Surat Al-Muthaffifin Ayat 5

لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Pada suatu hari yang besar,

Tafsir Al-Mukhtashar

5. Untuk dihisab dan diberikan balasan pada hari yang besar dan ujian dan yang mengerikan.

Tafsir Al-Muyassar

Pembangkitan mereka akan terjadi pada hari yang sangat menakutkan,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Untuk apa mereka dibangkit dari kubur mereka ?

{ لِيَوْمٍ عَظِيمٍ } Yaitu untuk menghadapi hari yang agung itu, hari kiamat yang penuh dengan kengerian dan peristiwa yang maha dahsyat.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Pada hari yang agung (besar), hari tersebut hari yang agung tidak diragukan lagi sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ “sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar”(QS. Al-Hajj: 1) Agung pada panjang waktunya, pada kengeriannya, pada yang terjadi di dalamnya, pada setiap makna yang membawa kalimat keagungan. Bagai sebagian orang keagungan ini berat dan bagi sebagian lainnya terasa ringan, sebagaimana Allah berfirman: عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ “bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.”(Al-Mudatsir: 10) Allah Juga berfirman: يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَذَا يَوْمٌ عَسِرٌ “Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat” (QS. Al-Qomar: 8) Namun bagi orang mukmin –semoga Allah menjadikan kita dari mereka- ringan, seperti ringan dan mudahnya saat mendatangi sholat fardhu ke masjid, terlebih jika ia termasuk orang yang mendapatkan perlindungan besar, dan ia termasuk orang yang Allah beri naungan di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah, ini adalah hari besar namun bagi orang mukmin ini hari yang ringan, dan bagi orang kafir akan berat, Allah Ta’ala berfirman: وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا “Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.”(QS. Al-Furqan: 26)

Tafsir Hidayatul Insan

Yaitu hari Kiamat. Dengan demikian, yang membuat mereka berani melakukan kecurangan tersebut adalah karena tidak beriman kepada hari Akhir. Kalau sekiranya mereka beriman kepada hari Akhir dan mengetahui bahwa mereka akan berdiri di hadapan Allah untuk dihisab-Nya amal mereka besar atau kecil, tentu mereka tidak akan melakukannya dan akan bertobat darinya. Inilah di antara hikmah, mengapa Allah Subhaanahu wa Ta'aala sering menyebutkan hari Akhir dalam Al Qur’an, yaitu karena beriman kepada hari akhir memiliki pengaruh yang kuat dalam memperbaiki keadaan seseorang sehingga ia akan mengisi hari-harinya dengan amal saleh, ia pun akan lebih semangat untuk mengerjakan ketaatan itu sambil berharap akan diberikan pahala di hari itu, demikian juga akan membuatnya semakin takut ketika mengisi hidupnya dengan kemaksiatan apalagi sampai merasa tenteram dengannya. Beriman kepada hari akhir juga membantu seseorang untuk tidak berlebihan terhadap dunia dan tidak menjadikannya sebagai tujuan hidupnya. Di antara hikmahnya juga adalah menghibur seorang mukmin yang kurang mendapatkan kesenangan dunia, karena di hadapannya ada kesenangan yang lebih baik dan lebih kekal.

Tafsir Kemenag

4-5. Allah mengecam mereka, 'mengapa mereka berbuat curang' tidaklah mereka itu mengira bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, yaitu hari kebangkitan yang penuh kejadian mengerikan dan menegangkan''6. Yaitu pada hari ketika semua orang bangkit dari kubur mereka untuk menghadap tuhan seluruh alam. Tuhan akan menghisab perilaku mereka. Pada saat itu tidak ada kekuasaan selain kuasa Allah.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018