Surat At-Taghabun Ayat 17

إِن تُقْرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

Arab-Latin: In tuqriḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā'if-hu lakum wa yagfir lakum, wallāhu syakụrun ḥalīm

Artinya: Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

« At-Taghabun 16At-Taghabun 18 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Terkait Dengan Surat At-Taghabun Ayat 17

Paragraf di atas merupakan Surat At-Taghabun Ayat 17 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai tafsir berharga dari ayat ini. Tersedia berbagai penafsiran dari kalangan ahli tafsir berkaitan kandungan surat At-Taghabun ayat 17, sebagiannya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

17. Jika kalian menginfakkan harta kalian di jalan Allah dengan ikhlas dan jiwa yang rela, niscaya Allah melipatgandakan pahalanya bagi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha berterima kasih kepada orang-orang yang berinfak dengan memberi mereka balasan yang baik, Maha Penyantun sehingga tidak menyegerakan hukuman atas siapa yang mendurhakaiNYa.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

17-18. Jika kalian bersedekah di jalan Allah dengan ikhlas, maka Allah akan melipatgandakan pahala kalian berkali-kali lipat, dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Bersyukur kepada orang-orang baik dan Maha Lembut kepada orang-orang yang berbuat dosa dengan tidak segera memberi hukuman; Dia Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dan yang terlihat, Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya, dan Maha Bijaksana dalam mengatur segala urusan makhluk-makhluk-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

17. Jika kalian memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik dengan cara membelanjakan harta-harta kalian di jalan-Nya maka pahalanya dilipat gandakan untuk kalian. Allah menjadikan kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, hingga berlipat banyak dan memaafkan dosa-dosa kalian. Allah Maha Pembalas jasa, memberi balasan atas perbuatan sedikit dengan pahala yang banyak, Dia Mahalembut, tidak menyegerakan siksa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

17. إِن تُقْرِضُوا۟ اللَّـهَ قَرْضًا حَسَنًا (Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik)
Maka pergunakanlah harta kalian untuk kebaikan dengan niat yang tulus ikhlas.

يُضٰعِفْهُ لَكُمْ (niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu)
Dengan melipatgandakan satu kebaikan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.

وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ (dan mengampuni kamu)
Yakni disamping Allah melipatgandakan pahala, Dia juga akan mengampuni dosa-dosa kalian.

وَاللَّـهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ (Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun)
Dengan memberi pahala bagi orang yang mentaati-Nya dengan pahala yang berlipat-lipat, dan tidak segera menyiksa orang yang bermaksiat kepada-Nya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Jika di bidang pertanian ada musim benih, di bidang perdagangan ada musim impor, dan di tahun ajaran ada musim persiapan ujian, maka di pasar amalan ada musim peningkatan keuntungan, yaitu Ramadhan, maka manfaatkanlah dengan baik: { إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ }.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

17. Jika kalian menafkahkan (harta kalian) pada kebaikan yang diridhai oleh Allah dengan infak yang baik dari diri kalian, maka pahala kalian akan banyak dilipat gandakan dan dosa-dosa kalian akan ditutupi (diampuni). Allah adalah Maha Bersyukur yang memberikan pahala yang agung atas ketaatan, memberikan sesuatu yang banyak bagi orang yang mengerjakan sedikit amal dan tidak mempercepat hukuman bagi orang yang melakukan maksiat


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik} Kalian berinfak di jalan Allah dengan infak yang ikhlas dan baik bagi jiwa {niscaya Dia akan melipat gandakan untuk kalian dan mengampuni kalian. Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

17. Selanjutnya Allah memberi dorongan untuk berinfak seraya berfirman, “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik.” Pinjaman yang baik adalah semua nafkah yang berasal dari harta halal yang diberikan oleh seseorang karena mengharap bertemu dengan Allah dan mengalokasikannya pada tempatnya, “niscaya Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepadamu,” pahala nafkah adalah sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali dan bahkan sampai berlipat-lipat lagi. “dan” di samping dilipatgandakan, Dia “mengampuni kamu.” Maksudnya, Allah memberi ampunan dosa bagi kalian karena infak dan sedekah. Allah menghapus kesalahan dan dosa dengan sedekah dan kebaikan-kebaikan. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu bisa menghapus kesalahan-kesalahan. “Dan Allah Maha Pembalas jasa lagi Maha Pengampun.” Tidak langsung memberi hukuman bagi orang yang durhaka kepadaNya, tapi diberi tangguhan, namun tidak dilalaikan. “Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu”–fathir:45-
Allah Maha Membalas kebaikan, menerima amalan kecil hamba-hambaNya namun diberi balasan yang besar. Allah memberi balasan baik bagi hambaNya yang rela menanggung beban berat dan berbagai taklif (beban syariat) yang berat karenaNya. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya akan diberi ganti yang lebih baik oleh Allah.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 14-18
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang istri-istri dan anak-anak, bahwa di antara mereka ada yang menjadi musuh suami dan orang tuanya, yaitu karena di antara mereka ada yang melalaikannya dari amal shalih, sebagaimana firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi (9)) (Surah Al-Munafiqun) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (maka berhati-hatilah kamu)
Ibnu Zaid berkata bahwa maknannya adalah maka berhati-hatilah terhadap agama kalian.
Mujahid berkata tentang ayat: (sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu) dia berkata karena mendorong seseorang untuk memutuskan tali silaturahim atau berbuat maksiat terhadap Tuhannya, sehingga laki-laki itu tidak bisa melakukan apapun selain menaatinya karena kecintaannya
Firman Allah SWT (Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allah-lah pahala yang besar (15)) Allah SWT berfirman bahwa sesungguhnya harta dan anak-anak itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah bagi makhlukNya, agar dapat diketahui siapa yang taat dan durhaka kepadaNya. Firman Allah: (di sisi Allah-lah) yaitu pada hari kiamat ada pahala yang agung. Sebagaimana Allah berfirman: (Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (14)) (Surah Ali Imran) dan ayat setelahnya.
Firman Allah SWT (Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu) yaitu kemampuan kalian, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Apabila aku perintahkan kepada kalian suatu perkara, maka kerjakanlah hal itu sesuai kesanggupanmu; dan apa saja yang aku larang kepada kalian, maka tinggalkanlah” Sebagian mufasir berkata bahwa sebagaimana yang di­riwayatkan Malik dari Zaid bin Aslam, dia berkata bahwa ayat ini menasakh ayat yang ada di dalam surah Ali Imran, yaitu firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (102)) (Surah Ali Imran)
Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair tentang firman Allah: (bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam) dia berkata ketika ayat ini diturunkan, kaum muslim beramal dengan sekuat-kuatnya. Mereka terus-menerus mengerjakan shalat sehingga tumit mereka bengkak dan kening mereka bernanah. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk meringankan mereka kepada orang-orang muslim: (Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu) Maka ayat ini menasakh ayat yang pertama.
Telah diriwayatkan juga hal yang semisal dari Abu Al-Aliyah, Zaid bin Aslam dan Qatadah.
Firman Allah: (dan dengar serta taatlah) yaitu jadilah orang-orang yang tunduk kepada apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya kepada kalian, dan janganlah kalian menyimpang darinya baik ke kanan maupun ke kiri. Dan janganlah mendahului Allah dan RasulNya, janganlah pula kalian tertinggal dari apa yang Dia perintahkan kepada kalian. Dan janganlah mengerjakan apa yang Dia larang kepada kalian.
Firman Allah: (dan nafkahkanlah nafkah yang baik untukmu) yaitu belanjakanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepada kalian kepada kerabat, orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan orang-orang yang membutuhkan. Dan berbuat baiklah kepada sesama makhluk Allah sebagaimana Allah berbuat baik kepada kalian, maka hal itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian tidak melakukannya, maka menjadi keburukan bagi kalian di dunia dan akhirat.
Firman Allah: (Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung) Tafsir ini telah dikemukakan dalam surah Al-Hasyr, dan telah disebutkan hadits-hadits yang berkaitan tentang makna ayat ini, sehingga tidak perlu diulangi lagi. Segala puji bagi Allah
Firman Allah SWT (Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu) yaitu apa pun yang kalian belanjakan, maka Dia akan mengganti­kannya; dan apa pun yang kalian sedekahkan, maka Dialah yang akan membalas pahalanya. Hal ini diungkapkan dengan pengertian pinjaman, sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsi: "Barang siapa yang memberi pinjaman dengan tidak berbuat zalim dan menghabiskannya". Oleh karena itu Allah SWT berfirman, (Dia akan melipatgandakan pahalanya bagimu) sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah melalui firmanNya: (maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak) (Surah Al-Baqarah: 245)
(dan mengampuni kamu) yaitu Dia menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Allah Maha Mensyukuri) yaitu membalas amal yang sedikit dengan pahala yang banyak (lagi Maha Penyantun) yaitu Dia memaafkan, mengampuni, menutupi dan menghapus dosa-dosa, kesalahan-kesalahan, keburukan-keburukan, dan kejahatan-kejahatan (Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (18)) Tafsir ayat ini telah disebutkan sebelumnya beberapa kali.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat At-Taghabun ayat 17: Allah menganjurkan bagi hambanya untuk memberikan nafkah, Allah mengabarkan bahwa siapa yang Allah lindungi dari kebakhilan dan kebaikan dari sifat bakhil, ia adalah yang termasuk menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan ikhlas dan baiknya diri. Maka barangsiapa yang mengamalkan hal itu maka ia akan mendapatkan ganjaran yang berlipat, dan Allah ampunkan dosa-dosanya, dan Allah Yang Maha Berterima Kasih atas hamba-Nya yang ikhlas, Allah adalah Maha Pemurah yang tidak tergesa-gesa menyegerakan hukuman; Bahkan Allah ampuni dan mungkin Allah perbaiki dan memasukkan mereka dalam rahmat-Nya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mendorong mereka untuk berinfak.

Yaitu dengan menyedekahkan harta dengan hati yang puas dan rela dari harta yang halal dengan maksud mencari keridhaan Allah.

Dari sepuluh menjadi tujuh ratus, bahkan bisa lebih.

Karena sebab infak dan sedekah, karena dosa dapat terhapus dengan sedelah dan amal saleh lainnya sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Terj. Huud: 114)

Allah Subhaanahu wa Ta'aala Maha Mensyukuri, Dia menerima amal yang sedikit dari hamba-hamba-Nya dan memberinya balasan yang banyak. Dia bersyukur kepada orang yang rela berkorban karena-Nya dan siap memikul beban-beban berat, oleh karenanya barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Dia tidak segera menyiksa orang-orang yang durhaka kepada-Nya, bahkan memberinya tangguh dan kesempatan untuk bertobat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat At-Taghabun Ayat 17

Orang yang berinfak atau bersedekah itu beruntung karena pada hakikatnya dia meminjamkan hartanya kepada Allah. Allah berfirman, 'jika kamu meminjamkan harta kamu kepada Allah dengan pinjaman yang baik, yakni berinfak dengan harta halal dengan ikhlas, niscaya dia melipatgandakan balasan infak tersebut untuk kamu di dunia dan akhirat; dan mengampuni dosa dan kesalahan kamu. Dan Allah maha menerima syukur hamba-hamba-Nya yang beriman, maha penyantun kepada hamba-hamba-Nya yang menyantuni makhluk-makhluk Allah. '18. Yang mengetahui yang gaib yang tak terlihat mata manusia dan yang nyata yang terlihat mata manusia. Yang mahaperkasa karena kekuasaan-Nya tak terbatas, mahabijaksana, karena kelembutan dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian aneka ragam penafsiran dari para mufassirun berkaitan kandungan dan arti surat At-Taghabun ayat 17 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita bersama. Support usaha kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Sering Dikaji

Nikmati berbagai topik yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat: An-Nur 26, Al-Jumu’ah 10, Al-Anfal, Al-Ahzab 56, Thaha, An-Nisa 29. Juga Ali ‘Imran 110, Al-Jatsiyah, Al-Baqarah 152, Al-Insyirah 6, An-Nisa 146, Al-Baqarah 168.

  1. An-Nur 26
  2. Al-Jumu’ah 10
  3. Al-Anfal
  4. Al-Ahzab 56
  5. Thaha
  6. An-Nisa 29
  7. Ali ‘Imran 110
  8. Al-Jatsiyah
  9. Al-Baqarah 152
  10. Al-Insyirah 6
  11. An-Nisa 146
  12. Al-Baqarah 168

Pencarian: al buruj dan artinya, arti waidza batostum batostum jabarin, arti al jumuah ayat 10, surah al isra ayat 29, surat al baqarah 125

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.