Surat Al-Muthaffifin Ayat 25

Text Bahasa Arab dan Latin

يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),

Tafsir Al-Muyassar

Mereka diberi minumam khamer yang bening,yang wadah-wadahnya bagus,

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Mereka diberi minum dari air yang sanga manis, yaitu khamar, ya.. khamar yang dibolehkan untuk diminum pada hari akhir nanti, berbeda dengan khamar didunia yang mengandung bahan berbahaya yang dapat menghilangkan akal manusia, sedangkan khamar di akhirat terbebas dari semua bahan-bahan berbahaya tersebut dan tentunya sangan baik bagi siapa yang meminumnya, Allah berfirman : { لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ } ( Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk ) [Al-Waqi'ah : 19 ] yakni mereka tidak merasa pusing karena meminum khamar di akhirat, dan tidak pula mereka akan mabuk dan kehilangan akal, dan minuman mereka disiapkan diwadah yang sangat bagus.

Tafsir Hidayatul Insan

Yang merupakan minuman yang paling enak dan paling nikmat.

Bisa maksud ‘makhtum’ adalah ditutup dari dimasuki sesuatu yang mengurangi kenikmatannya atau merusak rasanya. Penutupnya adalah minyak kesturi. Bisa juga maksudnya akhir gelas atau ampas yang mereka minum khamr murni darinya adalah minyak kesturi yang sangat wangi yang biasanya di dunia ampas itu ditumpahkan.

Tafsir Kemenag

Mereka diberi minum dari khamar murni yang tidak memabukkan, yang tempatnya masih dilak dan disegel sehingga isinya terjaga keaslian serta kesegarannya, dan belum pernah ada yang meminum bahkan menyentuhnya. 26. Khamar itu dilak dengan rapat, di mana laknya berasal dari kasturi yang beraroma harum dan menyegarkan. Bagusnya lak menunjukkan khamr itu sangat baik dan berkualitas. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut, yakni dengan banyak beribadah dan beramal saleh.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018