Surat As-Shaff Ayat 2

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lima taqụlụna mā lā taf'alụn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

« As-Shaff 1As-Shaff 3 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Berkaitan Dengan Surat As-Shaff Ayat 2

Paragraf di atas merupakan Surat As-Shaff Ayat 2 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam kandungan mendalam dari ayat ini. Diketemukan beragam penjabaran dari berbagai mufassir terhadap kandungan surat As-Shaff ayat 2, misalnya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, mengapa kalian menjanjikan sesuatu dan mengucapkan sesuatu yang kalian tidak lakukan? Ini adalah pengingkaran terhadap orang yang perbuatannya menyelisihi perkataaannya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

2-3. Allah menegur orang-orang beriman: “Mengapa kalian mengaku beriman namun tidak kalian buktikan dengan perbuatan? Sungguh besar kemurkaan Allah jika kalian mengatakan sesuatu, namun kalian tidak menjalankannya.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

2. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah! Kenapa kalian berkata, “Kami telah berbuat sesuatu.” Padahal sebenarnya kalian tidak melakukannya? Seperti ucapan seseorang di antara kalian, “Aku telah berperang dengan pedangku dan aku telah menebaskannya.” Padahal dia tidak berperang dengan pedangnya dan tidak menebas dengannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

2. يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?)
Ibnu Abbas berkata: dahulu sebelum diwajibkan jihad, sebagian orang-orang beriman berkata: “Kami berharap Allah memberitahu kami amal yang paling Dia cintai agar kami dapat menjalankannya.” Namun setelah Allah memberitahu mereka bahwa amal yang paling Dia cintai adalah jihad, ternyata mereka enggan melakukannya dan merasa berat untuk menjalankan perintah-Nya itu. maka turunlah ayat ini.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1). Sebagaimana dibuktikan dengan firman Allah ta'ala: { يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ } "Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?" dan sesudahnya, bahwa siapa pun yang mengatakan kebenaran dan bertindak bertentangan dengan kebenaran itu maka tindakannya itu keji dan tercela. Hal ini juga merupakan bukti bahwa pujian dan akibat yang baik adalah milik mereka yang sesuai antara zhahir dan batinnya, perkataannya dan perbuatannya.

2) Allah ﷻ menurunkan Al-Qur'an; Untuk menjadi aturan yang kita ikuti dan sistem yang kita terapkan, tetapi sebagian manusia hanya merasa puas dengan melafalkan ayat-ayatnya, bersukacita dalam bacaannya, membuka dan menutup sebuah acara dengannya, dan antara bacaan pembuka dan penutup, ada yang diridhai Allah dan ada yang tidak sejalan dengan Islam: { يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ } "Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"
2).


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

2. Wahai orang-orang mukmin, kenapa kalian berkata: “Sungguh kami telah melakukan sesuatu”, sedangkan kalian tidak melakukannya?. Hal ini sebagai teguran atas kebohongan mereka saat meminta (perintah) jihad atau ibadah lainnya. Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas berkata: “Sebelum ada perintah jihad, orang-orang mukmin berkata:”Kami senang jika Allah menunjukkan kami amalan-amalan yang paling dicintaiNya, maka kami akan mengerjakannya”. Kemudian Allah memberitahu NabiNya bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah beriman kepadaNya tanpa ragu, berjihad melawan orang-orang yang selalu berbuat maksiat yang menolak beriman kepadaNya, dan mengakui risalah NabiNya SAW. Saat perintah jihad turun, orang-orang mukmin tersebut tidak menyukainya dan membuat mereka terpecah belah. Kemudian Allah menurunkan ayat ini”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

2-3. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat,” maksudnya, mengapa kalian mengatakan kebaikan dan mendorongnya, dan boleh jadi kalian memuji-muji kebaikan itu namun tidak kalian lakukan? Mengapa kalian melarang keburukan, boleh jadi kalian sucikan diri kalian dari keburukan tersebut namun kalian lakukan bahkan menjadi sifat kalian? Lantas apakah kondisi tercela seperti ini pantas bagi orang-orang yang beriman? Bukankah amat besar murka Allah pada orang yang mengatakan sesuatu namun tidak dikerjakan? Karena itu, orang yang memerintahkan berbuat baik seharusnya menjadi orang pertama yang melakukannya. Dan orang yang melarang keburukan seharusnya menjadi orang yang paling jauh darinya. Allah berfirman, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” -Al-baqarah:44
Nabi syuaib berkata kepada kaumnya, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” -Hud: 88-


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-4
Telah disebutkan pembahasannya dalam firman Allah dalam firman Allah SWT: (Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (l)) yang tidak hanya sekali sehingga tidak perlu lagi diulangi. Adapun firman Allah SWT: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan suatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu dia tidak memenuhinya. Oleh karena itu maka ada sebagian ulama salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang dia janjikan secara mutlak baik yang dijanjikan itu berkaitan dengan kewajiban atau tidak. Mereka juga berhujjah dengan hadits yang disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji dia mengingkari, apabila berbicara, dia berdusta dan apabila dipercaya dia berkhianat”
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) dia berkata,”Dahulu sebelum jihad diwajibkan, ada segolongan orang-orang mukmin yang berkata bahwa kami sangat menginginkan sekiranya Allah SWT menunjukkan kepada kami amal perbuatan yang paling disukai di sisiNya, maka kami akan mengerjakannya. Maka Allah SWT memberitahukan kepada NabiNya, bahwa amal perbuatan yang paling disukai adalah beriman kepadaNya tanpa keraguan, dan berjihad melawan orang-orang yang durhaka kepadaNya, yaitu orang-orang yang menentang keimanan dan tidak mau mengakuinya. Ketika diturunkan perintah berjihad, sebagian dari orang-orang mukmin tidak senang dengan itu dan terasa berat oleh mereka. Maka Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan? (2)) Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir.
Dalam firman Allah SWT: (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) Ini merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. dia berkata tentang firmanNya: (seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) yaitu sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisannya dalam peperangan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat As-Shaff ayat 2: 2-3. Allah memperingatkan atas ibadah seorang hamba yang beriman untuk meninggalkan persetujuan atas amalan yang hanya berupa perkataan, Allah berkata : Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kenapa kalian katakan dari kebaikan atas apa yang tidak kalian kerjakan ? Sungguh besar perbuatan jahat ini di sisi Allah, yaitu kalian yang mengatakan, tapi kalian tidak mengamalkan. Karena sebuah amanah yang diberikan kepada manusia yang lain adalah petunjuk bagi kejujuran dan kemulian atas tabiat manusia dan baiknya kebiasaan yang mengatakan. Diriwayatkan dari hadits yang dikeluarkan oleh Ahmad dan Tirmidzi dari Abdullah bin Sallam : Bahwasanya para lelaki dari para sahabat berkata : Seandainya kami mengetahui sebuah amalan yang utama, yang dicintai Allah ketika seorang hamba mengamalkannya, sungguh kami pasti mengamalkannya. Kemudian Allah menurunkan : Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? {Ash Shaf 1-2}. Berkata Abdullah bin Sallam : Maka Rasulullah ﷺ membacakan ayat tersebut kepada kami.
Ini adalah hadits yang disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, kemudian Ibnu Katsir berkata : Sesungguhnya ucapan yang tanpa pembenaran dengan amal, menjadi penyebab celaan dan sesuatu yang tidak disenangi, ia adalah sebesar-besar sesuatu yang dibenci dan membuat kemurkaan.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni mengapa kamu berkata tentang kebaikan dan mendorong orang lain kepadanya, bahkan terkadang kamu berbangga dengannya, namun kamu tidak melakukannya, dan kamu melarang mengerjakan keburukan bahkan terkadang kamu menganggap bersih dirimu, namun ternyata kamu malah dilumuri oleh dosa-dosa? Apakah keadaan yang tercela ini layak bagi orang-orang mukmin? Atau bukankah yang demikian termasuk sangat dibenci Allah, yakni mengatakan apa yang tidak dikerjakannya? Oleh karena itu, sepatutnya bagi orang yang memerintahkan kepada kebaikan menjadi orang yang pertama melakukannya, dan orang yang melarang keburukan menjadi orang yang pertama paling jauhi darinya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Terj. Al Baqarah: 44).


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Shaff Ayat 2

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya! mengapa kamu mengatakan secara terbuka di hadapan orang banyak atau secara tertutup sesuatu yang tidak kamu kerjakan' apakah kamu merasa tidak bersalah melakukannya'3. Perbuatan kamu, wahai orang-orang yang beriman, yang tidak melakukan apa yang sudah dikatakan atau disampaikan kepada orang lain sangatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengikuti kebiasaan orang-orang munafik, mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan, bermuka dua, tidak ada kesatuan kata dan perbuatan dan tidak ada integritas.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah variasi penjelasan dari banyak pakar tafsir terkait isi dan arti surat As-Shaff ayat 2 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita semua. Sokong perjuangan kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dikaji

Telaah banyak topik yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Ma’un, Yusuf 4, Al-Fath, Ali ‘Imran 159, At-Tin, Al-Insyirah. Serta Al-Bayyinah, Al-Baqarah 183, Inna Lillahi, Alhamdulillah, Al-Fil, Al-‘Alaq.

  1. Al-Ma’un
  2. Yusuf 4
  3. Al-Fath
  4. Ali ‘Imran 159
  5. At-Tin
  6. Al-Insyirah
  7. Al-Bayyinah
  8. Al-Baqarah 183
  9. Inna Lillahi
  10. Alhamdulillah
  11. Al-Fil
  12. Al-‘Alaq

Pencarian: ayat 5 7 15, surat az zumar ayat 53 latin, surah an nisa ayat 11, al baqarah ayat 49, al duha

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: