Surat At-Takwir Ayat 22

Text Bahasa Arab dan Latin

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

Tafsir Al-Muyassar

Muhammad yang kalian kenal bukan orang gila.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَمَا صَاحِبُكُمْ } Dan rekan kalian, yaitu : Muhammad ﷺ, disebut sebagai rekan karena mereka ( orang-orang Quraisy ) mengetahui siapa Muhammad itu, dan jikalau mereka tidak mengetahuinya, maka tidak disebut sebagai rekan atau sahabat, dan Muhammad itu tinggal diantara mereka sejak kecil hingga besar, mereka mengetahui keseharian Muhammad itu bagaimana, mereka mengetahui garis keturunan Nabi Muhammad ﷺ, Nabi Muhammad tidak asing lagi bagi mereka oleh karena itu Muhammad sebagai rekan atau sahabat bagi mereka.

{ وَمَا صَاحِبُكُمْ } Dan tidaklah rekan kalian itu gila, begitulah orang-orang Quraisy katakan tentang rekan mereka Muhammad ﷺ, bagaimana mungkin mereka mengatakan bahwa Muhammad ﷺ itu gila sedangkan yang ia katakan adalah Al-Qur'an, maka datanglah ini sebagai bantahan atas perkataan mereka tentang Rasulullah Muhammad ﷺ, dan sesungguhnya mereka itu tidak berfikir dan telah melampaui batas.

Allah menurunkan ayat ini sebagai bantahan atas celaan orang-orang qurays terhadap Nabi ﷺ, dalam ayat lain Allah berfirman : { مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ } ( Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. ) [ Al Qalam : 2 ] , dialah Muhammad yang paling cemerlang akalnya diantara manusia.

Tafsir Kemenag

Kami turunkan wahyu melalui jibril kepada nabi Muhammad, temanmu yang kamu kenal baik sifatnya. Dan temanmu itu bukanlah orang gila seperti tuduhanmu kepadanya. Dia adalah seorang yang santun, tepercaya, dan berakhlak mulia. Perkataan orang gila bersifat racauan, tidak beraturan, dan tidak mempunyai nilai. Berbeda dari alqur'an, kitab yang susunan kalimat maupun kandungannya mempunyai nilai sangat tinggi. 23. Ayat ini menegaskan pertemuan antara jibril dalam wujudnya yang asli dengan nabi Muhammad sesaat setelah nabi menerima wahyu pertama di gua hira. Kaum musyrik mendustakan hal tersebut. Dan sungguh, dia telah melihatnya, yakni melihat jibril, di ufuk yang terang, sehingga tidak dapat diragukan bahwa sosok yang datang itu adalah jibril.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018