Surat At-Takwir Ayat 10

وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila buku catatan amal disodorkan.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ } Dan apabila catatan amal perbuatan manusia dibagikan, segala sesuatu yang diperbuat oleh tubuh manusia tercatat dalam lembaran khusus, catatan itu ditulis oleh Malaikat yang terpercaya, dan pada hari kiamat catatan itu akan diperihatkan kepada pemiliknya, entah mereka akan menerimanya dengan tangan kanan atau tangan kiri, kemudian dikatakan kepada mereka : { اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا } ( “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.) [ Al Isra : 14 ] , dan ketika orang mukmin pun bahagia dengan diterimanya lembaran amalan mereka dan mereka berkata : { هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ } ( “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. ) [ Al Haqqoh : 19 ] mereka pun menyampaikannya kepada orang-orang karena bahagia, sedangkan mereka yang celaka akan berkata ketika catatan amalan mereka terima : { يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ , وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَه , مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ } ( “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) , Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku , Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu ) [ Al Haqqoh : 25 - 27 ] , orang-orang celaka tidak menginginkan kitab mereka disodorkan kepada mereka, akan tetapi lembaran catatan amalan itu sudah menjadi ketentuan Allah dan akan diserahkan kepada setiap pemiliknya, Allah berfirman : { وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا , اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا } [ Al Isra' : 13-14 ] setiap orang akan membaca catatan amalannya walaupun ketika didunia ia tidak dapat membaca, Allah berfirman : { وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا } ( Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. ) [ Al Kahfi : 49 ] .

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ “dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,” الصُّحُفُ [Ash-Shuhuf] jamak untuk kata صَحِيْفَة [Shahiifah] yang berarti tempat ditulisnya perbuatan-perbuatan manusia. Ketahuilah wahai insan, bahwa segala tindakan yang kamu lakukan berupa ucapan atau perbuatan semua itu ditulis dan direkam dalam catatan-catatan yang dipegang oleh malaikat-malaikat yang amanat, mulia yang menulisnya, mereka tahu segala perbuatan kalian, segala sesuatu yang kamu perbuat terekam hingga nantinya akan dibalas di hari kiamat. Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla mengatakan dalam kitab-Nya: وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan kalungnya pada lehernya. ” Yakni: amal perbuatannya di lehernya وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا “Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” terbuaka. اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al-Israa: 14) Ucapan kita sekarang, yang kita bicarakan ini ditulis, ucapan sebagian kalian dengan yang lain ditulis, semua ucapan ditulis: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(QS. Qaf: 18)
Oleh karenanya, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ “ Di antara wujud baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak pantas baginya ”(1) Beliau juga bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam ”(2) kerena segala sesuatu akan ditulis, dan barang siapa yang banyak bicara maka ia akan sering terjatuh, yakni orang yang sering berbicara maka ia akan banyak terjatuh dan keliru. Maka jagalah lisanmu, kerena catatan-catatan akan tertulis didalamnya segala yang anda ucapkan dan akan dibukakan untukmu di hari kiamat kelak.

(1) dikeluarkan Tirmidzi (2317) Ibnu Majah (3976) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu anhu dinyatakan shahih oleh al-Albaniy dalam shahihuljaami' (5911)
(2) Dikeluarkan Bukhari (6018) dan Muslim (47) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

Tafsir Hidayatul Insan

Dan dibagikan kepada para pelakunya, maka di antara mereka ada yang mengambil dengan tangan kanannya, ada pula yang mengambil dengan tangan kirinya atau dari belakang punggungnya.

Tafsir Kemenag

8-13. Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya, karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup. Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka. Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya. Dan apabila neraka jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018