Surat As-Saffat Ayat 131

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

Arab-Latin: Innā każālika najzil-muḥsinīn

Artinya: Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

« As-Saffat 130As-Saffat 132 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Terkait Surat As-Saffat Ayat 131

Paragraf di atas merupakan Surat As-Saffat Ayat 131 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah menarik dari ayat ini. Terdapat beraneka penjelasan dari banyak mufassirin terhadap makna surat As-Saffat ayat 131, antara lain seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

129-132 kemudian Kami menjadikan bagi Ilyas sebuah sanjungan yang baik pada umat-umat setelahnya, sebagao penghormatan dari Allah, dan sanjungan bagi Ilyas. Dan sebagaimana kami membalas Ilyas dengan balasan yang baik atas ketaatannya, Kami pun akan mebalas orang-orang yang berbuat baik diantara hamba-hamba Kami yang beriman. Sesungguhnya dia termasuk dianta hamba-hamba Kami yang beriman dan mengikhlaskan bagiNya dengan mengamalkan perintah-perintahNya


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

131. Sebagaimana Kami membalas Ilyas dengan balasan yang baik ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik dari orang-orang yang beriman.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

131-132. Seperti halnya balasan baik itu, Kami juga akan membalas setiap orang yang memperbaiki amalnya kepada Allah SWT, karena sesungguhnya termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

123-132. Allah memuji hamba dan RasulNya, Nabi Ilyas, dengan kenabian, kerasulan, dan dakwah kepada Allah, dan Allah memerintahkan kepadanya dan kaumnya supaya bertakwa dan hanya beribadah (menyembah) kepada Allah saja, dan melarang mereka menyembah berhala yang mereka miliki yang disebut Ba’l, dan juga melarang mereka mengabaikan ibadah kepada Allah yang telah menciptakan manusia dan telah menyempurnakan penciptaan mereka, menumbuhkan mereka dengan sebaik-baik pertumbuhan, serta mencurahkan kepada mereka berbagai nikmat lahir maupun batin. Bagaimana kalian bisa meninggalkan ibadah kepada TUhan yang seperti itu kedudukanNya, lalu beralih kepada penyembahan kepada berhala yang sama sekali tidak dapat membahayakan, tidak pula berguna, tidak menciptakan, tidak memberi rizki, bahkan tidak dapat ataupun berbicara. Tindakan ini merupakan kesesatan, kedunguan, dan kebodohan yang paling besar!
“Maka mereka mendustakannya,” mengenai apa yang beliau serukan kepada mereka, mereka tidak mau tunduk kepadanya. Maka Allah berfirman mengancam mereka, “karena itu mereka akan diseret,” yaitu, pada Hari Kiamat ke dalam azab.
Allah tidak menyebutkan siksaan duniawi mereka.
“Kecuali hamba-hamba Allah yang diberi keikhlasan,” yaitu orang-orang yang diberi keikhlasan oleh Allah dan diberi karunia mengikuti Nabi mereka, maka mereka tidak akan diseret ke dalam azab, melainkan mereka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah.
“Dan Kami abadikan untuknya,” maksudnya, untuk Ilyas, “di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” yaitu berupa pujian yang baik, “Kesejahteraan dilimpahkan atas ILyas,” sebagai salam hormat dari Allah dan dari hamba-hambaNya kepadanya.
“SEsungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” Allah memujinya sebagaimana Dia telah memuji saudara-saudaranya, para nabi yang lain. Semoga shalawat dan salam Allah curahkan kepada mereka semua.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 123-132
( (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kautnya, Mengapa kamu tidak bertakwa?" (124)) yaitu, mengapa kalian tidak takut kepada Allah SWT dengan menyembah selain Dia? (Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta? (125)) Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata Ba’l adalah berhala.
Ikrimah dan Qatadah berkata bahwa itu dalam bahasa Yaman
Adh-dhahhak berkata bahwa itu adalah berhala yang mereka sembah
Firman Allah SWT: (Patutkah kamu menyembah Ba'l) yaitu mengapa kamu menyembah berhala? (dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta (125) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu (126)
Yaitu Dialah yang pantas disembah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka) (127)) yaitu untuk mendapatkan azab di hari perhitungan (kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa) (128)) yaitu di antara mereka yang mengesakan Allah. Ini adalah istisna’ munqati' daripada istitsna’ musbat.
Firman Allah SWT: (Dan Kami abadikan untuk Ilyas di kalangan orang-orang yang datang kemudian (129) yaitu, pujian yang baik ((yaitu),Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas” (130)) Sebagaimana yang dikatakan untuk Isma’il dengan disebut Isma’in, dan itu adalah bahasa Bani Asad.
Yang lainnya ada yang membacanya “Salaamun ‘alaa ali Yasin” yaitu keluarga nabi Muhammad SAW. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (131) Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman (132)) Tafsir tentang itu telah telah dijelaskan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat As-Saffat ayat 131: 129-132. Allah mengabarkan dengan balasan yang semisal dengan Ilyas ini, Kami juga akan berikan balasan yang serupa bagi siapa yang baik dalam keimanan dan ketakwaan. Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. Allah juga mengabarkan bahwa Ilyas adalah seorang hamba yang memiliki keimanan yang sempurna.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Saffat Ayat 131

129-132. Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, kami abadikan untuk nabi ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Dan kami ucapkan pula kepadanya, 'selamat sejahtera bagi ilyas, ' yakni namanya selalu disebut di kalangan semua makhluk. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, taat dan sabar dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid. Sungguh, dia benar-benar termasuk hamba-hamba kami yang beriman, yang jujur dalam keimanannya, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah aneka ragam penafsiran dari banyak ahli tafsir terhadap makna dan arti surat As-Saffat ayat 131 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi ummat. Bantu usaha kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Tersering Dikaji

Kaji ratusan konten yang tersering dikaji, seperti surat/ayat: Ad-Dhuha 3, Ali ‘Imran 14, Al-Isra 27, Yunus, Al-‘Ankabut 57, Luqman. Ada juga Al-Bayyinah 5, Yunus 40, Ali ‘Imran 31, Bersyukur, Al-A’raf 26, Al-Hujurat 6.

  1. Ad-Dhuha 3
  2. Ali ‘Imran 14
  3. Al-Isra 27
  4. Yunus
  5. Al-‘Ankabut 57
  6. Luqman
  7. Al-Bayyinah 5
  8. Yunus 40
  9. Ali ‘Imran 31
  10. Bersyukur
  11. Al-A’raf 26
  12. Al-Hujurat 6

Pencarian: laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa artinya, surat al-fil ayat ke-5, al-maidah 48, ayat tentang menjaga kebersihan, surah wa duha

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.