Surat Al-Muthaffifin Ayat 11

الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

Tafsir Al-Mukhtashar

11. Yaitu orang-orang yang mendustakan hari pembalasan, yang akan Allah balas setiap amalan yang dilakukan manusia selama di dunia.

Tafsir Al-Muyassar

Yaitu orang orang yang mendustakan hari pembalasan.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ } Yaitu orang-orang yang mendustakan { بِيَوْمِ الدِّينِ } hari pembalasan, mereka mendustakan hari yang ketika itu semua manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam, tapi orang-orang kafir dan musyrikin mendustakan dan mengingkari peristiwa itu, ereka mengatakan bahwa AL-Qur'an ini hanyalah dongeng umat terdahulu. sebagiman yang Allah katakan : { إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ } ( Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” ) [ Al-Muthaffifin : 13 ].

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ “(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.” Maknanya: Mendustakan hari pembalasan, yaitu hari kiamat. Orang-orang yang mendustakan hari pembalasan diancam Allah dengan kecelakaan, karena orang-orang yang mendustakan hari pembalasan tidak mungkin lurus di atas syari’at Allah. Tidak ada yang istiqomah di atas syari’at Allah melainkan orang-orang yang beriman meyakini akan hari pembalasan. Kerena orang yang tidak mengimaninya, ia hanya beriman kepada kehidupan semata, ia tidak akan meperhatikan apa yang akan terjadi setelahnya, dan tidak akan berbuat untuk nanti. Ia bak binatang-binatang ternak, menikmati dan makan-makan bak binatang-binatang ternak, sedangkan neraka adalah tempat kembali mereka.
Allah senantiasa menyandingkan keimanan kepada-Nya dengan keimanan kepada hari akhir, karena keimanan kepada Allah adalah permulaannya dan keimamanan kepada hari akhir adalah iringannya, maka anda beriman kepada Allah kemudian anda beramal untuk hari akhir yang di mana itu adalah tempat menetap. Mereka itu wal-‘iyaadzu billah mendustakan hari pembalasan, dan siapa saja yang tidak beriman kepadanya maka tidak mungkin beramal demi hari itu kapan pun, karena amalan dibangun di atas akidah keyakinan, jika tidak memiliki akidah maka tidak akan ada amalan.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni hari yang di sana Allah membalas amal mereka.

Tafsir Kemenag

Merekalah orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Keingkaran pada hari kiamat membuat seseorang tega melakukan apa pun karena tidak ada rasa takut pada dirinya terhadap akibat perbuatannya yang merugikan orang lain. 12. Dan tidak ada yang mendustakannya, yakni hari pembalasan itu, melainkan setiap orang yang melampaui batas dalam aturan agama dan berdosa akibat melakukan perbuatan mungkar dan maksiat.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018