Surat Al-Infitar Ayat 3

Text Bahasa Arab dan Latin

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan apabila lautan menjadikan meluap,

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila lautan, Allah menghantamkan sebagian darinya dengan sebagian lainnya sehingga airnya lenyap,

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Bentangan laut yang luas, samudera, teluk-teluk dan sungai-sungai yang sebelumnya terpisah satu sama lainnya, yang Allah meletakkan pembatas-pembatas diantara lautan-lautan tersebut, Allah berfirman : { مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ , بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ } ( Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu , Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. ) [ Ar Rahman : 19 - 20 ] diantara keduanya ada pemisah yang tidak dapat dicapai oleh kedua lautan itu, dan Allah juga mengatakan dalam surah lain : { وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا } ( Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. ) [ Al-Furqan : 53 ].

Dan jika tiba masanya Allah akan mengangkat pembatas-pembatas itu kembali sehingga bercampurlan semua jenis lautan yang ada didunia dan menjadi satu macam laut saja.

Tafsir Hidayatul Insan

Sehingga menjadi satu kesatuan lautan, dimana yang rasanya segar dan yang rasanya asin menyatu.

Tafsir Kemenag

1-4. Ada empat peristiwa besar pada hari kiamat yang disebutkan di bagian awal surah ini, dari ayat 1 s. D. 4. Dua peristiwa yang pertama terjadi di langit dan sisanya di bumi. Apabila langit yang demikian besar dan kukuh terbelah, retak, kemudian digulung. Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, keluar dari garis edarnya, dan berhamburan secara acak akibat hilangnya gaya tarik-menarik antar-benda angkasa. Dan apabila lautan dijadikan meluap, di mana batas antara satu laut dengan lainnya terbelah dan hancur sehingga air meluap. Air tawar dan asin pun menyatu, berkumpul menjadi lautan raksasa tak bertepi. Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar sehingga mayat-mayat yang ada di dalamnya hidup kembali lalu berhamburan keluar tak tentu arah

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018