Surat At-Takwir Ayat 7

Text Bahasa Arab dan Latin

وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila jiwa-jiwa disandingkan dengan padanan dan rekanannya.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan apabila setiap jiwa dipertemukan dengan rekanannya, setiap mereka di dikumpulkan dengan jiwa-jiwa lainnya, orang-orang beriman dikumpulkan bersama orang beriman lainnya, dlam sebuah hadits dikatakan : (( من أحب قوما حشر معهم )) "barangsiapa yang mencintai suatu kaum maka dia akan di bangkitkan bersama mereka", para ahli kufur, orang-orang munafik, dan para pelaku kesyirikan, akan dikumpulkan secara bersamaan dikelompok yang sama, Allah berfirman : { احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ } ( (kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah ) [ As Saffat : 22

Orang-orang jahat akan dikumpulkan bersama orang-orang jahat lainnya, dan orang-orang baik-akan bersama dengan orang-orang baik pula, mereka yang dulunya ketika didunia saling bermuamalah dan berkomunikasi satu sama lainnya, orang buruk dan orang baik, kafir dan mukmin, mereka didunia tinggal bersama dan saling bertetangga, akan tetapi ketika tiba saatnya kiamat itu terjadi mereka akan dipisahkan, Allah berfirman : { وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ } ( Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. ) [ Yaa siin : 59 ] , orang-orang jahat dipisahkan dari gerombolan orang baik, dan saat itulah mereka bersiap-bersiap untuk penerimaan balasan.

Tafsir Hidayatul Insan

Menurut Syaikh As Sa’diy adalah dengan disatukan orang yang sama amalnya, sehingga disatukan orang yang baik dengan orang yang baik, orang yang buruk dengan orang yang buruk. Demikian pula disatukan kaum mukmin dengan bidadari, dan orang-orang kafir dengan para setan.

Tafsir Kemenag

1-7. Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama ' disebutkan dari ayat 1 s. D. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup. Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit. Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan. Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya. Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan. Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya. Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya. 8-13. Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya, karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup. Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka. Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya. Dan apabila neraka jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018