Surat Ar-Rahman Ayat 37

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَٱلدِّهَانِ

Arab-Latin: Fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān

Artinya: Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

« Ar-Rahman 36Ar-Rahman 38 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Menarik Berkaitan Dengan Surat Ar-Rahman Ayat 37

Paragraf di atas merupakan Surat Ar-Rahman Ayat 37 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai pelajaran menarik dari ayat ini. Terdapat pelbagai penjabaran dari para ulama terkait makna surat Ar-Rahman ayat 37, di antaranya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

37-38. Bila langit pecah dan terbelah di Hari Kiamat, ia memerah seperti warna bunga mawar, seperti minyak mendidih dan timah panas karena beratnya urusan dan kengerian Hari Kiamat. Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

37-40. Dan jika langit telah terbelah pada hari kiamat maka akan berwarna merah seperti bunga mawar dan seperti tembaga yang meleleh. Maka kenikmatan mana yang Tuhan kalian berikan, yang kalian ingkari wahai jin dan manusia?

Pada hari yang sulit itu, seluruh makhluk dibangkitkan, dan jin dan manusia tidak akan ditanya tentang dosanya, ‘Kamu orang yang berbuat dosa?’, karena tanda-tandanya telah terlihat dengan jelas di wajah mereka. Maka kenikmatan mana yang Tuhan kalian berikan, yang kalian ingkari wahai jin dan manusia?


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

37. Maka jika langit telah terbelah karena turunnya malaikat darinya, dan menjadi merah seperti kilauan minyak warnanya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

37. فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَآءُ (Maka apabila langit telah terbelah)
Yakni terpecah akibat malaikat yang turun pada hari kiamat.

فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ (dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak)
Yakni seperti mawar merah yang berubah menjadi seperti minyak karena meleleh.
Pendapat lain mengatakan makna (الدهان) adalah kulit yang berwarna merah.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

37. Saat langit terbelah pada hari kiamat, maka akan tampak seperti mawar merah dan minyak yang mendidih


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Maka apabila langit terbelah, lalu menjadi merah mawar} menjadi mereka seperti warna mawar {seperti (kilauan) minyak} seperti kilauan minyak


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

37-38. “Maka apabila langit telah terbelah” yaitu pada Hari Kiamat karena kengerian, kedahsyatan, dan ketakutan yang sangat, sehingga matahari dan bulan mengalami gerhana, dan bintang-bintang jatuh berserakan “sehingga menjadi” karena begitu dahsyat dan menakutkannya “merah mawar seperti (kilapan) minyak” seperti perak yang diluluhkan dan semisalnya, “maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?”


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 37-45
Allah SWT berfirman: (Maka apabila langit telah terbelah) yaitu pada hari kiamat, sebagaimana yang ditunjukkan ayat-ayat ini dengan apa yang serupa dengannya dari segi maknanya sebagaimana firmanNya: (dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah (16)) (Surah Al-Haqqah)
Firman Allah (Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang (25)) (Surah Al-Furqan) Firman Allah: (Apabila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya (1) dan sudah semestinya langit itu patuh (2)) (Surah Al-Insyiqaq) Firman Allah SWT: (dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak) yaitu lebur sebagaimana leburnya emas dan perak dalam penuangannya, dan berwarna-warni, demikian itu karena kerasnya azab dan dahsyatnya kejadian hari kiamat yang sangat agung.
Mujahid berkata bahwa (ad-dihan) adalah sebagaimana warna minyak yang mengkilap.
Firman Allah SWT: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) Ini sebagaimana firmanNya: (Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu) (35) dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan (36)) (Surah Al-Mursalat) Ini menceritakan suatu keadaan, dan dalam keadaan yang lainnya semua makhluk akan ditanyai tentang amal perbuatan mereka. Allah SWT berfirman: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) (Surah Al-Hijr) Oleh karena itu, Qatadah berkata tentang firmanNya: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) bahwa sebenarnya telah dilakukan pertanyaan, kemudian mulut-mulut kaum dikunci dan berbicaralah kedua tangan dan kedua kaki mereka menceritakan apa yang telah mereka kerjakan.
Allah SWT berfirman: (Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya) yaitu melalui tanda-tanda yang ada pada diri mereka.
Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa para malaikat mengenal mereka melalui rupa mereka yang hitam dan mata mereka yang biru.
Saya berkata,”Ini sebagaimana orang-orang mukmin diketahui, melalui kilauan dan cahaya akibat dari bekas wudhu’ mereka.
Firman Allah: (lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka) yaitu para malaikat zabaniyah memegang ubun-ubun dan kedua kaki mereka, lalu mencampakkan mereka ke dalam neraka.
Firman Allah SWT: (Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa (43)) yaitu, inilah neraka yang dahulu kalian dustakan keberadaannya, kini berada di hadapan kalian yang kalian saksikan sendiri dengan mata kalian sendiri. Hal ini dikatakan kepada mereka sebagai kecaman, cemoohan, dan penghinaan.
Firman Allah SWT: (Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya (44)) yaitu adakalanya mereka disiksa di dalam neraka Jahanam, dan adakalanya mereka diberi minum dengan air panas, yaitu minuman yang panasnya seperti tembaga yang dilebur shingga semua usus dan isi perut mereka hancur karenanya. Ini sebagaimana firmanNya: (ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret (71) ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (72)) (Surah)
Firman Allah SWT (an) yaitu sangat panas sehingga tidak tertahankan lagi karenanya. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya (44)) yaitu mencapai puncaknya sehingga sangat amat panas. Demikian juga dikatakan Mujahid
Diriwayatkan dari Al-Qurazhi tentang firmanNya (air yang mendidih yang memuncak panasnya) yaitu saat itu juga. Pendapat itu juga dikatakan oleh Ibnu Zaid. Pengertian ini tidak bertentangan dengan apa yang diriwayatkan dari Al-Qurazh bahwa itu sangat panas, sebagaimana firmanNya: (diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas (5)) (Surah Al-Ghasyiyah) yaitu yang sangat panas. Sebagaimana firmanNya: (dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)) (Surah Al-Ahzab: 53) yaitu kemasakan dan kematangannya. Firman Allah: (air mendidih yang memuncak panasnya) yaitu yang amat sangat panas.
Mengingat hukuman kepada orang-orang yang durhaka lagi berdosa dan pemberian nikmat kepada orang-orang yang bertakwa merupakan karunia, rahmat, keadilan, dan kasih sayangNya kepada makhlukNya dan peringatan Allah terhadap mereka tentang azab dan pembalasanNya untuk mencegah mereka dari kemusyrikan, kedurhakaan, dan hal lainnya, maka Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya: (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (45))


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ar-Rahman ayat 37: Pada hari ini adalah hari dimana keadaan alam berubah, langit terbelah, dan turunlah para malaikat dan berada di sisi para makhluk. Maka langit menjadi seperti mawar merah karena panasnya api neraka, itu adalah gambaran dari dahsyatnya pada hari itu. Kemudian Allah mengembalikan keadaan mereka yang abadi.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Pada hari Kiamat karena dahsyatnya keadaan ketika itu, banyaknya kegelisahan, rasa takut tidak kunjung henti, matahari dan bulan diredupkan dan bintang-bintang berjatuhan maka langit menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, yakni seperti cairan logam dan timah yang mencair.

Menjadi pintu-pintu untuk turunnya malaikat.

Jika demikian, maka sungguh dahsyat dan mengerikan kejadian ketika itu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ar-Rahman Ayat 37

37-38. Usai menjelaskan ketidakmampuan manusia menghindar dari pertanggung jawaban, Allah menguraikan keadaan pada hari kemudian. Maka apabila langit telah terbelah karena takut dengan balasan Allah dan menjadi merah mawar seperti kilauan minyak akibat panas yang menerpanya. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan'37-38


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian sekumpulan penjelasan dari beragam mufassir berkaitan kandungan dan arti surat Ar-Rahman ayat 37 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah untuk ummat. Bantu kemajuan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Sering Dikunjungi

Kami memiliki berbagai materi yang sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Fatihah 2, Al-Baqarah 284-286, Luqman 13-14, Yunus 41, Al-Baqarah 216, Ali ‘Imran 191. Juga Yasin 40, Assalaamualaikum, Al-Fatihah 1, Ali ‘Imran 104, Al-Fatihah 7, Al-A’raf.

  1. Al-Fatihah 2
  2. Al-Baqarah 284-286
  3. Luqman 13-14
  4. Yunus 41
  5. Al-Baqarah 216
  6. Ali ‘Imran 191
  7. Yasin 40
  8. Assalaamualaikum
  9. Al-Fatihah 1
  10. Ali ‘Imran 104
  11. Al-Fatihah 7
  12. Al-A’raf

Pencarian: surat at tagabun, potongan ayat atau kalimat yang berarti kami telah menciptakan adalah, berlomba-lomba dalam kebaikan diperintahkan allah swt. di dalam salah satu firman-nya yaitu…., ayat kur, doa asy syam

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: