Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Muthaffifin Ayat 12

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

Arab-Latin: Wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu'tadin aṡīm

Terjemah Arti: Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

10-17. Azab besar pada hari itu bagi orang orang yang mendustakan. Yaitu orang orang yang mendustakan hari pembalasan. Tidak ada yg mendustakannya kecuali orang yang dzhalim dan banyak berbuat dosa. Apabila ayat-ayat al-qur’an dibacakan kepadanya, dia berkata,”ini adalah kebatilan-kebatilan orang orang dulu.” Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka tuduhkan, sebaliknya al-qur’an adalah firman Allah dan wahyu NYA kepada nabi NYA. Yang membuat hati mereka terhalang untuk membenarkan adalah apa yang menutupinya akibat banyaknya dosa dosa yang mereka lakukan. Perkaranya tidak sebagaimana yang diucapkan oleh orang orang kafir, sebaliknya pada hari kiamat,mereka terhalang sehingga tidak bisa melihat tuhan mereka di surga. Kemudian orang-orang kafir itu masuk kedalam api neraka,mereka merasakan panasnya, Kemudian kepada mereka dikatakan, “ini adalah balasan yang dulu kalian dustakan.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

12. Tidak akan mendustakan kebenaran hari kiamat kecuali orang-orang yang melampaui batasan dalam kekufuran. Mereka terlalu banyak dosa dan berbuat durhaka

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

10-12. Allah mengabarkan (keadaan) orang-orang yang mendustakan dengan berkata : Celaka dan binasalah kalian di hari kiamat wahai para pendusta ! Yaitu mereka yang mendustakan hari perhitungan dan pembalasan. Dan ketahuilah oleh kalian, bahwa Allah tidaklah mengadzab pada hari perhitungan dan pembalasan kecuali bagi siapa yang melewati (menghalalkan) batasan-batasan yang telah Dia tetapkan, yaitu dari kekufuran dan kesesatan.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

12. Dan ada yang mendustakan hari pembalasan itu kecuali orang-orang yang melampaui batas dan berdosa.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Ayat 10-13
“Kecelekaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.” selanjutnya Allah menjelaskan siapakah mereka dengan FirmanNya, “(yaitu) orang-orang yang mendustajkan Hari Pembalasan,” yakni hari pembalasan amal dan perbuatan. Di hari itu Allah akan membalas amal perbuatan mereka. “Dan tidak ada yang mendustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas,” atas larangan-larangan Allah, melampaui batas dari halal hingga haram, “lagi berdosa” yakni banyak dosanya. Sikap permusuhan inilah yang mendorongnya untuk mendustakan, dan kesombongannya membuatnya menolak kebenaran. Karena itu “apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami,” yang menunjukkan pada kebenaran dan atas kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasul, ia mendustakan dan menentangnya seraya berkata, “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu,” yakni hanya berasal daari cerita orang-orang terdahulu dan berita umat-umat yang sudah berlalu, bukan berasal dari Allah; semua itu karena didorong rasa sombong dan menentang.
m yang banyak dosa.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan { إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ } orang-orang yang melampaui batas dan gemar berbuat dosa, mereka itulah yang telah mendustakan hari kebangkitan itu, mereka lah yang mendustakan dan mengingkari adanya hari kiamat dan hari pembalasan, mereka mengganti yang haram menjadi halal, dan perkataan benar menjadi kebohongan dan dusta.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Oleh karenanya Allah berfirman: وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ “Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,” Maknanya: tidaklah ada yang menudustakan dan mengingkarinya إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ “melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,” melampaui batas dalam perbuatan-perbuatannya dan berdosa dalam ucapan-ucapannya. Ada yang mengatakan juga melampaui batas dalam perbuatan-perbuatannya dan berdosa dalam pencahariannya, maknanya bahwa tempat kembalinya adalah kepada dosa. Kedua makna tersebut saling berdekatan, maka tidak tidak mungkin mendustakan hari pembalasan kecuali orang yang melampaui batas lagi pendosa, pendosa peraih dosa-dosa yang mengantarkan ke neraka jahannam na’udzu billaah.

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Dari yang halal kepada yang haram.

Yakni yang banyak berdosa. Inilah yang membuatnya mendustakan hari pembalasan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Dan tidak ada yang mendustakannya, yakni hari pembalasan itu, melainkan setiap orang yang melampaui batas dalam aturan agama dan berdosa akibat melakukan perbuatan mungkar dan maksiat. 13. Itulah orang yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, yaitu Al-Qur'an yang berisi ajaran islam yang mulia, dia berkata sembari menertawakannya, 'itu adalah dongeng dan bualan orang-orang dahulu. '.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Muthaffifin Ayat 13 Arab-Latin, Surat Al-Muthaffifin Ayat 14 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Muthaffifin Ayat 15, Terjemahan Tafsir Surat Al-Muthaffifin Ayat 16, Isi Kandungan Surat Al-Muthaffifin Ayat 17, Makna Surat Al-Muthaffifin Ayat 18

Category: Surat Al-Muthaffifin

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!