Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Muthaffifin Ayat 7

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ

Arab-Latin: Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn

Terjemah Arti: Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

7-9. Benar,tempat kembali orang orang durhaka adalah tempat yang sempit. Tahukah kamu apakah tempat yang sempit ini? Ia adalah penjara abadi dan azab yang pedih. Inilah yang ditulis bagi mereka untuk kembali kepadanya,ditetapkan dan diberlakukan,tidak ditambah dan tidak dikurangi.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

7. Perkaranya tidak seperti yang kalian bayangkan, bahwa tidak ada kebangkitan setelah kematian. Sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka dari golongan orang-orang kafir dan munafik itu berada dalam kerugian di lapisan tanah terbawah.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

7. كَلَّآ إِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ (Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin)
Yakni orang-orang yang durhaka yang termasuk diantaranya adalah orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan, tertulis sebagai penghuni neraka; atau akan dimasukkan ke dalam penjara dan kesempitan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

7. Jangan begitu! Ungkapan untuk memperingatkan pendengarnya tentang kehidupan setelah mati. Sesungguhnya catatan amal orang-orang kafir tersimpan dalam golongan ahli neraka

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

7-9. Kemudian Allah mengancam mereka (Muthaffifin) dan berkata : Menjauhlah kalian wahai orang-orang yang curang, dari kelalaian hari kebangkitan dan pembalasan (jika mampu), karena seseungguhnya amalan buruk (kalian) telah dibukukan. Dan bagi merka orang-orang munafik tempat kembalinya adalah di neraka yang sempit, gelap dan paling dasar. Apakah kalian tahu apa yang dimaksud tempat yang sempit dan gelap ini ? Ia adalah Sijn yang adzab (di dalamnya) sangat keras dan pedih, tertulis di dalamnya nama-nama orang yang buruk.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Ayat 7-9
Allah berfirman, “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka,” ini mencakup seluruh orang yang durhaka dari berbagai macam orang-orang kafir, munafik, dan fasik, “tersimpan dalam sijjin,” kemudian Allah menafsirkannya dengan FirmanNya, “Tahukah kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis,” yakni, kitab catatan amal yang di dalamnya tercatat amalan-amalan buruk mereka. Sijjin adalah tempat yang sempit. Sijjin lawan dari illiyyin yang merupakan tempat kitab catatan orang-orang baik sebagaimana akan dijelaskan selanjutnya. Ada yang menyatakan, sijjin adalah bumi ketujuh yang paling bawah dan tempat kembali orang-orang durhaka.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Benar, { إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ } kitab amalan orang-orang durhaka , { الْفُجَّارِ } yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, yaitu mereka yang melakukan kemungkaran dan kefasikan serta kekafiran.

{ لَفِي سِجِّينٍ } kitab amalan mereka disimpan setelah mereka mati ditempat yang sangat sempit, dalam riwayat lain dikatakan : { سِجِّينٍ } yakni, salah satu nama dari nama-nama neraka.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.” كَلَّا [Kalla] dalam al-Quran datang dengan banyak makna disesuaikan dengan konteks ayat, terkadang ia sebagah kata sanggahan dan bantahan dan terkadang bermakna “benar-benar” bisa juga bermakna lainnya yang disesusiakan dengan konteksnya, karena kosa kata dalam bahasa arab tidak ada yang memiliki makna secara zatnya yang tidak mungkin bermakna lain, tetapi banyak sekali kosa kata dalam bahasa arab memiliki makna yang banyak yang dapat berbeda disesuaikan dengan konteks pembicaraannya.
Pada ayat ini Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman: كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ Maka bisa dimungkinkan bermakna “Benar-benar sungguh buku orang-orang fajir dalam sijjin, atau bisa juga bermakna bantahan terhadap pendustaan terhadap hari akhir. Yang terpenting Allah Ta’ala menjelaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa buku catatan orang-orang yang fajir di dalam sijjin, sedangkan makna sijjid dijelaskan okeh para ulama: bahwa ia diambil dari kata السجن As-Sijnu yang berarti sempit. Jadi maknanya adalah tempat yang sempit yaitu neraka jahannam wal-‘iyaadzu billaah, sebagaimana Allah Tabaaraka Wa Ta’ala berfirman: وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا (13) لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا “Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka): "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak.”(QS. Al-Furqan: 13-14). Dalam hadits Al-Barra Bin ‘Azib yang panjang yang terkenal dalam mengisahkan orang yang hampir meninggal dan yang terjadi setelah kematian, bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:
اُكْتُبُوا كِتَابَ عَبْدِي فِي السِّجِّيْنَ فِيْ الْأَرْضِ السَّابِعَةِ السُّفْلَى
“ Tulislah ketentuan untuk hambaku –yang kafir- ke dalam sijjin di dalam lapisan bumi yang ke tujuh yang terdalam ”(1) maka Sijjin itu adalah bumi yang terdalam yang itulah tempat menetapnya api, kita berlindung kepada Allah darinya, kitab ini di sijjin.

(1) Dikeluarkan Ahmad (18063) dinyatakan shahih oleh al-Albaniy dalam shahihuljaami' (1676)

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Kata “Kalla” di ayat ini bisa diartikan “Tentu atau pasti”.

Seperti orang-orang kafir, orang-orang munafik dan orang-orang fasik.

Kitab yang mencatat perbuatan orang-orang yang durhaka seperti para setan, orang-orang kafir dan orang-orang munafik tersimpan di Sijjin. Ada yang berpendapat, bahwa Sijjin adalah sumur di neraka Jahannam, dan ada pula yang berpendapat bahwa Sijjin adalah tempat paling bawah di bumi ketujuh yang merupakan tempat kembali orang-orang yang durhaka. Menurut Ibnu Katsir, yang benar bahwa Sijjiin diambil dari kata sajn yang artinya sempit. Karena semua makhluk setiap kali ke bawah, maka tempatnya semakin sempit, sedangkan jika semakin ke atas, maka (tempatnya) semakin luas, demikian juga karena tempat kembali orang-orang durhaka adalah ke neraka Jahannam yang tempatnya berada di paling bawah atau rendah. Ayat ini menunjukkan bahwa neraka berada di bawah, sedangkan surga berada di atas.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Allah menegur sekali lagi perilaku mereka, 'sekali-kali jangan begitu; jangan berbuat curang! sesungguhnya catatan perbuatan orang yang durhaka, berbuat jahat, melanggar aturan agama, dan merugikan orang lain dalam bentuk apa pun, benar-benar tersimpan dengan baik dalam sijjin. '8. Allah mengajukan pertanyaan untuk memberi kesan betapa besar dan serius persoalan ini, 'dan tahukah engkau apakah sijjin itu''.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Muthaffifin Ayat 8 Arab-Latin, Surat Al-Muthaffifin Ayat 9 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Muthaffifin Ayat 10, Terjemahan Tafsir Surat Al-Muthaffifin Ayat 11, Isi Kandungan Surat Al-Muthaffifin Ayat 12, Makna Surat Al-Muthaffifin Ayat 13

Category: Surat Al-Muthaffifin

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Al Muthaffifin Yang Menang Belum Tentu Mulia Kalla Inna Kitaba Fudza Rillahi Sijjin Surat Muthaffifin Ayat 7-9 Arabnya Surah Al Mutaffifin