereka yang mendustakan Al Qur’an, (padahal ia) terjaga dari perubahan, dan tertulis di Lauh Al Mahfudz dan sebagai ummul kitab di sisi Allah. Allah menafikan apa yang mereka tuduhkan kepada Al Qur’an, mereka katakan : Al Qur’an adalah syair dan ia adalah dongeng-dongeng belaka.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Ayat 21-22
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Qur’an yang mulia,” yakni, luas dan agung maknanya dan banyak kebaikan serta ilmunya, “yang tersimpan dalam Lauhul Mahfudz,” yang terjaga dari perubahan, penambahan, dan pengurangan dan terpelihara dari setan. Itulah Lauhul Mahfudz tempat Allah menegaskan sesuatu. Hal ini menunjukkan kemuliaan, kekuatan, dan tingginya derajat al-Qur’an di sisi Allah.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Al-Qur'an yang agung dan mulia ini tersimpan dan tertulis rapi di lauhil mahfuzh, terjaga dari gangguan makhluk apapun, terlebih lagi dari gangguan syaithon.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Firman Allah Ta’ala: في لوح محفوظ “yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” ’Maksudnya adalah Lauhulmahfidz di sisi Allah ‘Azza Wa Jalla yaitu Ummulkitaab sebagaimana Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman: يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابُ “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), ” (QS. Ar-Ra’d: 39) Lauh ini Allah tulis di dalamnya ketentuan-ketentuan segala sesuatu, dan di antara yang tertulis di dalamnya adalah bawa Al-Quran ini akan turun kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa salla, yaitu tertulis dalam lauhulmahfuz.

Para Ulama mengatakan: Lauhulmahfuz tidak dapat digapai oleh seorang pun, terjaga dari perubahan dan revisi, kedua hal itu hanya terdapat pada buku-buku lainnya, karena penulisan dari Allah ‘Azza Wa Jalla ada beberapa macam:

Pertama: Penulisan di Lauh mahfuz, penulisan di sini tidak akan ada perubahan dan revisi oleh karena itu Allah beri nama dengan Luh mahfuz (catatan yang terjaga), tidak mungkin ada perubahan dan revisi.

Kedua: Penulisan untuk anak-anak adam di dalam perut ibunya, karena ketika manusia di perut ibunya telah sempurna usia janin empat bulan , Allah akan mengutus seorang malaikat yang ditugasan ke rahim-rahim ibu, lalu meniupkan ruh dengan izin Allah, karena tubuh ini adalah susunan potongan daging, jika ditiupkan Ruh maka ia akan menjadi manusia, lalu diperitahkan dengan empat kata: dengan menuliskan rejeki, ajal, amal dan akan sengsara atau bahagia.

Ketiga: Penulisan tahunan setiap tahun, penulisan ini adalah terjadi saar malam lailatulqadar. Pada malam tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menentukan takdir yang akan terjadi pada tahun tersebut, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْم“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, ” (QS. Ad-Dukhan: 4) Pada malam itulah ditulis apa-apa yang terjadi tahun tersebut.

Kempat: Penulisan harian. Inilah penulisan yang dilakukan para malaikat di mana mereka menuliskan segala yang diamalkan manusia pada hari itu, baik itu ucapan lisannya, atau amalan anggota badannya juga keyakinan hatinya. Itu tertulis dalam buku catatan yang berada di tangan malaikat-malaikat, penulisannya akan dilakukan setelah amalan dilakukan, sedangkan tiga penulisan sebelumnya dilakukan sebelum amalan, tetapi penulisan keampat ini dilakukan setelah amalan dilakukan, amalan setiap insan akan ditulis baik berupa ucapan dengan lisannya, perbuatan dengan anggota badannya dan keyakinan hatinya. Sesungguhnya para malaikat yang ditugaskan menjaga anak-anak adam, menjaga amal-amalnya akan menulis, Allah Ta’ala berfirman: كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّيْنِ. وَإِنَّ عَلَيكُمْ َلَحَافِظِينَ. كِرَاماً كَاتِبِينَ. يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُونَ “Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. ”(QS. Al-Infithar: 9-12)

Ketika hari kiamat telah tiba Allah akan menyerahkan kitab ini sebagaimana Allah Ta’ala befirman: وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا (13) اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu ”(QS. Al-Isra: 13-14)

Maknanya akan diberikan kitab itu dan dikatakan kepada anda: Bacalah dan hisablah dirimu. Sebagian salaf mengatakan: Aku telah bertindak adil kepadamu dengan menjadikanmu sebagai penghisab bagi dirimu, ini benar. Keadilah yang tinggi daripada jika dikatakan kepada seseorang silahkan ini yang telah kamu perbuat, hisablah dirimu. Bukankah yang seperti itu adil?! Bahkan keadilan terbesar adalah itu, hari kiamat nanti anda akan mendapatkan kitab (catatan amalan) terbuaka dihadapanmu, tidak tertutup, anda akan membaca dan jelas bagi anda bahwa anda telah berbuat ini pada hari ini, di tempat ini, begini dan begini, ini adalah perkara yang tercatat (secara pati) tidak berubah, jika anda berdusta maka akan ada saksi bagimu يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ "pada hari (ketika), lidah, ” Lidah akan mengatakan: Aku mengucapkan ini وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ“tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. ”(QS. An-Nur: 24) Tangan akan mengatakan aku telah memukul, kaki akan mengatkan: aku telah berjalan, bahkan kulit pun akan berkata juga, karena kulit menyaksikan yang telah ia sentuh وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ “Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan ”(QS. Fushilat: 21)

Perkara ini bukanlah perkara sepele, kita memohon kepada Allah Ta’ala agar membimbing kita dan kamu, dengan kemaafan dan ampunan-Nya.

Demikianlah selesai pembahasan kita tentang surat yang agung ini yang Allah mulia dengan sumpah dengan langit yang memiliki rasi atau gugusan bintang dan diakhiri dengan firman-Nya بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” Maka barang siapa yang berpegang kepada Al-Quran ini maka ia akan memeproleh keagunan, kemuliaan dan kedudukan yang tinggi.

Oleh karenanya kita menasehati Umat islam dari mulai pada individu-individu masyatkatnya agar berpegang kepada al-quran al-azhim, dan nasehat ini lebih ditekankan lagi kepada para penguasa mereka agar berpegang kepada al-Quran Al-Azim, juga untuk tidak tertipu dengan kemegahan lagi keindahan yang telah terjadi pada umat-umat yang kafir yang menerapkan perundang-undangan yang menyelisihi syari’at juga menyelisihi keadilan, lagi menyelisihi perbaikan untuk manusia, untuk meletakkannya dengan menerepkannya, lalu mereka mengesampingkan kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam ke belakang punggung mereka -demi Allah – ini adalah penyebab keterbelakangan.

Saya tidak menyangkangka bahwa seseorang membayangkan bahwa sebuah umat dengan jumlah yang amat besar menjadi terbelakang seperti ini, seolah-olah seperti daerah kecil di sebuah ibukota jika dibandingkan dengan negara-negara kafir. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa sebab itu semua diketahui bahwa kita meninggalkan sesuatu yang menjadikan kita besar dan mulia yaitu berpegang kepada Al-Quran al-Azim, dan kita justru menjilat dibelakang aturan-aturan jauh , rusak lagi menyelishi keadilan, yang dibangun di atas kezaliman dan kesemena-menaan.

Maka kami mengajak penguasa-penguasa kaum muslimin seluruhnya, saya mengajak agar mereka bertakwa kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, dan benar-benar kembali kepada kibullah dan sunnah Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sehingga keamanan dan kestabilan terwujud, dan mereka memperoleh kemuliaan dan kedudukan tinggi, yang ditaati oleh rakyat mereka, dan tidak terdapat sesuatu yang mengganjal hati-hati rakyatnya kepada mereka, itu dikarenakan apabila seorang insan memperbaiki hubungan dirinya dengan Rabnya, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.

Jika penguasa menginginkan agar rakyatnya mematuhi mereka, dan rakyat mentaatii Allah berkenaan dengan hak mereka, maka hendaknya penguasa terlebih dahulu mentaati Allah sehingga rakyatnya pun taat kepada mereka, jika tidak demikian maka tidak masuk akal mereka bermaksiat kepada Raja segala kerajaan yaitu Allah, kemudian mereka ingin ditaati rakyat mereka. Ini jauh sekali. Sungguh jika hati semakin jauh dari Allah maka manusia akan menjauhi pemilik hati tersebut, dan jika semakin dekat dengan Allah maka manusia pun akan semakin dekat dengannya.

Kita memohon kepada Allah agar mengembalikan kmuliaan dan keagungan umat islam, dan menghinakan musuh-musuh kaum muslimin di setiap tempat, menindas mereka, dan mengembalikan mereka kedalam kebinasaan, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Yakni terjaga dari penambahan dan pengurangan serta perubahan. Demikian pula terjaga dari para setan.

Ayat ini menunjukkan keagungan Al Qur’an dan tingginya kedudukannya di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, wallahu a’lam.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Itulah kitab suci yang tersimpan dalam tempat yang terjaga, lauh mahf'z. Itulah tempat paling rahasia yang tidak diketahui hakikatnya oleh manusia. Di dalamnya terdapat detail peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta. Tempat ini terjaga dari setan yang berusaha mengintai dan mencari tahu isinya. 1. Demi langit yang terbentang dengan kukuh tanpa penopang dan demi apa yang datang pada malam hari dan menghiasi langit.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat At-Tariq Ayat 1 Arab-Latin, Surat At-Tariq Ayat 2 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat At-Tariq Ayat 3, Terjemahan Tafsir Surat At-Tariq Ayat 4, Isi Kandungan Surat At-Tariq Ayat 5, Makna Surat At-Tariq Ayat 6

Category: Surat Al-Buruj

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!