Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Nuh Ayat 3

أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

Arab-Latin: Ani'budullāha wattaqụhu wa aṭī'ụn

Terjemah Arti: (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-4. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Kami berfirman kepadanya, “Peringakanlah kaummu sebelum azab yang pedih datang kepada mereka.” Nuh berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku memperingatkan kalian dengan peringatan yang jelas terhadap azab Allah bila kalian mendurhakaiku. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, maka sembahlah Allah semata, takutlah kepada hukumanNYa, taatilah aku dalam apa yang aku perintahkan kepada kalian dan aku larang. Bila kalian menaatiku dan menjawab seruanku, niscaya Allah memaafkan dan mengampuni dosa-dosa kalian, serta memanjangkan umur-umur kalian hingga waktu yang ditentukan dalam ilmu Allah. Sesungguhnya kematian, bila ia datang, sama sekali tidak dapat diakhirkan. Bila kalian mengetahui, niscaya kalian bersegera untuk beriman dan patuh.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Dan inti dari peringatanku kepada kalian adalah ucapanku kepada kalian; sembahlah Allah semata, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, bertakwalah kepada-Nya dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta taatilah aku pada apa yang aku perintahkan kepada kalian.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

3. Sebaiknya kalian menyembah hanya kepada Allah dengan tidak menyekutukanNya, menjalankan perintah-perintahNya, takut bila diposisikan sebagai orang yang menerima azab, dan taatlah kepadaku dengan melaksanakan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang.”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

2-4. Allah mengabarkan bahwa Nuh bergegas mengerjakan perintah Allah dengan berkata (kepada kaumnya) : Wahai kaumku, aku adalah utusan yang membawa peringatan kepada kalian, (yaitu) menjelaskan adzab Allah jika kalian masih tetap atas kekafiran dan pengingkaran kalian, dan aku meminta kepada kalian agar kalian beribadah kepada Allah saja tanpa menyekutukan-Nya, dan agar supaya kalian takut akan adzab Allah. Kalian harus mentaatiku dalam apa yang Allah perintahkan kepadaku, untuk disampaikan kepada kalian; Maka, jika kalian mengikuti seruanku, maka Allah akan menghapuskan dosa-dosa kalian dan mengampuni kalian, dan Allah akan panjangkan waktu untuk kalian hidup, sampai batas yang Allah tentukan. Ketahuilah oleh kalian bahwa maut jika datang (kepada kalian) tidak akan dapat ditunda (diakhirkan) selamanya. Seandainya kalian mengetahui dengan yakin (tanpa ragu), sungguh kalian akan bersegera menjadi orang yang beriman dan taat kepada Allah.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

2-4. Nabi Nuh menunaikan tugas itu serta bersegera menunaikan perintah Allah seraya berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,” yakni, yang jelas ancamannya karena jelasnya apa-apa yang diperingatkan dan apa yang bisa menyelamatkan. Hal itu dijelaskan secara terang. Nabi Nuh memberitahu dan memerintahkan landasan hal itu pada kaumnya seraya berkata, “(yaitu) sembahlah olehmu Allah, dan bertakwalah kepadaNya,” dengan mengesakan Allah dalam ibadah, tauhid, jauh dari kesyirikan serta segala jalan dan perantaranya. Bila mereka bertakwa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, dan bila mereka diampuni, mereka akan mendapatkan keselamatan dari siksa dan mendapatkan keuntuntungan berupa pahala, “dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan,” yakni, Allah memberi kesenangan pada kalian di dunia ini dan mencegah kebinasaan dari kalian hingga waktu yang ditentukan. Batas waktu berada di dunia berdasarkan takdir dan kekuasaan Allah hingga waktu tertentu, bukan kesenangan abadi, sebab kematian adalah keniscayaan. Karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui,” sebagaimana kalian kufur kepada Allah dan menentang kebenaran.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Yaitu dengan beribadah hanya kepada-Nya dan menjauhi syrik dan segala sarana yang mengarah kepadanya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


2-3. Nabi nuh melaksanakan perintah Allah tersebut. Dia nuh berkata, 'wahai kaumku! sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan akan azab Allah yang menjelaskan peringatan itu kepada kamu yaitu sembahlah Allah yang esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku. 4. Kalau kamu lakukan itu semua niscaya dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu yaitu dengan memanjangkan umurmu untuk kemaslahatanmu sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda sedikit pun, seandainya kamu mengetahui hal itu maka tentu kamu akan menjadi orang yang beriman. '

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Nuh Ayat 4 Arab-Latin, Surat Nuh Ayat 5 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Nuh Ayat 6, Terjemahan Tafsir Surat Nuh Ayat 7, Isi Kandungan Surat Nuh Ayat 8, Makna Surat Nuh Ayat 9

Category: Surat Nuh

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!