Surat Nuh Ayat 10

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

Arab-Latin: Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā

Artinya: Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

« Nuh 9Nuh 11 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Terkait Surat Nuh Ayat 10

Paragraf di atas merupakan Surat Nuh Ayat 10 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam tafsir mendalam dari ayat ini. Diketemukan beragam penafsiran dari kalangan ahli ilmu terkait isi surat Nuh ayat 10, misalnya seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5-10. Nuh berkata, “wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman kepadaMu malam dan siang, tetapi ajakanku kepada mereka agar beriman tidak membuat mereka kecuali berlari dan berpaling. Setiap kali aku mengajak mereka agar beriman kepadaMu, agar dosa-dosa mereka diampuni, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga-telinga mereka, agar mereka tidak mendengar dakwah kebenaran, mereka menutup wajah mereka dengan kain agar tidak melihatku, mereka tetap bersikukuh di atas kekafiran mereka, menyombongkan diri dan menolak iman dengan kesombongan yang besar. Kemudia aku mengajak mereka agar beriman secara terang-terangan, tidak bersembunyi. Kemudian aku mengumumkan dakwah dengan suara tinggi dalam satu kondisi dan memelankannya dalam kondisi lainnya. Aku berkata kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan dari dosa-dosa kalian, sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hambaNya dan kembali kepadaNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

10-12. Pada ayat-ayat ini dijelaskan sebagian ucapan Nabi Nuh ang disampaikan kepada kaumnya, demi mendekatkan dan mendorong mereka kepada keimanan. Nabi Nuh menyeru mereka agar memohon ampun kepada Allah jika mereka telah beriman kepada-Nya, karena Allah Maha Mengampuni dosa dan Maha Menerima taubat.

Dan Nabi Nuh menjanjikan mereka bahwa jika mereka beriman dan memohon ampun kepada Allah maka Allah akan menurunkan hujan lebat, menambah harta dan keturunan mereka, dan melapangkan dan memudahkan kehidupan mereka; sehingga negeri mereka akan dipenuhi kebun-kebun yang berbuah lebat, dan sungai-sungai mengalir yang dapat mereka nikmati.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

10. Lalu aku katakan kepada mereka, "Wahai kaumku, mintalah ampunan kepada Rabb kalian dengan bertobat kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha pengampun atas dosa-dosa orang yang bertobat kepada-Nya dari hamba-hamba-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

10-13

1). Amirul Mukminin Umar bin khattab menaiki ke mimbar; Untuk meminta turun hujan, ia tidak membaca apa-apa lebih dari bacaan istighfar, dan bebrapa ayat di dalam istighfar, termasuk firman Allah ta'ala: { فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا } "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" [10] { يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا } "Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat" [11], kemudian 'Umar mengatakan: "Aku telah meminta turun hujan melalui gumpalan-gumpalan di langit yang melaluinya hujan turun"

2). Saham semakin anjlok, harga melambung, jutaan burung mati, ribuan unta mati, tanah
menjadi tandus, semua ini merupakan cobaan, jika kita memastikan dengan ayat ini, maka kelegaan akan datang kepada mereka yang tidak mengingkari janji


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

10. Lalu aku berkata kepada mereka: “Mintalah ampunan kepada Allah dari kekufuran dan kesyirikan (kalian). Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dosa-dosa hambaNya yang bertaubat”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Lalu aku berkata,“Mohonlah ampun kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

10-12. “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu’.” Yakni, tinggalkan dosa kalian dan mintalah ampunan pada Allah atas dosa-dosa kalian itu, “sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,” yang banyak ampunanNya bagi orang yang bertaubat dan meminta ampun.
Nabi Nuh mendorong kaumnya untuk meminta ampunan atas segala dosa serta melakukan apa-apa yang mendatangkan pahala dan terhindar dari siksa. Nabi Nuh juga mendorong mereka pada kebaikan dunia yang disegerakan seraya berkata “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,” yakni, hujan lebat yang menghidupkan negeri dan manusia, “dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,” yakni memperbanyak harta yang dengan harta itu kalian bisa mendapatkan apa saja yang kalian inginkan dan juga anak-anak kalian, “dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” inilah di antara puncak kenikmatan dan tuntutan dunia.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 5-20
Allah SWT memberitahukan tentang hamba dan RasulNya, nabi Nuh bahwa dia mengadu kepada Tuhannya SWT tentang apa yang dia jumpai pada kaumnya dan kesabarannya dalam menghadapi mereka pada masa yang panjang, yaitu sembilan ratus lima puluh tahun, yang selama itu dia menerangkan dan menjelaskan kepada kaumnya dan menyeru mereka ke jalan petunjuk dan jalan yang lurus. Jadi Allah SWT berfirman: (Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang) yaitu aku terus menyeru mereka malam dan siang karena menjalankan perintahMu dan taat kepadaMu (maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran) (6)) yaitu setiap kali aku menyeru mereka untuk mendekati kebenaran, maka mereka lari dan menyimpang darinya (Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya)) yaitu mereka menutupi telinganya agar tidak mendengar seruan yang aku serukan kepada mereka. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang kafir Quraisy: (Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka)" (26)) (Surah Fushshilat)
(dan menutupkan bajunya (ke mukanya)) mereka menutupi kepalanya agar tidak dapat mendengar apa yang dia katakan (dan mereka tetap (mengingkari)) yaitu mereka terus-menerus dalam kemusyrikan dan kekafiran yang besar dan parah.
(dan menyombongkan diri dengan sangat) yaitu, mereka menolak mengikuti kebenaran dan tunduk kepadanya (Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan (8)) yaitu dengan terang-terangan di kalangan manusia (kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) secara terbuka) yaitu dengan pembicaraan yang jelas dan suara yang lantang (dan dengan diam-diam) antara aku dan mereka. Nabi Nuh membuat beragam seruannya kepada mereka agar seruannya lebih berkesan pada mereka.
(maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” (10)) yaitu kembalilah kepadaNya dan tinggalkanlah apa yang biasa kalian lakukan dan bertaubatlah kepadaNya dari dekat, karena sesungguhnya barangsiapa yang bertaubat kepadaNya, maka Dia menerima taubatnya, sekalipun dosa-dosanya besar dalam kekafiran dan kemusyrikan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka aku berkata (kepada mereka),' Mohonlah ampunan kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun (10) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu” (11)) yaitu, hujan yang terus-menerus
Firman Allah SWT: (dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (12)) yaitu jika kalian bertaubat kepada Allah, memohon ampun dan taat kepadaNya, maka Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menyirami kalian dengan keberkahan dari langit dan menumbuhkan bagi kalian keberkahan bumi sehingga bumi menumbuhkan tanamannya, dan menyuburkan bagi kalian air susu ternak kalian dan memberi kalian banyak harta dan anak-anak, yaitu memberi kalian harta dan anak-anak, dan menjadikan bagi kalian kebun-kebun yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan dan di tengah-tengahnya sungai-sungai yang mengalir. Ini merupakan seruan dengan anjuran. Kemudian menyeru mereka dengan cara mengancam, jadi dia berkata: (Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? (13)) yaitu keagunganNya, Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas dan Mujahid
Ibnu Abbas berkata bahwa kalian tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya. yaitu, mengapa kalian tidak takut kepada azab dan pembalasanNya (Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian? (14)) Dikatakan bahwa yang dimaksud adalah dari air mani, kemudian menjadi sesuatu yang menempel, kemudian menjadi segumpal daging. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Ikrimah, Qatadah, Yahya bin Rafi', As-Suddi, dan Ibnu Zaid.
Firman Allah SWT: (Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (15)) yaitu satu di atas yang lainnya.
(telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (15) Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (16)) yaitu Allah membedakan cahaya keduanya, dan menjadikan masing-masing dari keduanya sebagai tanda untuk mengetahui malam dan siang hari melalui terbit dan tenggelamnya. Allah menetapkan bagi bulan garis-garis edar dan tempat-tempat nya serta mengubah cahayanya. Terkadang cahayanya bertambah sehingga sempurna, kemudian berkurang sehingga lenyap tersembunyi untuk mengetahui perjalanan bulan dan tahun, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (5)) (Surah Yunus)
(Dan Allah menciptakan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya (17)) Ini adalah isim mashdar, dan mendatangkannya di tempat ini itu lebih baik (kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah) yaitu jika kalian mati (dan mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya) yaitu pada hari kiamat, Dia akan mengembalikan kalian, sebagaimana Dia memulai penciptaan kalian pertama kali (Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan (19)) yaitu Allah menghamparkan, menetapkan dan mengokohkannya dengan gunung-gunung yang-besar dan tinggi menjulang (supaya kamu menempuh jalan-jalan yang luas di bumi itu (20)) yaitu Allah menciptakannya agar kalian bisa menetap dan melakukan perjalanan padanya ke mana saja yang kalian kehendaki dari kawasan dan daerah-daerahnya. Semua itu salah satu dari apa yang diperingatkan nabi Nuh kepada mereka tentang kekuasaan dan kebesaran Allah melalui penciptaan langit, bumi, dan semua nikmatNya atas mereka berupa memberikan berbagai manfaat atas mereka, baik yang berasal dari langit maupun bumi. Dialah Dzat yang Maha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki. Dia menjadikan langit sebagai atap dan bumi sebagai hamparan dan melimpahkan rezekiNya kepada makhlukNya. Maka Dialah Tuhan yang wajib disembah, diesakan dan tidak boleh disekutukan dengan siapa pun, karena sesungguhnya Allah itu tidak memiliki tandingan, lawan, dan padanan baginya, tidak pula pendamping, anak, pembantu, dan penasihat, bahkan Dia Maha Tinggi dan Maha Besar


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Nuh ayat 10: 8-10. Nuh berkata : Kemudian sungguh aku wahai Tuhanku, berdakwah dengan terang-terangan kepada mereka untuk mengajak kepada tauhid dan aku jelaskan akan tauhid di hadapan mereka semuanya. Dan aku mendatangi mereka wahai Tuhanku dari segala pintu, berharap agar mendapatkan hasil dengan maksud agar mereka menerima tauhid. Aku juga terkadang mengumumkan dakwahku dengan suara lantang kepada mereka, dan dengan sembunyi-sembunyi dengan suara yang pelan (terkadang pula). Kemudian berkata Nuh kepada kaumnya : Kalian mintalah ampunan dari Rabb kalian atas kesyrikan, pengingkaran dan maksiat kalian yang terang-terangan. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertauhid, bertaubat dan beristighfar.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni tinggalkanlah dosa-dosa yang kamu kerjakan selama ini dan mintalah ampunan kepada Allah darinya.

Yakni Dia banyak mengampuni orang yang bertobat dan beristighfar. Beliau mendorong mereka agar mereka mau diampuni dosa-dosanya, mendapatkan pahala dan terhindar dari siksa. Pada ayat selanjutnya, Beliau mendorong mereka agar meraih kebaikan di dunia, yaitu dalam kata-kata, “Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,”


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Nuh Ayat 10

Itu semua telah kulakukan maka aku pun berkata kepada mereka, 'mohonlah ampunan kepada tuhanmu atas segala dosa terutama dosa syirik. Sungguh, dia maha pengampun bagi siapa saja yang tulus memohon ampunan-Nya. "11-12. "kalau kamu benar-benar memohon ampunan-Nya niscaya dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan pula kebun-kebun untukmu yang dapat kamu nikmati keindahan dan buahnya dan mengadakan sungai-sungai untukmu guna mengairi kebun dan memberi minum ternakmu. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penafsiran dari berbagai pakar tafsir terhadap kandungan dan arti surat Nuh ayat 10 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk kita bersama. Bantulah perjuangan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dikaji

Terdapat banyak materi yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Seribu Dinar, Al-Hujurat 13, Al-A’la, Al-Fatihah, Al-Isra 32, An-Naba. Serta Al-Qadr, Al-Kafirun, Adh-Dhuha, Yusuf 28, Al-Falaq, Do’a Setelah Adzan.

  1. Seribu Dinar
  2. Al-Hujurat 13
  3. Al-A’la
  4. Al-Fatihah
  5. Al-Isra 32
  6. An-Naba
  7. Al-Qadr
  8. Al-Kafirun
  9. Adh-Dhuha
  10. Yusuf 28
  11. Al-Falaq
  12. Do’a Setelah Adzan

Pencarian: bacaan latin surat al hajj ayat 27 untuk jodoh, yusuf ayat 9, surat at taubah ayat 105 latin, surat al baqarah ayat 261, surat yesin

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: