Surat At-Takwir Ayat 8

Text Bahasa Arab dan Latin

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya pada hari kiamat untuk menenangkannya dan membuat menangis orang yang mengkuburkannya,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup sampai ia mati dibawah tanah, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah kepada anak-anak perempuan mereka, mereka benci dengan adanya anak perempuan dikeluarga mereka, dikarenakan mereka takut dengan kemiskinan akan menimpa mereka, atau mereka takut dengan penyakit yang bisa menimpa bayi mereka, dan penyakit itu akan menular ke badan mereka, maka mereka pun menghindari hal itu dengan membunuh bayi-bayi perempuan mereka, Allah berfirman : { وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ } ( Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih. ) [ Az Zukhruf : 17 ] , dalam ayat lain Allah berfirman : { أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ } ( Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. ) [ Am Nahl : 59 ] .

Allah menciptakan perempuan dengan tujuan agar mereka melakukan pekerjaan yang diadakan karena penciptaan mereka sendiri, agar mereka beribadah hanya kepada Allah, agar mereka menjadi itsri sholehah bagi suami-suami mereka, agar mereka merawat anak-anak mereka, mereka memilik pekerjaan yang baik yang tidak dapat dilakukan oleh laki-laki, begitupun sebaliknya ada pekerjaan yang tidak dapat mereka lakukan kecuali hanya kaum laki-laki yang dapat melakukannya, segala sesuatu telah Allah tentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing, sehingga terlengkapilah semua kemaslahatan dan semua kerja keras dapat terselesaikan dengan saling menopang satu sama liannya, agar terbentuk keluarga yang darinya komunitas masyarakat dapat terbentuk.

Pada zaman sekarang ini bermunculan diantara manusia orang-orang yang mengikuti jejak orang-orang jahiliyah, mereka yang dulunya pada zaman jahiliya menguburkan anak-anak perempuan mereka dibawah tanah, dan sekarang cara mereka adalah dengan menguburkan anak perempuan mereka hidup-hidup diatas tanah, yakni : mereka menguliti anak perempuan mereka dari dari segi akhlaknya dan mereka juga melepaskan anak-anak perempuan mereka dari pekerjaan yang sesuai untuk mereka, dan mengalihkannya kepada pekerjaan kaum laki-laki, mereka pun membuat anak-anak perempuan mereka menghilangkan rasa malu, dan akhirnya dengan akhlaq yang buruk mereka pun seakan-akan tidak berpenampilan layaknya wanita dan tidak pula seperti laki-laki, karena tidak mungkin seorang wanita berubah menjadi laki-laki dan seorang wanita yang terlepas dari kriteria akhlaq baik seorang wanita , tidak layak pula disebut sebagai wanita, maka seolah-olah ia tidak nampak layaknya seorang pria ataupun wanita, itulah yang dimaksud dengan mengubur hidup-hidup secara maknawi, bahkan bisa lebih buruk dari makna yang sebenarnya, karena jika sesorang dikubur hidup-hidup maka ia akan mati terbunuh, akan tetapi dengan cara mebgubur mereka hidup-hidup dari segi akhlaq tentunya mereka masih hidup dalam kehinaan, dan tidak lagi berharga diantara manusia, itulah yang orang-orang kafir inginkan terhadap wanita-wanita muslimah, dan hal itu telah mereka lakukan dengan bekerjasama dengan sekutu-sekutu mereka dari orang-orang sekuler dan liberal yang sebenarnya mereka adalah dari kaum muslimin.

{ سُئِلَتْ } Apakah anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu akan ditanya ? ya.. mereka akan ditanya, dan dikatakan kepada mereka : siapakah yang telah membunuhmu ? dan mereka pun mengatakan : ayahku lah yang telah membunuhku.

Tafsir Hidayatul Insan

Karena merasa malu mempunyai anak perempuan atau karena takut miskin.

Tafsir Kemenag

8-13. Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya, karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup. Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka. Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya. Dan apabila neraka jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018