Surat Al-Muthaffifin Ayat 23

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

Tafsir Al-Mukhtashar

23. Berada di atas dipan-dipan untuk melihat Rabb meraka dan kepada apa yang membuat jiwa itu bahagia.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka mendapatkan kenikmatan di atas ranjang-ranjang,mereka melihat kepala tuhan mereka dan kepada kebaikan-kebaikan yang disiapkan bagi mereka.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ عَلَى الْأَرَائِكِ } yakni : tempat-tempat duduk yang tinggi ( dipan ), dan tidak satupun yang mengetahui bentuknya kecuali Allah ﷻ, bukan seperti tempat duduk yang ada didunia : ( sofa ) seperti yang kita istilahkan dalam kehidupan kita.

Diatas dipan itu mereka duduk sambil memandang tuhan mereka, juga memandang kepada kenikmatan yang ada disekitar mereka, mereka juga melihat ke musuh-musuh mereka yang sedang disiksa didalam neraka.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Dan Firman-Nya: عَلَى الْأَرَائِكِ “”الْأَرَائِكِ [al-Araa’ik] adalah jamak dari أَرِيْكَة [Ariikatun] maknanya adalah dipan atau kasur yang dihiasi hiasan dan ada teduhannya, ini adalah jenis dipan yang termewah. Mereka di atas dipan-dipan yang indah lagi mewah itu يَنْظُرُونَ Akan melihat kenikmatan yang Allah berikan yang tidak dapat terjangkau oleh jiwa-jiwa sekarang. فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ “Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata”(QS. As-Sajdah: 17)
Sebagian ulama mengatakan: Pandangan tersebut termasuk memandak kepada wajah Allah. Para ulama menjadikan ayat ini di antara dalil yang menunjukkan ketatapan adanya melihat Allah ‘Azza Wa Jalla di surga.

Tafsir Hidayatul Insan

Kepada kenikmatan yang Allah sediakan untuk mereka.

Tafsir Kemenag

Mereka yang berbakti itu duduk di atas dipan-dipan melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, menenangkan, dan mendamaikan. Inilah kebahagiaan hakiki, balasan bagi orang yang taat dan patuh kepada Allah. 24. Wajah-wajah mereka berseri. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018