Surat At-Takwir Ayat 14

Text Bahasa Arab dan Latin

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila semua ini terjadi, setiap jiwa yakin dan melihat apa yang dilakukannya, baik atau buruk.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan jika semua itu terjadi, maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah ia perbuat didunia, baik mauoun buruknya, dan sekali-kali mereka tidak mungkin akan mengingkari dan tidak pula mereka akan menghidar darinya; dan jika lisan mereka mendustakan maka kulit merekalah yang akan menjadi saksi, anggota tubuh lainnya akan bersaksi atas apa yang telah mereka perbuat didunia, amalan yang dilakukan oleh anakn adam tidak akan sia-sia, semuanya akan mendapat balasan ataupun ganjaran.

Tafsir Hidayatul Insan

Baik atau buruk.

Peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat yang Allah Subhaanahu wa Ta'aala sebutkan ini termasuk peristiwa yang mencemaskan hati, menegangkannya, dan membuat anggota badan merinding ketakutan. Demikian juga mendorong orang-orang yang berakal untuk mempersiapkan diri menghadapi hari itu serta mencegah mereka dari melakukan sesuatu yang mendatangkan celaan. Oleh karena itulah, sebagian kaum salaf berkata, “Barang siapa yang ingin memperhatikan hari Kiamat seakan-akan ia melihatnya secara langsung, maka tadabburilah surah Idzasy syamsu kuwwirat.”

Tafsir Kemenag

Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk. 15-18. Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur'an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari. Yang beredar di garis edarnya dan terbenam, demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya, dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur'an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018