Surat Al-Muthaffifin Ayat 4

أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ

Arab-Latin: Alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab'ụṡụn

Artinya: Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,

« Al-Muthaffifin 3Al-Muthaffifin 5 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Terkait Dengan Surat Al-Muthaffifin Ayat 4

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Muthaffifin Ayat 4 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah penting dari ayat ini. Diketemukan beraneka penjabaran dari berbagai mufassir mengenai makna surat Al-Muthaffifin ayat 4, misalnya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1-4. Azab besar bagi orang orang yang curang dalam takaran dan timbangannya, Yaitu orang orang yang bila mereka membeli dari manusia dengan takaran atau timbangan,mereka menakar dan menimbang secara penuh, Tetapi manakala mereka menimbang dan menakar untuk manusia,mereka mengurangi timbangan dan takaran. Bagaimana keadaan orang yang mencuri dan mengambil barang barang yang ditakar dan ditimbang,serta mengurangi hak-hak manusia? dia lebih patut diancam daripada orang orang yang mengurangi takaran dan timbangan. Apakah orang-orang yang berbuat curang itu tidak yakin bahwa Allah akan membangkitkan mereka dan menghisab amal perbuatan mereka?


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

4-6. Allah mengolok orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan dan perhitungan: tidakkah orang-orang yang curang dalam menimbang dan menakar itu mengetahui bahwa Allah akan mengeluarkan mereka dari dalam kubur dalam keadaan hidup pada hari kiamat yang sangat mengerikan? Hari ketika seluruh hamba akan berdiri menghadap Tuhan mereka untuk menjalani hisab.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

4. Apakah orang-orang yang melakukan kemungkaran ini tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan kepada Allah?


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

4. أَلَا يَظُنُّ أُو۟لٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ (Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan)
Yakni tidak terbesit dalam fikiran mereka bahwa mereka akan dibangkitkan dan akan ditanya atas apa yang telah mereka lakukan. Maka mengapa mereka tidak mengiranya sehingga mereka dapat menghayati hal itu sehingga dapat meninggalkan apa yang mereka takutkan akibatnya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

4. Apakah mereka merasa aman dari azab yang akan diterima orang-orang yang mengurangi timbangan, padahal mereka akan dibangkitkan, amal mereka ditimbang. Apakah mereka tidak memikirkan azab atas perbuatan mereka?


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Apakah mereka tidak mengira bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Madaniyah
Ayat 1-6
“Kecelakaan besarlah,” adalah kata-kata azab dan siksaan, “bagi orang-orang yang curang.” Ini dijelaskan oleh Allah dengan FirmanNya kemudian, “(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain,” yakni mengambil dari mereka sebagai timbal balik, mereka menginginkannya secara utuh, tidak kurang, “dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain,” yakni bila memberikan hak orang lain yang harus ditunaikan dengan takaran atau timbangan, “mereka mengurangi,” yakni menguranginya dengan cara mengurangi takaran atau dengan cara lainnya. Ini adalah pencurian harta orang lain dan tidak bersikap adil terhadap mereka. Karena ancaman ini ditunjukkan pada orang yang mengurangi takaran dan timbangan orang lain, maka orang yang mengambil harta orang lain secara paksa atau dengan cara mencuri, tentu lebih berhak mendapatkan ancaman ini dari orang-orang yang sekedar berbuat curang.
Ayat mulia ini menunjukkan bahwa orang sebagaimana berhak mendapatkan haknya dari orang lain, ia juga harus memberikan semua milik orang lain secara penuh, baik berupa harta maupun yang lain. Bahkan hujjah dan pernyataan juga termasuk dalam keumuman ayat ini. Biasanya, masing-masing dari dua orang yang berdebat berusaha mempertahankan hujjahnya, ia juga berkewajiban menjelaskan hujjah rivalnya yang tidak ia ketahui dan mempertimbangkan argumen-argumen rivalnya sebagaimana ia juga harus mempertimbangkan argumen-argumennya sendiri. Di sini dapat diketahui sikap obyektif atau fanatisme seseorang, kerendahan hati atau kesombongan, berakal atau bodoh. Semoga Allah berkenan menolong kita pada setiap kebaikan.
Selanjutnya Allah mengancam orang-orang yang berbuat curang serta merasa bangga atas kondisi mereka serta tetapnya mereka berada di atas kecurangan seraya berfirman, “Tidaklah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam?” yang mendorong mereka untuk berbuat curang adalah tidak beriman pada Hari Akhir, sebab bila mereka beriman pada Hari Akhir dan mereka mengetahui akan berdiri di hadapan Allah yang akan menghisab mereka atas amalan kecil dan besar, niscaya mereka menjauhkan diri mereka dari kecurangan dan bertaubat.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-6
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ketika Nabi SAW tiba di Madinah, orang-orang Madinah terkenal sebagai orang paling curang dalam takaran. Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (1)) Lalu mereka memperbaiki takaran setelah itu
Makna yang dimaksud dengan “At-tathfif” di sini adalah kecurangan dalam memakai takaran dan timbangan, yang terkadang ditambahi jika menagih orang lain, atau dikurangi jika dia membayar mereka. Oleh karena itu Allah SWT menjelaskan orang-orang yang curang yang Dia ancam dengan kerugian dan kebinsaan yaitu kecelakaan dengan firmanNya: ((yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain) yaitu manusia (mereka minta dipenuhi) yaitu mereka meminta supaya dipenuhi dan diberi tambahan (dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (3)) yaitu merugikan orang lain dengan menguranginya. Hal yang paling baik hendaknya menjadikannya “kalu” dan “wazanu” dianggap sebagai fi'il muta'addi, maka, dhamir “hum” menduduki mahal “nashab”. Sebagian mereka menjadikannya sebagai taukid dari dhamir yang tidak disebutkan dalam firmanNya “kalu” dan “wazanu”, sedangkan maf'ulnya dibuang karena kalam itu sudah menunjukkan kepadanya. Keduanya mempunyai makna yang berdekatan.
Allah SWT memerintahkan untuk memenuhi takaran dan timbangan. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya (35)) (Surah Al-Isra’) dan (Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya) (Surah Al-An'am: 152) serta (Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kalian mengurangi neraca itu (9)) (Surah Ar-Rahman) dan Allah SWT membinasakan kaum nabi Syu'aib dan menghancurkan mereka karena mereka curang terhadap orang lain dalam takaran dan timbangan.
Kemudian Allah SWT berfirman seraya memperingatkan mereka: (Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan (4) pada suatu hari yang besar (5)) yaitu, mereka sama sekali tidak takut kepada hari kebangkitan, yang di hari itu mereka akan dibangkitkan di hadapan Tuhan Yang Mengetahui semua rahasia dan isi hati pada hari yang mengerikan karena banyak hal yang mengejutkan dan sangat mengerikan. Barangsiapa yang merugi pada hari itu, maka dia dimasukkan ke dalam neraka yang panas?
Firman Allah SWT: ((yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (6)) yaitu mereka berdiri dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak berkhitan di tempat pemberhentian yang sulit, sesak, dan menyengsarakan bagi orang yang berdosa, karena mereka diselimuti oleh murka Allah yang tidak ada suatu kekuatan atau indra pun yang mampu bertahan.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW bersabda,”di hari ketika manusia berdiri di hadapan Tuhan alam semesta, sehingga seseorang dari mereka tenggelam ke dalam keringatnya sampai sebatas pertengahan hidungnya”


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Tidak mereka yang berbuat curang itu mengira bahwa mereka akan dibangkitan kembali setelah mereka mati, dibangkitkan kembali pada hari pembalasan dan perhitungan amalan, dan mereka akan melihat apa yang telah mereka kerjakan didunia.

Dalam riwayat lain dikatakan : bahwa makna ( ّيَظُن ) disini adalah meyakini, sebagaimana yang dituliskan dalam ayat lain : { الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ } ( (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. ) [ Al Baqarah : 46 ]

{ أَلَا يَظُنُّ } yakni : apakah mereka tidak meyakini dan mempercayai bahwasanya akan datang waktunya manusia dibangkitkan kembali dari kuburnya kemudian mereka dibawah kesuatu tempat dimana semua manusia berkumpul ditempat itu untuk dihisab amalan mereka, kemudian setelah itu mereka akan mendapat balasan ata ganjaran dari amalan-amalan yang mereka kerjakan didunia, akan tetapi orang-orang kafir dan musyrikin tidak meyakini adanya peristiwa ini, mereka hanya mengira bahwa apa yang telah mereka lakukan akan pergi begitu saja, setelah mereka mengambil harta orang lain lalu kemudian perkara itu selesai, mereka telah berbuat zholim dan mengira bahwa kezholiman mereka tidak akan dipertanggung jawakan.

Tapi sesungguhnya hari kiamat itu benar-benar akan terjadi, dan setiap perbuatan akan ada balasannya, pada hari itu juga Allah akan mengumpulkan secara khusus mereka yang terzholimi dan akan dikembalikan hak-hak mereka dari para pelaku kezholiman itu, lalu apakah hak mereka dikembalikan seperti yang diambil dari mereka didunia.. ? tidak.. akan tetapi hak-hak mereka dikembalikan dengan dipindahkannya kebaikan-kebaikan dari para pelaku kezholiman itu.

Pengadilan pada hari kiamat tidak dengan dirham ataupun dinar, melainkan dengan amalan ; baik itu amalan kebaikan atau keburukan, maka mereka yang telah berbuat zholim akan diambil kebaikan-kebaikan mereka dan diberikan kepada orang ia zholimi didunia, dan jika kebiakan mereka telah habis maka mereka akan binasa dalam neraka jahnnam.

Para pelaku kezholiman akan rugi dan bangkrut pada hari itu sebagaimana mereka telah merugikan orang lain ketika didunia, maka menjadi pelajaran dan peringatan bagi mereka yang terlibat dalam tranasaksi jual beli.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Kemudian Allah Ta’ala berfirman: أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ " Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,"
Tidakkah mereka meyakini dan mengetahui secara yakin, karena الظَّن [azh-zhonn: menduga] yang bermakna yakin sangat banyak dalam al-Quran seperti dalam firman-Nya Ta’ala: الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(QS. Al-Baqarah: 46) firman Allah: الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya”Mereka yakin bahwa mereka akan menemui Allah, tetapi Azh-zhann juga banyak digunakan dengan makna yakin dalam bahasa arab juga.
Dalam ayat ini Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman: أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ " Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan," tidakkah mereka meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan, yakni dikeluarkan dari kubur-kubur mereka untuk Allah Rabb semesta alam.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Muthaffifin ayat 4: Allah takjub (heran) dengan mereka Al Muthaffifin dan berkata : Tidakkah mereka tahu akan konsekuensi dari kedzaliman (mereka) yang nanti akan (dibalas) ketika dibangkitkan di hari kiamat ?


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengancam kembali orang-orang yang berlaku curang itu, dan mengapa mereka masih saja melakukan kecurangan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Muthaffifin Ayat 4

4-5. Allah mengecam mereka, 'mengapa mereka berbuat curang' tidaklah mereka itu mengira bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, yaitu hari kebangkitan yang penuh kejadian mengerikan dan menegangkan''4-5


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian bermacam penjelasan dari berbagai mufassir berkaitan makna dan arti surat Al-Muthaffifin ayat 4 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah untuk kita semua. Dukung kemajuan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Terbanyak Dikunjungi

Terdapat banyak topik yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 97, At-Thalaq, Ali ‘Imran 139, Al-Hadid 20, Al-Baqarah 45, Al-Qamar 49. Juga Al-Isra 25, Al-Jin, Tentang Al-Quran, Ad-Dukhan, Al-Ma’idah 8, Al-Baqarah 43.

  1. Ali ‘Imran 97
  2. At-Thalaq
  3. Ali ‘Imran 139
  4. Al-Hadid 20
  5. Al-Baqarah 45
  6. Al-Qamar 49
  7. Al-Isra 25
  8. Al-Jin
  9. Tentang Al-Quran
  10. Ad-Dukhan
  11. Al-Ma’idah 8
  12. Al-Baqarah 43

Pencarian: ...

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.