Surat Al-Muthaffifin Ayat 17

Text Bahasa Arab dan Latin

ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian kepada mereka dikatakan, “ini adalah balasan yang dulu kalian dustakan.”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian dikatakan kepada mereka : inilah azab yang kalian dustakan didunia, kalian mendustakan Al-Qur'an yang didalamnya terkandung ayat-ayat azab, lalu kalian mengatakan itu hanyalah dongeng umat terdahulu, dan sekarang rasakanlah apa yang kalian dustakan itu, Allah berfirman : { هَٰذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ } ( (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.) [ At-Thur : 14 ], Allah juga mengatakan : { اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } ( Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. ) [ At-Thur : 16 ] .


Tafsir Hidayatul Insan

Dengan demikian, mereka ditimpa tiga macam azab; azab neraka, azab celaan, dan azab dihalangi dari melihat Rabbul ‘aalamin yang di dalamnya mengandung marah dan murka Allah kepada mereka, dan yang demikian lebih besar dari azab neraka. Kebalikan dari itu adalah, bahwa kaum mukmin dapat melihat Tuhan mereka pada hari Kiamat dan ketika mereka di surga, dan mereka juga merasa nikmat karena melihat kepada-Nya bahkan hal itu melebihi semua kenikmatan. Mereka juga merasa senang dengan pembicaraan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan merasa gembira dengan dekatnya mereka dengan-Nya.

Tafsir Kemenag

Kemudian dikatakan kepada mereka dengan nada geram, 'inilah azab yang dahulu kamu dustakan. ' pada saat itulah mereka yang dahulu mendustakan hari akhirat merasakan sakitnya siksa, kerugian, dan penyesalan yang mendalam. 18. Sekali-kali tidak! tidaklah sama keadaan orang kafir dan orang mukmin di akhirat nanti. Sesungguhnya catatan perbuatan orang-orang yang berbakti, beriman, dan beramal saleh benar-benar tersimpan dalam 'illiyyin.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018