Surat Al-Muthaffifin Ayat 26

خِتَٰمُهُۥ مِسْكٌ ۚ وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَٰفِسُونَ

Arab-Latin: Khitāmuhụ misk, wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisụn

Artinya: Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

« Al-Muthaffifin 25Al-Muthaffifin 27 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Terkait Surat Al-Muthaffifin Ayat 26

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Muthaffifin Ayat 26 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasikan beragam penjabaran dari beragam ulama tafsir mengenai makna surat Al-Muthaffifin ayat 26, di antaranya sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

22-28. Sesungguhnya orang-orang yang jujur dan taat berada di dalam surga, Mereka mendapatkan kenikmatan di atas ranjang-ranjang,mereka melihat kepala tuhan mereka dan kepada kebaikan-kebaikan yang disiapkan bagi mereka. Kamu melihat tanda kenikmatan pada wajah mereka. Mereka diberi minumam khamer yang bening,yang wadah-wadahnya bagus, yang akhirnya adalah aroma kasturi. Hendaknya orang-orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi ini. Minuman ini campurannya adalah mata air di surga yang dikenal dengan nama “tasnim” karena ketinggiannya, Yaitu mata air yang disipkan untuk minuman orang orang yang di dekatkan (Kepada ALLAH),mereka menikmatinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

26. Semerbak bau minyak kesturi sampai pada puncaknya. Demi mendapatkan ganjaran yang mulia ini, hendaknya orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya dengan mengamalkan apa yang diridai Allah dan meninggalkan apa yang dimurkai-Nya.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

26. خِتٰمُهُۥ مِسْكٌ ۚ (laknya adalah kesturi)
Yakni penghujung rasanya beraroma Kasturi. Yakni jika orang yang meminumnya telah menjauhkan bibirnya dari minuman itu maka ia akan mencium aroma seperti aroma Kasturi. Pendapat lain mengatakan: yakni wadahnya tersegel dengan Kasturi.

وَفِى ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُونَ (dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba)
Yakni handaklah orang-orang menginginkannya sehingga mereka saling berlomba-lomba untuk mendapatkannya dan tidak memberikan kepada orang lain.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

26. Penutup meja sajiannya tercium harum minyak kasturi. Maka senanglah mereka semua. Mereka berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Laknya dari kasturi} akhir rasanya beraroma kasturi {Untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat 22-28
Pada saat menyebutkan catatan amal mereka, Allah menyebutkan bahwa mereka berada dalam kenikmatan. Nikmat adalah kata menyeluruh untuk kenikmatan hati, ruh, dan raga. “Mereka (duduk) di atas dipan-dipan,” yakni di atas dipan yang berhiaskan hamparan indah, “sambil memandang” segala kenikmatan yang disiapkan Allah untuk mereka dan mereka memandang wajah Rabb mereka Yang Mulia. “Kamu dapat mengetahui,” wahai orang yang memandang, “dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan.” Yakni kebahagiaan, keindahan, dan keasrian karena kenikmatan, kegembiraan, dan kebahagiaan membuat wajah berseri, indah, dan asri. “Mereka diberi minum dari khamar murni,” yang merupakan minuman yang paling nikmat dan lezat, “yang dilak (tempatnya),” minuman tersebut “laknya adalah kasturi,” kemungkinan yang dimaksudkan adalah tertutup agar tidak dimasuki sesuatu yang bisa mengurangi kenikmatannya dan bisa merusak cita rasanya. Penutupnya adalah minyak kasturi. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah yang ada di ujung bejana yang mereka minum adalah minyak kasturi jenis azfar. Cawan ini seperti biasanya di dunia menjadi tempat untuk menuangkan, seperti itu juga di dalam surga.
“Dan untuk demikkian itu,” yakni nikmat abadi yang kebaikan dan ukurannya hanya diketahui Allah semata, “hendaknya orang berlomba-lomba,” yaitu hendaklah mereka saling berlomba-lomba dan bersegera menujunya serta melakukan amalan yang menghantarkan padanya. Inilah hal utama di mana jiwa yang paling berharga perlu dikorbankan dan ia adalah sesuatu yang paling layak diperebutkan oleh guna mencapainya. Dan campuran minuman ini “adalah dari tasnim” yaitu mata air “yang meminum darinya orang-orang yang didekatkan” yaitu mata air yang paling tinggi di surga yang dikhususkan bagi mereka yang dekat dengan Allah, yang derajatnya paling tinggi dan dicampurkan bagi golongan kanan. Dicampurkan dengan khamar dan minuman nikmat lainnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 18-28
Allah SWT berfirman dengan sebenar-benarnya, (sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu) berbeda dengan buku catatan orang-orang yang durhaka ((tersimpan) dalam 'Illiyyin) yaitu tempat kembali mereka adalah 'Illiyyin, dan ini berbeda dengan Sijjin.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya: (Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin (18)) yaitu surga
Makna yang jelas bahwa 'Illiyyin diambil dari kata “al-'uluwwu” (tinggi). Dan sesuatu itu manakala meninggi, maka bertambah besar dan luas, oleh karena itu Allah SWT membesarkan perkaranya dan menggambarkannya dengan gambaran yang agung. (Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (19)) Kemudian Allah SWT menegaskan apa yang telah dicatatkan bagi mereka ((Yaitu) kitab yang bertulis (20) yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah) (21)) Mereka adalah para malaikat. Pendapat ini dikatakan Qatadah.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga) (22)) yaitu, pada hari kiamat mereka berada dalam kenikmatan yang abadi dan surga-surga yang di dalamnya terdapat karunia yang melimpah (mereka (duduk) di atas dipan-dipan) yaitu dipan-dipan beralaskan permadani (sambil memandang) dikatakan, makna yang dimaksud adalah mereka memandangi kerajaan mereka dan apa yang diberikan Allah kepada mereka berupa kebaikan dan karunia yang tidak pernah habis dan tidak pernah rusak selamanya.
DIkatakan bahwa, makna yang dimaksud dari firmanNya: (mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang (23)) yaitu memandang kepada Allah SWT. Dan hal ini bertentangan dengan apa yang digambarkan Allah SWT tentang keadaan orang-orang yang durhaka (Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka (15)) Maka disebutkan tentang orang-orang yang berbakti, bahwa mereka diperbolehkan melihat kepada Allah SWT sedangkan mereka berada di atas dipan-dipan dan permadani-permadani mereka,
Firman Allah SWT: (Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan (24)) yaitu apabila kamu melihat mereka, wajah mereka penuh kesenangan hidup yang penuh dengan kenikmatan, yaitu berseri-seri, cerah, gembira, dan senang dengan kenikmatan besar yang meliputi kehidupan mereka.
Firman Allah SWT: (Mereka diberi minum dari khamr murni yang dilak (tempatnya). (25)) Mereka diberi minum dari khamr surga, dan rahiq adalah salah satu nama khamr surga. Pendapat ini dikatakan Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Ibnu Zaid.
Ibnu Mas'ud berkata tentang firmanNya: (laknya adalah kasturi (26)) yaitu campurannya adalah minyak kasturi.
Ibrahim dan Al-Hasan berkata tentang firmanNya: (laknya adalah kasturi (26)) yaitu kesudahannya adalah minyak kasturi.
Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid berkata tentang firmanNya: (laknya adalah kasturi (26)) yaitu diharumkan dengan minyak kasturi.
Firman Allah SWT: (dan untuk demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba (26)) yaitu dalam keadaan seperti ini hendaknya orang-orang berlomba-lomba untuk meraihnya dan berbangga diri karena berhasil meraihnya. sebagaimana firmanNya: (Untuk kesenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja (61)) (Surah Ash-Shaffat)
Firman Allah SWT (Dan campuran khamr murni itu adalah dari tasnim (27)) yaitu campuran khamr ini adalah minuman yang disebut tasnim, Oleh karena itu Allah SWT berfirman: ((yaitu) mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan kepada Allah (28)) yaitu, minuman yang hanya diminum oleh orang-orang yang didekatkan dengan Allah. Minuman itu menjadi campuran bagi minuman golongan kanan. Pendapat ini dikatakan Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Masruq, Qatadah, dan lainnya


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

{ خِتَامُهُ مِسْكٌ } Penutup minuman itu memiliki aroma yang sangat bagus seperti minyak kesturi, atau dalam makna riwayat lain : akhir dari minuman itu memiliki aroma seperti kesturi, khamar yang manis dan baunya yang harum.

{ وَفِي ذَٰلِكَ } dengan nikmat itu , dan minuman yang istimewa itu { فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ } maka hendaklah setiap hamba berlomba-loba untuk meraih nikmat yang agung itu dengan memperbanyak amalan shalih, dan orang yang menang adalah mereka yang mampu meraih semua kenikmatan yang disiapkan bagi orang beriman di akhirat, bukan mereka yang mensia-siakan dunia dan akhiratnya dengan kemaksiatan.

Seperti itulah yang seharusnya menjadi tujuan utama setiap manusia dalam menjalani hidupnya didunia, mereka berlomba-lomba dalam meraih segala kebaikan yang balasannya jauh lebih banyak dan lebih mulia, maka menjauh dari fitnah dunia yang hina ini adalah suatu kemualiaan yang besar, tapi pada hakikatnya mengambil kemewahan dunia boleh saja dengan mengukur sesuai kebutuhannya saja tanpa berlebihan, dan dengan harta itu ia jadikan sebagai wasilah untuk meningkatkan ketaqwaanya kepada Allah, dan tidak menjadikan kemewahan dunia sebagi tujuan hidupnya.

{ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ } mereka adalah orang berlomba dalam mengumpulkan segala kebaikan didunia, mereka berlomba dalam menginfakkan hartanya, berlomba dalam memperbanyak ibadah, berlomba-loba dalam melaksanakan sunnah-sunnah Nabi ﷺ , seperti : shalat tahajjud, sedekah, dan shalat-shalat sunnah lainnya yang Rasulullah ﷺ pernah contohkan semasa hidupnya, dan seorang mukmin seharusnya tidak rela jika orang lain mendahuluinya dalam kebaikan


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

مَخْتُومٍ (25) خِتَامُهُ مِسْكٌ Maknanya: Sisa dan akhirnya misik, maksudnya beraroma wangi misik, berbeda dengan khamer dunia, yang berbau tidak sedap. Maka orang-orang baik setelah mereka menahan diri-diri mereka dari kelezatan yang diharamkan Allah kepada mereka di dunia, maka ia akan diberikan di hari kiamat.
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ “dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” Maknanya: Kepada ganjaran dan balasan ini فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ Makananya: Hendaknya berlomba-lomba dengan sungguh-sungguh, sampai ke batasan nafas, itu adalah kinayah cepat dalam berlomba. Dikatakan: نَافَسْتُهُ [Naafastuhu] maknanya aku berlomba dengannya hingga nafas melampauiku. Berlomba yang sesungguhnya dalam kebaikan adalah berlomba kepada ketaatan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, kepada yang diridhai Allah subhaanahu wa Ta’ala, dan jauh dari murka Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Muthaffifin ayat 26: 25-27. Dan dari nikmat yang didapatkan orang-orang yang berhasil adalah diberikan minuman dari khamr yang putih bening; Dan khamr tersebut disimpan rapat-rapat dan terkunci. Tidaklah terbuka kecuali dapat dibuka oleh pemiliknya, dan jika mereka meminumnya, Tercium bau semerbak wangi misk oleh yang lainnya, tidak memabukkan. Dan untuk mendapatkannya, seyogyanya manusia saling bergegas dan berlomba-lomba dengan ikhlas ibadah kepada Allah, mengerjakan apa yang dicintai oleh Allah dan diridhai-Nya, kemudian meninggalkan apa yang membuat Allah marah dan abai.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni kenikmatan yang kekal itu, yang tidak diketahui indah dan besarnya kecuali oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Dengan bersegera mengerjakan amal yang dapat memasukkan ke dalamnya. Kenikmatan inilah yang seharusnya disiapkan segala yang berharga untuknya dan dikejar oleh orang-orang yang berakal.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Muthaffifin Ayat 26

Khamar itu dilak dengan rapat, di mana laknya berasal dari kasturi yang beraroma harum dan menyegarkan. Bagusnya lak menunjukkan khamr itu sangat baik dan berkualitas. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut, yakni dengan banyak beribadah dan beramal saleh. 27. Dan tidak hanya dilak dengan kasturi, campurannya dari tasnim.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penjelasan dari banyak mufassirin mengenai isi dan arti surat Al-Muthaffifin ayat 26 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan untuk kita bersama. Dukung perjuangan kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Cukup Banyak Dikaji

Kami memiliki ratusan konten yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 97, Al-Qamar 49, Tentang Al-Quran, Al-Baqarah 43, Al-Isra 25, Al-Ma’idah 8. Termasuk Al-Jin, Ad-Dukhan, Ali ‘Imran 139, Al-Baqarah 45, Al-Hadid 20, At-Thalaq.

  1. Ali ‘Imran 97
  2. Al-Qamar 49
  3. Tentang Al-Quran
  4. Al-Baqarah 43
  5. Al-Isra 25
  6. Al-Ma’idah 8
  7. Al-Jin
  8. Ad-Dukhan
  9. Ali ‘Imran 139
  10. Al-Baqarah 45
  11. Al-Hadid 20
  12. At-Thalaq

Pencarian: ...

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.