Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 43

وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ

Arab-Latin: Wa ẓillim miy yaḥmụm

Terjemah Arti: Dan dalam naungan asap yang hitam.

Tafsir Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 43

41-44. Dan Ashabusy Syimal (golongan kiri), betapa buruk balasan dan keadaan mereka. Dalam hawa panas dari hawa panas api Neraka Jahanam yang menyusup ke dalam nafas mereka, air panas yang mendidih, naungan dari asap hitam pekat, tempat mereka tidak dingin dan pemandangan mereka tidak bagus.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

43. Di bawah naungan asap hitam.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

43. وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ (dan dalam naungan asap yang hitam)
Yakni mereka segera mencari naungan, namun mereka mendapati naungan itu berasal dari asap neraka Jahannam yang sangat panas.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

43-44-45. Mereka diberi naungan asap neraka yang hitam dan panas. Tidak dingin sama sekali layaknya naungan-naungan biasanya. Tidak juga berguna untuk mencegah sakitnya hawa panas bagi orang yang bernaung di bawahnya. Tidak baik juga bagi penglihatan. Golongan kiri itu saat di dunia sangat menikmati dan asyik dengan syahwatnya.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

41-44. Allah memulai menjelaskan golongan kiri, yaitu mereka adalah orang-orang kafir, musyrik, ateis dan munafik secara aqidah, dan selain dari mereka dari firqah-firqah yang kufur, maka bagaimanakah keadaan mereka dan apa balasan bagi mereka ? Sungguh mereka ditimpakan api pada kulit-kulit (jasad) mereka, dan minuman bagi mereka adalah dari air panas mendidih, mereka dipayungi dengan asap hitam; Asap ini panas dan tidak enak dilihat.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

41-44. Yang dimaksud dengan golongan kiri ialah para penghuni neraka dan orang-orang yang beramal buruk.
Dalam ayat ini Allah menyebutkan bagi mereka siksaan yang berhak mereka dapatkan, di mana Allah mengabarkan bahwasanya mereka, “dalam (siksaan) angin yang amat panas,” yakni angin panas yang (terhembus) dari panasnya api Neraka Jahanam, yang membuat mereka sesak nafas dan gundah yang teramat sangat, “dan air yang panas yang mendidih,” yaitu air mendidih yang dapat melelehkan usus-usus mereka, “dan dalam naungan asap yang hitam” yakni jilatan api yang bercampur dengan asap panas. “tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” Maksudnya bahwa asap yang hitam tersebut tidak mengandung kesejukan sama sekali dan tidak pula menyenangkan.
Maksud ayat ini adalah bahwa dalam kondisi tersebut (mereka ditimpa) kegundahan, kegalauan, dan kesengsaraan yang tidak mengandung kebaikan sama sekali. Karena penafian sesuatu berarti penetapan sesuatu yang berlawanan dengannya.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

43-44. Demikian pedih azab bagi golongan kiri itu, dan mereka selalu dalam naungan asap yang hitam dari api neraka. Asap hitam itu membuat suasana di neraka sama sekali tidak sejuk dan tidak pula menyenangkan

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 056. Al-Waqi'ah