Daftar Isi > 'Abasa > ‘Abasa 6

Surat ‘Abasa Ayat 6

فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ

Arab-Latin: Fa anta lahụ taṣaddā

Artinya: Maka kamu melayaninya.

« 'Abasa 5'Abasa 7 »

GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Pelajaran Menarik Tentang Surat ‘Abasa Ayat 6

Paragraf di atas merupakan Surat ‘Abasa Ayat 6 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran menarik dari ayat ini. Terdapat sekumpulan penjelasan dari para ahli tafsir terhadap kandungan surat ‘Abasa ayat 6, antara lain seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5-7. Orang yang tidak memerlukan petunjuk-Nya, Kamu justru mengurusi dan mendengarkan ucapannya, Apa salahmu bila kamu tidak menyucikannya dari kekafirannya?


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

6. Maka engkau melayaninya dan menemuinya.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

6. فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ (maka kamu melayaninya)
Yakni kamu menghadap kepadanya dengan wajah dan percakapanmu, sedangkan dia menampakkan ketidakpedulian kepadamu dan keengganan atas risalah yang kamu datangkan.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

6-7. Engkau justru mengharap mereka memeluk ajaran dan beriman kepadamu. Padahal engkau tidak akan menjadi cela kalaupun mereka tidak mau menyucikan dirinya kepada Islam. Sampai menjadikanmu begitu mengharap mereka, namun menolak orang yang justru hendak meminta petunjuk kepadamu


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Kepadanya kamu memberi perhatian} menghadapi dan mendengarkan ucapannya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat 1-10
Sebab turunnya ayat-ayat mulia ini adalah seorang mukmin buta datang seraya bertanya kepada Nabi dan belajar dari beliau, kemudian ada orang kaya juga datang. Nabi amat ingin menunjukkan manusia, hanya saja beliau lebih condong pada orang kaya dan berpaling dari si buta lagi miskin demi mengharap agar si kaya mendapat petunjuk dan demi agar si kaya menyucikan hatinya. Lalu Allah menegurnya dengan tegurann lembut ini seraya berfirman;
“dia (Muhammad) bermuka masam” di wajah beliau, “dan berpaling” dengan raganya karena orang buta mendatanginya. Kemudian Allah menyebutkan manfaat menyambutnya seraya berfirman, “Tahukah kamu barangkali ia,” yakni orang buta tersebut, “ingin membersihkan dirinya (dari dosa),” yaitu membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin berakhlak terpuji, “atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya,” yakni, mendapatkan pengajaran tentang sesuatu sehingga ia mendapatkan manfaat dari pelajaran itu. Ini adalah manfaat besar dan itulah maksud diutusnya para rasul, maksud dari petuah orang yang memberi nasihat dan maksud dari peringatan orang yang memberi peringatan. Sambutanmu pada orang orang yang datang sendiri seraya memerlukanmu itu lebih layak dan wajib, sedangkan berpalingnya engkau pada orang kaya yang tidak memerlukanmu yang tidak mau bertanya dan meminta fatwa karena tidak memiliki keinginan pada kebaikan dan engkau tinggalkan orang lebih utama itu tidak layak bagimu. Tugasmu hanyalah memberi pengajaran, bila pun ia tidak mau mengambil pelajaran dengan membersihkan diri, engkau tidak akan dimintai pertanggung jawab atas perbuatan buruk yang ia lakukan.
Hal ini menunjukan pada kaidah masyhur; sesuatu yang telah diketahui tidak ditinggalkan untuk sesuatu yang belum jelas. Dan menyambut murid yang memerlukan dan penuh kemauan lebiih layak dari yang lainnya.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Kamu justru lebih mementingkannya ( orang-orang kafir ) yang mereka tidak senang dan ingin menerima kebenaran ketimbang melayani laki-laki buta itu yang bertujuan untuk menerima kebenaran yang kamu sampaikan wahai Muhammad .


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى “maka kamu melayaninya” Engkau terbuka dan meminta agar bersedia menyambutmu dan engkau menyambutnya.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat ‘Abasa ayat 6: 5-10. Kemudian Allah berkata kepada Nabi-Nya dengan merinci, Allah berkata : Adapun orang-orang yang telah datang kepadamu dan ia termasuk orang yang kaya dengan hartanya namun menolak akan agama Allah, maka apakah hal seperti ini yang ia datang dengan penolakan patut untuk diurusi ucapannya ? Maka pada hal yang demikian tidak ada dosa bagimu dan kewajiban jika ia tidak mau mensucikan kotoran kekufuran dan kemaksiatannya. Adapun orang yang buta ini datang kepadamu dengan bersegera karena sebab takut dari adzab Allah dan hukuman dari-Nya, sedangkan engkau malah tersibukkan dan berpaling darinya, kemudian berpaling menuju kepada mereka pembesar-pembesar kafir untuk mendakwahinya.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat ‘Abasa Ayat 6

5-6. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup dengan apa yang dia punya, seperti kedudukan, status sosial, dan kekayaan; sehingga dia enggan beriman kepada Allah dan mengikuti ajaranmu, maka engkau justru memberi perhatian kepadanya secara penuh agar jika dia masuk islam dan menjadi pelopor bagi pengikutnya. Dalam berdakwah kepada pemuka quraiys, nabi sebetulnya mempunyai niat yang mulia, tetapi Allah menegur perlakuan nabi kepada 'abdull'h lebih karena dia menginginkan nabi melakukan sesuatu yang lebih baik. 7. Wahai nabi, mengapa engkau lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemuka quraisy itu, padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak menyucikan diri dengan beriman kepada Allah' tugasmu hanyalah menyampaikan wahyu, dan setelah itu tidak ada dosa bagimu jika dia tetap berpaling dan enggan mengikuti petunjukmu. Lalu, mengapa engkau menomorduakan permintaan orang buta lagi fakir yang ingin belajar islam darimu'.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikianlah berbagai penjelasan dari banyak mufassirun mengenai isi dan arti surat ‘Abasa ayat 6 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan bagi kita. Bantu kemajuan kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Dapatkan pahala jariyah dengan mengajak membaca al-Qur'an dan tafsirnya. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis

Rahasia Rezeki Berlimpah

Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Alhamdulillaah, kini semakin mudah membaca Al-Quran dengan tafsirnya. Tinggal klik link yang berwarna biru, pilih surat dan ayat yg mau dibaca, maka akan keluar tafsir lengkapnya.
 
*Klik » tafsirweb.com/start*
 
Dapatkan pahala jariyah dengan share info berharga ini

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah: