Surat At-Takwir Ayat 26

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka ke manakah kamu akan pergi?

Tafsir Al-Muyassar

Dimana akal kalian saat kalian mendustakan al-qur’an setelah argument-argument yang kuat ini?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Mana bukti-bukti kalian atas apa yang kalian katakan tentang Al-Qur'an, bukti apa yang dapat kalian perlihatkan perihal Rasulullah dan Jibril seperti yang kalian dustakan tentangnya, mereka sama sekali tidak memiliki bukti dan dalil atas perkataan mereka itu.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ “maka ke manakah kalian akan pergi? Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,” إن [In] di sini bermakna huruf ما [Maa] yang berfungsi sebagai nafiyah [peniadaan] karena إن [In] bisa berfungsi sebagai nafiyah, bisa juga berfungsi syarthiyah dan juga bisa bentuk mukhaffafah dari huruf Inna yang bertasydid, yang bisa membedakan makna-makna ini adalah konteks kalimat. Jika إن datang setelah Illa Maka ia bermakna nafiyah (peniadaan), maknanya: Tidaklah al-Quran yang dibawa oleh Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan Jibril turun dengannya pada hatinya, إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ “hanyalah peringatan bagi semesta alam,” Dzikir di sini maknanya pengingat atau pembelajaran, yaitu al-Quran adalah pengingat dan pembelajaran untuk seluruh alam. Yaitu bahwa mereka belajar dan mengambil pelajaran dengan al-Quran, yang dimaksud seluruh alam di sini adalah siapa pun yang diutus kepadanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107) Allah Ta’ala juga berfirman: تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,” (QS. Al-Furqan: 1) Maka yang dimaksudkan dengan al-‘Aalamiin di sini adalah orang-orang yang diutuk kepada mereka Muhamma shallallaahu ‘alaihi wasallam

Tafsir Hidayatul Insan

Maksudnya, setelah diterangkan bahwa Al Quran itu benar-benar datang dari Allah dan di dalamnya berisi pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus dengan diperkuat bukti-buktinya, ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu, "Maka ke manakah kamu akan pergi?” Padahal tidak ada setelah kebenaran selain kebatilan.

Tafsir Kemenag

Maka, ke manakah kamu akan pergi' jalan mana yang akan kamu pilih untuk menemukan kebenaran' tidak ada yang lebih terang daripada jalan yang dijelaskan oleh Al-Qur'an. 27. Al-qur'an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. Al-qur'an menjelaskan segala sesuatu untuk kebaikan manusia, baik urusan dunia maupun akhirat; mereka yang berbuat baik akan mendapat pahala dan surga, dan yang berbuat jahat akan mendapat dosa dan neraka.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018