Surat At-Takwir Ayat 14

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila semua ini terjadi, setiap jiwa yakin dan melihat apa yang dilakukannya, baik atau buruk.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan jika semua itu terjadi, maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah ia perbuat didunia, baik mauoun buruknya, dan sekali-kali mereka tidak mungkin akan mengingkari dan tidak pula mereka akan menghidar darinya; dan jika lisan mereka mendustakan maka kulit merekalah yang akan menjadi saksi, anggota tubuh lainnya akan bersaksi atas apa yang telah mereka perbuat didunia, amalan yang dilakukan oleh anakn adam tidak akan sia-sia, semuanya akan mendapat balasan ataupun ganjaran.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Allah Ta’ala berfirman: عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ “maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.” Maknanya: Apa apa yang telah ia lakukan berupa kebaikan dan keburukan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ “Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya” Yakni: dihadirkan juga: تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ “Ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran: 30) pada hari itu setiap jiwa akan tahu apa-apa yang telah ia hadirkan dari kebaikan atau keburukan, di dunia pun kita mengetahui apa apa yang telah kita perbuat berupa kebaikan dan keburukan namun betapa cepatnya kita melipakannya, kita melupakan canyak sesuatu, baik itu ketaatan ketaatan juga kemaksiatan-kemaksiatan, namun itu semua tidak akan pergi begitu saja sebagaimana kita melupakannya begitu saja! Namun demi Allah, itu akan tetap ada, apa bila kiamat tiba, anda akan menghadirkannya dengan mengikrarkan pengakuan bahwa anda yang telah berbuat, oleh karenanya Allah Ta’ala berfirman: عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ “maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.”
Maka sepantasnya, bahkan wajib atas setiap insan memperhatikan ayat-ayat ini, dan mengambil pelajaran dari pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya, dan mengimaninya seakan-akan ia melihatnya dengan mata telanjang, karena segala yang diberitakan Allah, dan kita mengetahui kandungannya, semua itu lebih diyakini kebenarannya bagi kita dari pada apa-apa yang kita saksikan dengan mata-mata kita dan kita dengan dengan telinga kita, karena berita Allah tidak mungkin dusta, pasti benar, sedangkan yang kita lihat atau kita dengan banyak berita yang tidak jelas, terkadang anda melihat sesuatu yang jauh terlihat hantu yang tergamvar dibenak anda, padahal itu tidak sesuai dengan kenyataannya, terkadang anda mendengar suara suara sesuatu yang tergambar di benak padahal kenyataannya tidak sepeti yang anda kira, dugaan yang tidak jelas kebenaran itu terlintas denganpanca indra, tetapi berita dari Allah ‘Azza Wa Jalla, jika sudah diketahui kandungannya tidak mungkin ada ketidak pastian atau ketidak jelasan selamanya. Karena beritanya pasti benar, perkara-perkara yang Allah sebutkan pada ayat-ayat ini adalah perkara hakiki, anda wajib mengimaninya, seakan-akan anda melihatnya dengan mata telanjang. Kemudian setelah mengimaninya wajib bagi anda untuk mengamalkan konsekuensi yang ditunjukkan oleh ayat-ayat ini dengan mengambil pelajaran dan peringatan juga melaksanakan kewajiban, dan meninggalkan larangan-larangan, sehingga anda menjadi ahli al-Quran yang membacanya dengan sebenar-benarnya.

Tafsir Hidayatul Insan

Baik atau buruk.

Peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat yang Allah Subhaanahu wa Ta'aala sebutkan ini termasuk peristiwa yang mencemaskan hati, menegangkannya, dan membuat anggota badan merinding ketakutan. Demikian juga mendorong orang-orang yang berakal untuk mempersiapkan diri menghadapi hari itu serta mencegah mereka dari melakukan sesuatu yang mendatangkan celaan. Oleh karena itulah, sebagian kaum salaf berkata, “Barang siapa yang ingin memperhatikan hari Kiamat seakan-akan ia melihatnya secara langsung, maka tadabburilah surah Idzasy syamsu kuwwirat.”

Tafsir Kemenag

Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk. 15-18. Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur'an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari. Yang beredar di garis edarnya dan terbenam, demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya, dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur'an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018