Surat Shad Ayat 29

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Arab-Latin: Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb

Artinya: Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

« Shad 28Shad 30 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Dengan Surat Shad Ayat 29

Paragraf di atas merupakan Surat Shad Ayat 29 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan kandungan berharga dari ayat ini. Didapati sekumpulan penjabaran dari berbagai ahli ilmu terhadap makna surat Shad ayat 29, antara lain sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Apa yang diwahyukan kepadamu ini, (wahai rasul) adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu yang diberkahi agar mereka merenungkan ayat-ayatnya dan melaksanakan kandungan dan petunjuknya, dan agar orang-orang yang memiliki akal yang lurus merenungkan apa yang Allah bebankan kepada mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

29. Hai Muhammad, al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu ini merupakan kitab yang mulia dan diberkahi, mengandung banyak kebaikan, keberkahan, dan manfaat di dunia dan di akhirat. Kami menurunkannya agar kalian dapat menghayati ayat-ayatnya dan mentadabburi petunjuk dan bukti-buktinya; agar orang-orang yang berakal sehat dapat mengamalkan dan menjadikannya peringatan atas apa yang telah Allah turunkan bagi mereka dan hidayah yang telah Allah tunjukkan kepada mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

29. Sesungguhnya Al-Qur`ān ini yang Kami turunkan kepadamu wahai Nabi berisi banyak manfaat dan kebaikan, supaya manusia merenungkan ayat-ayatnya dan memikirkan makna-maknanya, dan supaya orang-orang yang memiliki akal sehat dan cerdas mengambil pelajaran darinya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

29. كِتٰبٌ أَنزَلْنٰهُ إِلَيْكَ مُبٰرَكٌ(Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah)
Yakni al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu ini hai Muhammad, mengandung banyak kebaikan dan keberkahan.

لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايٰتِهِۦ(supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya)
Yakni Kami menurunkannya agar difikirkan dan direnungkan makna-maknanya.

وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ الْأَلْبٰبِ(dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran)
Yakni dan agar orang yang berakal itu mengambil pelajaran darinya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Barangsiapa tidak merenungi, dan tidak mengamati, dan tidak tertolong oleh taufiq Allah, niscaya ia tidak akan menemukan rahasia menakjubkan yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang agung ini.

2 ). Barangsiapa mengetahui Kitab Allah, wajib menjauhi larangan-larangannya, bertakwa kepada Allah dan takut kepada-Nya, menaati-Nya dan merasa malu kepada-Nya. Karena dialah yang memikul beban para Rasul, dan menjadi saksi di Hari Kebangkitan melawan orang-orang yang tidak sepakat dari agamanya. Wajib bagi orang yang dipilih Allah untuk menghafal Kitab-Nya, membacanya sebagaimana mestinya, merenungkan kebenaran kata-katanya, memahami keajaibannya, dan menemukan hal-hal anehnya.

3 ). Merenungkan Al-Qur’an adalah pandangan hati terhadap makna-maknanya, dan pengumpulan pikiran untuk merenungkan dan menalarnya, dan itulah maksud diturunkannya, bukan sekedar membacanya tanpa pemahaman dan renungan.

4 ). Seandainya manusia mengetahui apa yang dimaksud dengan membaca Al-Qur’an dengan tadabbur, maka mereka akan lebih asyik dengan bacaan tersebut dibandingkan dengan hal-hal lain, jika ia membacanya dengan tadabbur, sampai-sampai ia membutuhkannya untuk menyembuhkan hatinya; ia mengulang-ulangnya bahkan sampai seratus kali, walau dalam satu malam. Membaca satu ayat dengan penuh renungan dan pemahaman, lebih baik daripada membacanya sampai khatam tanpa renungan dan pemahaman.

5 ). Al-Saadi berkata mengenai firman Allah ta'ala: { لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِ } "Agar mereka merenungkan ayat-ayat-Nya": Inilah hikmah wahyu-Nya; agar manusia merenungkan ayat-ayatnya dan menggali ilmunya serta merenungkan rahasia dan hikmahnya. Dengan tadabbur dan merenungkan maknanya, dan mengulang-ulangi tafakkur pada ayatnya; Anda akan menemukan keberkahan dan kebaikannya, dan membaca yang menyertakan tadabbur lebih baik daripada membaca cepat yang dengan cara itu tidak akan tercapai maksud diturunkannya al-Qur'an.

6 ). Yang menjadi keutamaan kita dalam merenungkan kitab mulia-Nya adalah renungan orang yang menghendaki ilmu dan orang yang beriman kepada Kitab yang agung ini dan bahwasanya ia adalah kalam Allah yang sesungguhnya, mereka bermaksud untuk mengetahui apa yang dikehendaki Tuhannya, dan mengamalkan perintah-perintahnya sebagai inplementasi dari firman Allah ta'ala: { كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ } "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran", merasakan apa yang difirmankan oleh Allah ta'ala: { إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ } "Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus" [ Al-Isra' : 9 ], dan firman-Nya: { قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ } "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin" [ Fussilat : 44 ].

7 ). Syekh Ibnu Baz ditanya: Apakah ada perbedaan pahala antara membaca Al-Qur'an dengan melihat Al-Qur'an atau dengan tanpa melihat al-Qur'an? Beliau menjawab: Saya tidak mengetahui dalil-dalil yang membedakan keduanya, namun yang disyariatkan adalah merenungi dan menghadirkan hati. Jika membaca dengan tanpa melihat al-Qur'an menjadikannya lebih dekat untuk tadabbur Al-Qur'an, maka itu adalah lebih baik, dan jika membaca dengan melihat Al-Qur'an lebih khusuk untuk hatinya dan lebih sempurna tadabburnya, maka itu lebih baik.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

29. Inilah kitab yang Kami turunkan kepadamu wahai Nabi, terdapat banyak kebaikan dan manfaat. Agar mereka mengkaji makna ayat-ayatnya. Juga orang-orang yang berakal untuk dapat mengambil nasihat darinya, kemudian mengamalkannya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Kitab yang Kami turunkan kepadamu itu penuh berkah} memiliki banyak kebaikan dan manfaat {supaya mereka menghayati ayat-ayatnya} berpikir tentang ayat-ayatnya, sehingga mereka mendalaminya dan mengamalkannya {dan agar orang-orang yang berakal sehat} orang-orang yang berakal sehat {mengambil pelajaran} mengambil pelajaran


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

29. “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah.” Di dalamnya terkandung banyak kebaikan dan ilmu yang banyak. Dan di dalamnya terdapat banyak kebaikan dan ilmu yang banyak. Dan di dalamnya terdapat setiap petunjuk dari kesesatan, penawar dari segala penyakit dan cahaya yang dapat dijadikan penerang di dalam berbagai kegelapan serta segala hukum yang dibutuhkan oleh orang-orang mukallaf. Dan di dalamnya juga terdapat dalil-dalil qath’I (pasti) untuk segala hal yang diinginkan, yang menjadikannya sebagai suatu kitab paling agung yang pernah mengetuk dunia ini semenjak diciptakan oleh Allah,
“supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya.” Maksudnya, inilah hikmah diturunkannya al-Quran ini, yaitu agar manusia merenungkan ayat-ayatnya lalu mereka mendapatkan ilmunya, dan agar mereka menghayati rahasia-rahasia dan hikmah-hikmahnya. Sebab sesungguhnya dengan menghayatinya, merenungkan makna-maknanya dan kembali memikirkannya secara berulang-ulang akan diketahui berkah dan kebaikan di dalamnya. Ini menunjukkan anjuran (himbauan) untuk menghayati dan merenungkan al-Quran, dan ia termasuk amal yang oaling utama, dan bahwa bacaan yang disertai dengan penhayatan itu lebih utama, daripada bacaan cepat yang maksud seperti ini tidak akan bisa dicapai.
“Dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran,” maksudnya, orang-orang yang berakal sehat. Dengan perenungan dan penghayatan yang mereka lakukan itu mereka dapat mempelajari berbagai ilmu dan segala apa yang dicari. Ini membuktikan bahwa pelajaran dan manfaat dari al-qur’an itu dapat diperoleh tergantung kepada daya akal dan pikiran seseorang.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 27-29
Allah SWT memberitahukan bahwa tidak sekali-kali Dia menciptakan makhlukNya dengan main-main, melainkan Dia menciptakan mereka supaya mereka menyembahNya dan mengesakanNya. Kemudian Allah mengumpulkan mereka di hari mengumpulkan, maka Dia memberi pahala kepada orang yang taat dan mengazab orang yang kafir. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya secara sia-sia. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir) yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan dan hari kembali, melainkan hanya percaya kepada kehidupan di dunia saja (maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka) yaitu, kecelakaan bagi mereka di hari mereka dibangkitkan berupa neraka yang disediakan untuk mereka.
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa termasuk keadilan dan hikmahNya Dia tidak menyamakan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Maka Allah SWT berfirman: (Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (28)) yaitu Kami tidak akan melakukan hal itu; mereka tidak sama di sisi Allah. Dan jika perkaranya demikian, maka pasti ada negeri lain yang di dalamnya orang yang taat diberi pahala dan orang yang durhaka mendapat siksaan.
Petunjuk ini menunjukkan bagi akal yang sehat dan fitrah yang lurus bahwa hari akhirat dan hari pembalasan itu pasti ada. Karena sesungguhnya kita sering melihat orang yang zalim dan melampaui batas semakin bertambah harta, anak dan kenikmatannya, dan mati dalam keadaan itu. Sebaliknya kita sering melihat orang yang taat dan teraniaya mati dalam kesengsaraannya, maka pasti menurut kebijaksanaan Dzat yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, dan Maha Adil yang tidak pernah zalim sedikit pun untuk menegakkan keadilan dengan memenangkan yang teraniaya atas orang yang menganiayanya. Apabila hal ini tidak terjadi di dunia ini, maka terjadi di sana, di negeri lain yang padanya dilakukan pembalasan dan keadilan ini
Mengingat bahwa Al-Qur'an itu memberi petunjuk ke tujuan-tujuan yang benar dan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal dan jelas, maka Allah SWT berfirman: (Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (29)) Yaitu orang-orang yang memiliki akal, dan kata “al-albab” adalah bentuk jamak dari “lubbun” yang artinya akal.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Shad ayat 29: (Ini adalah sebuah Kitab) menjadi Khabar dari Mubtada yang tidak disebutkan, yakni, Ini adalah Kitab (yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan) asal lafal Yaddabbaruu adalah Yatadabbaruu, kemudian huruf Ta diidghamkan kepada huruf Dal sehingga jadilah Yaddabbaruu (ayat-ayatnya) maksudnya supaya mereka memperhatikan makna-makna yang terkandung di dalamnya, lalu mereka beriman karenanya (dan supaya mendapat pelajaran) mendapat nasihat (orang-orang yang mempunyai pikiran) yaitu yang berakal.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Maksudnya, di dalam Al Qur’an terdapat kebaikan dan ilmu yang banyak, terdapat petunjuk dari kesesatan, terdapat obat dari penyakit, cahaya sebagai penerang di tengah kegelapan, dan terdapat hukum yang dibutuhkan oleh manusia. Di dalamnya terdapat dalil yang qath’i untuk semua tuntutan agama, di mana kitab tersebut merupakan kitab paling agung yang datang ke alam semesta.

Ini di antara hikmah diturunkan-Nya Al Qur’an, yaitu agar manusia menghayati ayat-ayat-Nya, sehingga mereka dapat menggali ilmunya serta mengkaji rahasia dan hikmah-Nya. Hal itu, karena dengan mentadaburi isinya dan mengayati maknanya serta mengulang-ulang pikiran untuknya, maka akan dicapai keberkahan dan kebaikannya. Dalam ayat ini terdapat dorongan untuk mentadabburi Al Qur’an, dan bahwa ia termasuk amalan yang paling utama, dan bahwa membaca sambil mentadabburinya lebih utama daripada membaca cepat namun maksud tersebut tidak tercapai.

Dengan Al Qur’an, maka orang-orang yang berakal sehat dapat mengingat semua ilmu dan semua tuntutan. Ayat ini menunjukkan, bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, maka ia akan semakin sadar dengannya dan memperoleh manfaat daripadanya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Shad Ayat 29

Wahai nabi Muhammad, sesungguhnya kitab Al-Qur'an yang telah kami turunkan kepadamu adalah kitab yang penuh berkah. Kami menurunkannya agar mereka menghayati dan memahami ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat menggunakan akal budinya untuk mendapat pelajaran darinya dan mengamalkan kandungannya. 30. Dan tidak hanya anugerah ilmu pengetahuan dan kenabian, kepada nabi dawud kami karuniakan pula seorang putra yang mengikuti jejak dan perjuangannya, yaitu nabi sulaiman. Dia adalah sebaik-baik hamba yang selalu beribadah dan bersyukur. Sungguh, dia sangat taat pada perintah Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian berbagai penjabaran dari beragam ulama tafsir terkait isi dan arti surat Shad ayat 29 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi ummat. Bantulah kemajuan kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Cukup Sering Dibaca

Baca banyak konten yang cukup sering dibaca, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 104, Yasin 40, Al-Baqarah 284-286, Al-Baqarah 216, Al-Fatihah 7, Yunus 41. Termasuk Ali ‘Imran 191, Al-A’raf, Luqman 13-14, Assalaamualaikum, Al-Fatihah 1, Al-Fatihah 2.

  1. Ali ‘Imran 104
  2. Yasin 40
  3. Al-Baqarah 284-286
  4. Al-Baqarah 216
  5. Al-Fatihah 7
  6. Yunus 41
  7. Ali ‘Imran 191
  8. Al-A’raf
  9. Luqman 13-14
  10. Assalaamualaikum
  11. Al-Fatihah 1
  12. Al-Fatihah 2

Pencarian: latin surat asy syams, surat al luqman ayat 16, surat yunus ayat 107, terjemah al kautsar, arti innallaha ma'ashobirin arab

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.