Surat At-Takwir Ayat 9

Text Bahasa Arab dan Latin

بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Karena dosa apakah dia dibunuh,

Tafsir Al-Muyassar

“dosa apa yang membuatnya dikubur?”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Atas dasar apakah mereka dibunuh ? bukankan pembunuhan dengan cara yang tidak benar itu dilarang, lalu apa alasan mereka tega membunuh anak-anak perempuan mereka ? sungguh itu hanyalah kebodohan dan kejahiliaan mereka, dan mereka tidak akan meninggalkan dunia ini begitu saja, akan tetapi mereka akan dimintai pertanggung jawaban atas kelakuannya dan Allah akan mengambil hak-hak anak-anak perempuan mereka dari amalan-amalan bapak mereka.

Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa kedudukan perempuan sangatlah tinggi, dan bahwasanya merendahkan mereka sangat tidak diajurkan, terlebih lagi dengan cara memusnahkan mereka dengan cara membunuhnya, juga tidak dengan merenggut kemurnian dirinya, dan kemuliaan dirinya, atau menempatkannya pada pekerjaan yang tidak sesuai dengannya.



Tafsir Hidayatul Insan

Sudah menjadi maklum, bahwa bayi-bayi itu tidak punya dosa. Dalam ayat ini terdapat celaan keras kepada orang yang menguburnya hidup-hidup.

Tafsir Kemenag

8-13. Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya, karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup. Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka. Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya. Dan apabila neraka jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018