Surat Al-Muthaffifin Ayat 10

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

Tafsir Al-Mukhtashar

10. Delakalah pada hari itu oeang yang mendustakan.

Tafsir Al-Muyassar

Azab besar pada hari itu bagi orang orang yang mendustakan.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kecelakaan dan azab yang pedih bagi orang-orang mendustakan agama, azab bagi mereka yang mendustakan Rasul dan kitab yang diturunkan kepadanya, juga bagi mereka yang mengingkari adanya hari kiamat, mengingkari hari perhitungan amalan, azab bagi mereka yang mengingkari hari pembalasan,.

{ وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ } Sungguh banyak diantara manusia yang mengingkari hari kebangkitan itu, mereka mengingkarinya dengan tujuan ingin menjauh dan menghindar dari kengerian hari kiamat, dan mereka pun mendustakan Nabi Muhammad ﷺ , mereka mengatakan : kitab ini hanyalah dongeng umat terdahulu, ini hanyalah sebuah hayalan, bahkan umat-umat terdahulu pun mengingkari wahyu yang Allah wahyukan kepada RAsul-rasul Nya, dan apa yang mereka katakan sama seperti yang dikatakan oleh kaum musyrikin zaman sekarang, juga yang dikatakan oleh seorang ilmuan Thaha husain dalam bukunya yang dengannya dia memperoleh gelar doktor di perancis : sesungguhnya apa yang terkandung dalam Al-Qur'an ini hanyalah hayalan yang sangat berlebihan dan pada hakikatnya Al-Qur'an ini tidak ada kebenaran didalamnya, dia juga menyebut bahwa AL-Qur'an ini tidak lain kecuali hanya sebuah rangkuman syair-syair kaum jahiliyah, akan tetapi ulama-ulama telah membantah perkataan tersebut dan telah dituliskan dalam beberapa buku.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ “Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,” وَيل [Wail] Penjelasan tentang kata ini telah dipaparkan di awal surat ini.

Tafsir Kemenag

Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan, sebagaimana mereka yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar. 11. Merekalah orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Keingkaran pada hari kiamat membuat seseorang tega melakukan apa pun karena tidak ada rasa takut pada dirinya terhadap akibat perbuatannya yang merugikan orang lain.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018