Surat At-Taghabun Ayat 5

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ فَذَاقُوا وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Terjemah Arti: Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir terdahulu. Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.

TAFSIR AYAT

5. Wahai orang kafir! Apakah kalian tidak mendapatkan kabar (Istifham sebagai bentuk keterkejutan atas perilaku mereka) tentang orang-orang kafir terdahulu, seperti kaum Nuh, kaum ‘Aad, dan kaum Tsamud. Mereka di dunia merasakan hukuman atas kekufuran mereka. Al-Wabal adalah beban berat yang dihasilkan oleh perbuatan mereka. Perbuatan mereka yaitu kekufuran mereka. Bagi mereka siksa yang pedih di akhirat, yaitu azab neraka

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sifat-sifat-Nya yang sempurna dan agung, dimana dengan sifat-sifat itu Dia dikenal, diibadahi, dikerahkan pengorbanan untuk mencari keridhaan-Nya serta dihindari hal-hal yang mendatangkan kemurkaan-Nya, maka Dia memberitahukan apa yang dilakukan-Nya terhadap umat-umat terdahulu dimana berita-berita mereka selalu dibicarakan oleh orang-orang yang datang kemudian, dan bahwa ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa kebenaran, namun mereka mendustakannya dan menentangnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menimpakan kepada mereka akibat dari perbuatan mereka di dunia dan menghinakan mereka di sana, dan bagi mereka di akhirat ada azab yang pedih.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ayat ini mengingatkan orang-orang kafir tentang nasib para pendahulu mereka yang harus dijadikan cermin. Allah berfirman, 'apakah belum sampai kepadamu, wahai orang-orang kafir, berita orang-orang kafir dahulu seperti umat nabi nuh, nabi lut, dan nabi musa' maka mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dengan mendapat azab di dunia; dan mereka pun akan memperoleh azab yang pedih di akhirat. 6. Ayat ini menjelaskan alasan orang-orang kafir menolak kehadiran para rasul. Allah menyatakan bahwa yang demikian itu, yakni penolakan mereka terhadap para rasul, karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan tentang ajaran Allah; lalu mereka berkata di hadapan para rasul itu dengan nada melecehkan, 'apakah pantas manusia yang memberi petunjuk kepada kami, bukan malaikat'' lalu mereka menolak ajaran para rasul dan berpaling dari kebenaran; padahal Allah tidak memerlukan keimanan mereka. Dan Allah mahakaya dari ketergantungan kepada makhluk, maha terpuji dalam sifat dan perbuatan-Nya.

Tafsir Ringkas Kemenag