Surat Al-Muthaffifin Ayat 24

تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.

Tafsir Al-Mukhtashar

24. Jika kamu dapat mengetahui mereka dari wajah mereka yang berseri dan senang.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu melihat tanda kenikmatan pada wajah mereka.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kamu bisa mengetahui dari wajah-wajah mereka bahwasanya mereka adalah orang yang beramal shalih, terpancar dari wajah mereka cahaya yang menujukkan sifat tersebut, ada kegembiraan dan kebahagiaan mengiasi wajah-wajah mereka, berbeda dengan wajah orang-orang kafir, Allah ﷻ berfirman : { وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ , تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ , أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ } ( Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu , Dan ditutup lagi oleh kegelapan , Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka. ) [ Abasa : 40-42 ] wajah orang-orang kafir pada hari kiamat menjadi gelap, sedangkan orang-orang beriman wajah mereka bersinar dengan cahaya iman .

{ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ } , makna " النضرة " : kebahagiaan, kesenangan, suka cita, sifat-sifat ini nampak di wajah mereka yang beriman kepada Allah ﷻ, dari wajah sesorang dapat diketahui bagaimana keadaan dirinya, baik dikala dia senang ataupun sedang dalam kesedihan.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ " Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan." Maknanya: Engkau mengetahui hai yang memandang mereka فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ “” Maknanya: bagus dan indahnya kenikmatan itu, maknanya: menikmati, kalian pun menyaksikannya sekarang di dunia bahwa orang-orang yang menikmati dan yang hidup mewah tidak sama dengan wajah orang-orang yang bekerja keras dan bekerja, anda akan mendapatinya cerah, senang. Penduduk surga engkau ketahui pada wajah mereka ada kecerahan dan kebahagiaan, karena mereka dalam kondisi yang paling senang dan paling menikmati.

Tafsir Hidayatul Insan

Hal itu karena berulang-ulang dan terus-menerusnya mereka mendapatkan kesenangan dapat mencerahkan muka, menghiasnya dan memperindahnya.

Tafsir Kemenag

Wajah-wajah mereka berseri. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan. 25. Mereka diberi minum dari khamar murni yang tidak memabukkan, yang tempatnya masih dilak dan disegel sehingga isinya terjaga keaslian serta kesegarannya, dan belum pernah ada yang meminum bahkan menyentuhnya.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018