Surat Al-Muthaffifin Ayat 18

Text Bahasa Arab dan Latin

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin.

Tafsir Al-Muyassar

Benar, sesungguhnya perkara yang telah ditetapkan bagi orang orang yang berbakti, (yaitu orang orang yang bertakwa),adalah bahwa mereka berada di derajat yang tinggi di dalam surga.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ } makna " الأبرار " : kata jamak dari " بَرٍّ " yaitu mereka yang melakukan amal shalih, sedangkan " البِرِّ " adalah kebaikan atau amal shalih, Allah ﷻ berfirman : { لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ } ( Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. ) [ Al-Baqarah : 177 ] .

{ كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ } kitab orang-orang beriman yang didalamnya tertulis kebaikan dan amalan shalih mereka tersimpan dan terjaga di tempat yang tinggi didalam surga, sedangkan kitab orang-orang kafir berada ditempat yang paling rendah didalam neraka, itulah perbandingan antara orang yang beriman dan orang yang berbuat kekafiran kepad Allah ﷻ .

Tafsir Hidayatul Insan

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan bahwa kitab catatan amal orang-orang yang durhaka berada di tempat paling bawah dan paling sempit, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan bahwa kitab catatan amal orang-orang yang berbakti berada di tempat paling atas dan paling luas, dan bahwa kitab catatan amal mereka itu disaksikan oleh makhluk yang didekatkan (lihat ayat ke 21) seperti para malaikat, ruh para nabi, para shiddiqin dan para syuhada, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala meninggikan nama mereka di hadapan makhluk di sisi-Nya.

Kata “Kalla” di ayat ini bisa diartikan “Tentu atau pasti”.

Kitab yang mencatat perbuatan orang-orang yang berbakti tersimpan di 'Illiyyin. Ada yang berpendapat, bahwa ‘Illiyyin artinya tempat di langit ketujuh di bawah ‘Arsy. Al A’masy meriwayatkan dari Hilal bin Yasaf ia berkata: Ibnu ‘Abbas pernah bertanya kepada Ka’ab tentang Sijjin, sedangkan saya hadir di situ?” Ia (Ka’ab) menjawab, “Ia adalah bumi yang ketujuh dan di sana terdapat ruh-ruh orang-orang kafir.” Lalu Ibnu Abbas bertanya kepadanya tentang Sijjin? Ia menjawab, “Ia adalah langit ketujuh, dan di sana terdapat ruh-ruh orang-orang mukmin.”Ibnu Abbas berkata tentang ayat, “Benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyin.” “Yaitu surga.” Dan dalam sebuah riwayat darinya, bahwa maksudnya amal-amal mereka di langit di sisi Allah. Qatadah berkata, “Illiyyun adalah betis/tonggak kanan ‘Arsy.” Yang lain berpendapat, “Illiyyun adalah di dekat Sidratul Muntaha.” Menurut Ibnu Katsir, yang tampak, bahwa ‘Illiyyin diambil dari kata ‘uluw (tinggi), dan setiap kali sesuatu tinggi dan naik, maka semakin besar dan luaslah tempatnya.

Tafsir Kemenag

Sekali-kali tidak! tidaklah sama keadaan orang kafir dan orang mukmin di akhirat nanti. Sesungguhnya catatan perbuatan orang-orang yang berbakti, beriman, dan beramal saleh benar-benar tersimpan dalam 'illiyyin. 19. Untuk menggugah perhatian manusia, Allah bertanya, 'dan tahukah engkau apakah 'illiyyin itu'.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018