Surat Al-Muthaffifin Ayat 9

Text Bahasa Arab dan Latin

كِتَابٌ مَرْقُومٌ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(Ialah) kitab yang bertulis.

Tafsir Al-Muyassar

Ia adalah penjara abadi dan azab yang pedih. Inilah yang ditulis bagi mereka untuk kembali kepadanya,ditetapkan dan diberlakukan,tidak ditambah dan tidak dikurangi.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

( Tempat sempit itu adalah tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka ) dan semua perbuatan mereka didunia tertulis dalam { كِتَابٌ مَرْقُومٌ } kitab yang terjaga dengan baik, tiada satu kata pun yang hilang dari kitab itu, Alla berfirman : { مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا } ( kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. ) [ Al-Kahfi : 49 ] , walaupun kalian melupakan apa yang telah kalian perbuat didunia, akan tetapi ketahuilah sesungguhnya semua perbuatan kalian tertulis, dan akan diperlihatkan dihadapan kalian di hari kiamat, dan kalian semua akan membacanya, bahkan mereka yang dulunya tidak mampu membaca pada hari itu mereka akan membaca catatan amalan mereka, Allah ﷻ berfirman : { وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا , اقْرَأْ كِتَابَكَ } ( Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka , Bacalah kitabmu ) [ Al-Isra' : 13-14 ] , akan dikatakan kepada setiap jiwa { اقْرَأْ كِتَابَكَ } "bacalah kitabmu" , maka mereka pun membacanya { كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا } ( cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu ) tidak satupun dari mereka yang bisa mengingkari, semuanya mengakui apa yang telah mereka perbuat.

{ كِتَابٌ مَرْقُومٌ } Dalam riwayat lain dikatakan : Yakni kitab yang penulisannya telah selesai dan tidak ada tambahan lagi ataupun pengurangan pada tulisannya, dan tidak ada satupun yang berhak merubah isi kitab itu ataupun merobeknya dengan harapan bisa terbebas dari persidangan dihari kiamat.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni kitab yang disebutkan di sana amal mereka yang buruk.

Tafsir Kemenag

Sijjin yaitu kitab yang berisi catatan perilaku orang yang melakukan kejahatan dan akan diperlihatkan kepada mereka pada hari kiamat nanti untuk menjadi bukti kejahatan mereka. 10. Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan, sebagaimana mereka yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018