Surat Ali ‘Imran Ayat 58

ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ ٱلْءَايَٰتِ وَٱلذِّكْرِ ٱلْحَكِيمِ

Arab-Latin: żālika natlụhu 'alaika minal-āyāti waż-żikril-ḥakīm

Artinya: Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah.

« Ali 'Imran 57Ali 'Imran 59 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Dengan Surat Ali ‘Imran Ayat 58

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 58 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi kandungan berharga dari ayat ini. Ditemukan variasi penjabaran dari banyak ahli tafsir terhadap isi surat Ali ‘Imran ayat 58, di antaranya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Itulah yang kami kisahkan kepadamu tentang perkara Isa, diantara dalil-dalil yang jelas atas kebenaran risalahmu, dan kebenaran al-quran al-hakim yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan, maka tidak ada keraguan pedanya dan tidak ada kebohongan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

58. Hai Muhammad, kisah agung yang Kami bacakan kepadamu dengan perantara Jibril merupakan bagian dari bukti yang jelas atas kebenaran kenabianmu dan kebenaran al-Qur’an yang mengandung hikmah yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

58. Kisah tentang Isa yang telah Kami bacakan kepadamu itu adalah bagian dari tanda-tanda nyata yang menunjukkan kebenaran wahyu (Al-Qur`ān) yang diturunkan kepadamu. Dan (Al-Qur`ān) itu adalah peringatan bagi orang-orang yang bertakwa dan merupakan sesuatu yang muhkam (pasti) yang tidak disusupi kebatilan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

58. ذٰلِكَ ( Demikianlah)
Sebagai isyarat yang ditujukan kepada apa yang telah belalu, berupa berita Nabi Isa dan yang lainnya.

مِنَ الْاٰيٰتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ ( sebagian dari bukti-bukti dan peringatan yang penuh hikmah)
Yakni yang terkandung didalamnya hikmah-hikmah, atau sesuatu yang tertata yang tidak ada kekurangan didalamnya; dan yang dimaksud disini adalah al-qur’an.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

58 Cerita tentang kisah Isa dan Maryam itu Kami kisahkan kepada kamu wahai Nabi Allah sebagi salah satu bukti kebenaran kerasulanmu dan dari Al Quran yang penuh hikmah. Hasan Al bashri berkata: Datang seorang rahib dan dua orang tukang kayu, salah satu dari mereka berkata: Siapa ayah Isa? Maka rasul Allah tidak panik, sampai diperintahkan oleh tuhannya, maka turunlah kepadanya ayat ini dari awal hingga akhir ayat 60.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Itulah yang Kami bacakan kepadamu sebagian bukti-bukti} tanda-tanda yang menunjukkan kenabianmu {dan peringatan yang penuh hikmah} yang penuh hikmah


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

58. maksudnya, al-Quran yang agung ini yang di dalamnya terdapat kisah orang-orang terdahulu dan yang datang belakangan, para nabi dan rasul merupakan ayat-ayat Allah yang jelas. Dan al-quran selalu mengingatkan manusia pada setiap perbuatan mereka, Dia adalah pemutus perkara yang bijaksana dan kisah-kisah yang benar, serta hukum-hukum yang baik.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 55-58
Para mufasir berbeda pendapat tentang firman Allah (sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku). Qatadah dan lainnya berkata ini adalah sesuatu yang didahulukan dan diakhirkan, maksudnya “Sesungguhnya Aku mengangkatmu kepadaKu dan mewafatkanmu”, yaitu setelah itu.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa “Mutawaffika” maknanya yaitu mematikanmu.
Mathar Al-Waraq berkata “mematikanmu” di dunia, dan itu bukanlah wafat berupa kematian. Demikian pula yang dikatakan Ibnu Jarir. Bahwa mematikannya maknanya adalah mengangkatnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan wafat di sini adalah tidur, sebagaimana Allah berfirman: (Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari) (Surah Al-An'am: 60) dan (Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (42)) (Surah Az-Zumar) Demikian pula Rasulullah SAW ketika bangun dari tidur biasa mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami...”, Allah SWT berfirman: (Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina) (156) dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka) sampai firmanNya (mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (157) Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (158) Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka) (Surah An-Nisa').
Dhamir dalam firmanNya: (Qabla mautihi) merujuk kepada nabi Isa, yaitu: bahkan dari Ahli Kitab tidak ada yang akan beriman kepada nabi Isa sebelum kematian nabi Isa. Hal itu ketika dia turun ke bumi sebelum hari kiamat sesuai dengan penjelasan yang akan datang, maka pada saat itu seluruh Ahli Kitab akan beriman kepadanya, karena dia akan memberlakukan jizyah dan hanya menerima Islam.
Firman Allah SWT (membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir) yaitu dengan mengangkatmu ke langit (dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat) Demikianlah yang terjadi, sesungguhnya nabi Isa, ketika Allah mengangkatnya ke langit, para pengikutnya terpecah menjadi berbagai kelompok. Di antara mereka ada yang percaya bahwa dia adalah hamba Allah, RasulNya, dan putra dari umatnya. Ada juga di antaranya yang ada yang melebihkan dan menyebutnya sebagai anak Allah, ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah Allah, serta ada yang mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari Trinitas. Allah telah mengisahkan pendapat mereka dalam Al-Qur'an dan memberikan balasan terhadap setiap kelompok.
Rasulallah SAW yang jujur dan bisa dipercaya telah memberitahukan kepada umatnya bahwa kelompok lainnya dari mereka akan menaklukkan Konstantinopel dan mengambil harta di dalamnya, serta membunuh orang-orang Romawi dengan melakukan pembantaian yang sangat besar, yang belum pernah dilihat oleh manusia sebelumnya dan tidak akan ada yang serupa setelahnya. Semua ini dijelaskan dalam satu bagian oleh karena itu Allah SWT berfirman : (dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat) yaitu pada hari kiamat (dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya (55) Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong (56)). Demikianlah yang akan Allah SWT lakukan terhadap orang yang mengingkari nabi Isa dari golongan orang-orang Yahudi atau melebihkan statusnya dan terlalu memujinya dari golongan orang Nasrani. Allah menyiksa mereka dengan dibunuh dan disandera, serta mengambil harta dan menghilangkan kekuasaan mereka. Dan di akhirat menyiksa dengan azab yang lebih keras dank eras. (Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras) [Surah Ar-Ra'd: 34], (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka) yaitu di dunia dan akhirat, di dunia dengan diberi pertolongan dan kemenangan, sedangkan di akhirat diberi surga yang tinggi. (dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim)
Kemudian Allah berfirman: (Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah (58)) yaitu ini adalah yang Kami kisahkan kepadamu, wahai Muhammad, mengenai urusan Isa, permulaan kelahirannya, dan bagaimana dia diutus. Ini adalah apa yang difirmankan dan diwahyukan oleh Allah SWT kepadamu, serta diturunkan kepadamu dari Lauhil Mahfuzh. Oleh karena itu, tidak ada keraguan di dalamnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Maryam: (Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (34) Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia (35)) (Surah Maryam), dan di sini Allah berfirman:


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 58: Yang demikian itu (yang) Kami bacakan-dia kepada-mu (adalah) sebahagian daripada tanda-tanda dan (sebahagian daripada) peringatan yang terpelihara.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 58

Demikianlah, kami bacakan kepadamu, wahai nabi Muhammad, sebagian ayat-ayat atau bukti-bukti kebenaran risalahmu melalui kisahkisah umat terdahulu, antara lain, kisah nabi isa bin maryam dan nabi zakaria, dan peringatan yang penuh hikmah; itulah Al-Qur'an. Setelah Al-Qur'an menjelaskan tentang bukti-bukti kemuliaan isa bin maryam serta sikap pro dan kontra dari kaumnya, maka ayat ini menunjukkan kekeliruan mereka yang menganggap isa sebagai anak tuhan karena terlahir tanpa bapak. Sesungguhnya perumpamaan penciptaan nabi isa tanpa bapak bagi Allah bukanlah sesuatu yang mustahil, seperti penciptaan adam yang terlahir tanpa bapak dan ibu. Dia menciptakannya, nabi isa, sebagaimana adam, dari tanah, kemudian dia berkata kepadanya, jadilah! maka jadilah sesuatu itu. Allah mahakuasa. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apa pun yang dikehendaki-Nya pasti akan terwujud dan tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi-Nya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beberapa penjelasan dari para pakar tafsir terkait isi dan arti surat Ali ‘Imran ayat 58 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita. Bantulah perjuangan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Tersering Dibaca

Nikmati banyak materi yang tersering dibaca, seperti surat/ayat: Bismillah, Al-Lahab, An-Nisa 59, Al-Kahfi 1-10, Al-Qari’ah, Yusuf. Serta An-Naziat, Quraisy, Al-‘Ashr, An-Nashr, Az-Zumar 53, Al-Ma’idah 3.

  1. Bismillah
  2. Al-Lahab
  3. An-Nisa 59
  4. Al-Kahfi 1-10
  5. Al-Qari’ah
  6. Yusuf
  7. An-Naziat
  8. Quraisy
  9. Al-‘Ashr
  10. An-Nashr
  11. Az-Zumar 53
  12. Al-Ma’idah 3

Pencarian: ayat kursi ayat 82, surat al anbiya ayat 89 dan terjemahannya, al fath latin, al baqarah ayat latin, surat al kahfi ayat 100

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.