Surat As-Saffat Ayat 103

فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ

Arab-Latin: Fa lammā aslamā wa tallahụ lil-jabīn

Artinya: Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

« As-Saffat 102As-Saffat 104 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Terkait Dengan Surat As-Saffat Ayat 103

Paragraf di atas merupakan Surat As-Saffat Ayat 103 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah mendalam dari ayat ini. Didapatkan pelbagai penafsiran dari para mufassirin berkaitan isi surat As-Saffat ayat 103, antara lain seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Maka ketika keduanya berserah diri kepada perintah Allah dan tunduk kepadanya, Ibrahim memiringkan anaknya kesampingnya (dan dia ada disis bahunya) diatas tanah untuk menyembelihnya


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

103. Karena mimpi para nabi merupakan hal yang benar, maka Ibrahim dan Ismail berserah diri kepada perintah Allah dengan penuh keimanan. Kemudian Ibrahim meletakkan dahi Ismail di atas tanah dan benar-benar akan menyembelihnya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

103. Manakala keduanya patuh dan tunduk kepada Allah, Ibrahim membaringkan putranya di atas sisi keningnya untuk melaksanakan perintah Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

103. فَلَمَّآ أَسْلَمَا (Tatkala keduanya telah berserah diri)
Yakni setelah keduanya berserah diri kepada perintah Allah dan mentaati-Nya serta menyerahkan urusan mereka berdua kepada Allah. Yakni salah satunya menyerahkan dirinya kepada Allah dan yang satu lagi menyerahkan anaknya kepada Allah.

وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ(dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya))
Yakni menelungkupkan wajah anaknya di atas tanah agar Ibrahim tidak melihat dari anaknya apa yang dapat melemahkan hatinya.
Tempat yang hendak digunakan untuk menyembelih Ismail adalah tempat penyembelihan yang ada di Mina di sisi tempat melempar jumrah. Dan pendapat lain mengatakan tempatnya adalah di negeri Syam.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

103. Saat ayah dan anak menyerah dan pasrah atas perintah dan ketaatan kepada Allah, Ibrahim membaringkan dan menidurkan Ismail di sisinya sehingga salah satu pundaknya di permukaan tanah supaya dia (Ibrahim) tidak melihat wajahnya (Ismail) sehingga tidak merasa kasihan kepadanya. Demikian itu di tempat pengorbanan yang berada di Mina saat melempar jumrah.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Ketika keduanya telah berserah diri} berserah diri kepada perintah Allah dan tunduk kepadaNya {dan dia meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan} Ibrahim meletakkannya di atas gundukan tanah


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

103. “Tatkala keduanya telah berserah diri,” maksudnya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail; di mana Nabi Ibrahim sudah bertekad menyembelih anaknya, buah hatinya, sebgia kepaatuhan kepada perintah Rabbny dan tkaut terhadap siksanNya, sedangkan sang anak telah memantapkan dirinya untuk sabar dan taat kepada Rabbnya, sudah menjadi ringan baginya dan demikian pula keridhaan ayahnya, “dan ia membringkan anakny di atas pelipis,” maksudnya, Nabi Ibrhim pun membaringkan Ismail di atas pelipisnya untuk menyembelihnya, dan ia pun mengalihkan mukanya agar tidak melihat wajah anaknya saat penyembelihan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 99-113
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kekasihNya, nabi Ibrahim bahwa sesungguhnya setelah Allah menolongnya dari kaumnya dan merasa putus asa dari keimanan mereka, padahal mereka telah menyaksikan mukjizat-mukjizat yang agung. Maka nabi Ibrahim hijrah dari mereka seraya berkata: ("Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku (99) Ya Tuhanku, anugerah­kanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” (100)) yaitu anak-anak yang taat sebagai ganti dari kaumnya dan kaum kerabatnya yang dia tinggalkan. Allah SWT berfirman: (Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (101))
Anak ini adalah nabi Ismail, karena sesungguhnya dia adalah anak pertamanya yang mana nabi Ibrahim mendapat berita gembira tentangnya. Dia lebih tua daripada nabi Ishaq, menurut kesepakatan orang-orang muslim dan Ahli Kitab.
Sejumlah orang yang berilmu bahwa anak yang disembelih itu adalah nabi Ishaq. Hal itu dikatakan oleh segolongan ulama salaf, sehingga ada yang menukilnya dari sebagian sahabat. Tetapi hal itu bukan bersumber dari kitab, dan bukan pula dari sunnah. Dan saya memastikan bahwa hal itu tidak diterima, melainkan dari para rahib Ahli Kitab, lalu diterima orang muslim tanpa hujjah yang kuat. Kitab Allah yang merupakan saksi yang menunjukkan kepada kita bahwa itu adalah nabi Ismail. karena sesungguhnya Al-Qur'an telah menyebutkan berita gembira tentang putra yang penyabar dan menyebutkan bahwa dialah yang disembelih. Kemudian Allah berfirman setelah itu: (Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh (112)) Malaikat ketika menyampaikan berita gembira tentang kelahiran nabi Ishaq kepada nabi Ibrahim mereka berkata: (Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim) (Surah Al-Hijr:53) Dan Allah SWT berfirman: (maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan sesudah Ishaq (lahir pula) Ya'qub) (Surah Hud: 71) yaitu dilahirkan bagi nabi Ishaq di masa hidup keduanya seorang putra yang diberi nama Ya'qub. Dengan demikian, nabi Ibrahim mendapatkan keturunan dan cucu. Telah Kami sebutkan bahwa tidak diperbolehkan setelah itu nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih nabi Ishaq ketika dia masih kecil, karena Allah SWT telah menjanjikan kepada keduanya bahwa bahwa nabi Ishaq akan memiliki keturunannya. Maka bagaimana mungkin setelah semuanya itu nabi Ishaq diperintahkan agar di sembelih ketika dia masih kecil. Dan nabi Ismail di sini digambarkan sebagai orang yang sabar, maka dia lebih pantas untuk kedudukan ini.
Firman Allah SWT: (Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim)
yaitu telah dewasa dan bisa pergi dan berjalan bersama ayahnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya tentang firmanNya: (Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim) yaitu, telah tumbuh dewasa, dapat bepergian dan mampu bekerja dan berusaha sebagaimana yang dilakukan ayahnya (Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!")
Ubaid bin Umair berkata bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, kemudian dia membaca firmanNya (Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!")
Dan sesungguhnya nabi Ibrahim memberitahukan hal itu kepada putranya agar putranya tidak terkejut dengan itu, dan untuk menguji kesabaran, keteguhan, dan keyakinannya sejak kecil terhadap ketaatannya kepada Allah SWT dan kepada orang tuanya.
(Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintah­kan kepadamu”) yaitu, tunaikanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu untuk menyembelihku (insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”) yaitu aku akan bersabar dan rela menerimanya demi apa yang ada di sisi Allah SWT. Dan memang benarlah dia menepati apa yang dia janjikan. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: (Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya dan dia adalah seorang rasul dan nabi (54) Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya (55)) (Surah Maryam) Allah SWT berfirman: (Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya) (103)) yaitu setelah keduanya mengungkapkan kesaksian dan menyebut nama Allah, yaitu nabi Ibrahim ketika menyembelih, dan anaknya ketika menyaksikan kematian. Dikatakan bahwa aslama adalah berserah diri dan patuh. Nabi Ibrahim mengerjakan perintah Allah SWT dan dan nabi Ismail sebagai rasa taat kepada Allah dan berbakti kepada ayahnya. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Qatadah, As-Suddi dan lainnya. Makna (tallahu lil jabin) adalah merebahkannya dengan wajah yang tengkurap untuk menyembelihnya dari tengkuknya dan agar dia tidak melihat wajahnya saat menyembelihnya, agar hal ini lebih ringanbaginya.
Mujahid, Sa'id bin Jubair, Adh-Dhahhak, dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya)) yaitu menengkurapkan wajahnya.
Firman Allah SWT: (Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim (104) sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu!") yaitu sungguh kamu telah mengerjakan apa yang telah kamu lihat dalam mimpimu itu dengan membaringkan putramu untuk disembelih.
Firman Allah SWT: (sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) yaitu demikianlah Kami memalingkan hal-hal yang tidak disukai dan menyengsarakan dari orang-orang yang taat kepada Kami, dan Kami menjadikan bagi mereka dalam urusan mereka jalan keluar dan kemudahan, sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (2) dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (3)) (Surah Ath-Thalaq)
Dan sesungguhnya tujuan utama dari perintah ini awalnya hanyalah untuk menguji keteguhan dan kesabaran nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (106)) yaitu, ujian yang jelas dan gamblang yaitu perintah untuk menyembelih anaknya. Maka nabi Ibrahim bersegera mengerjakannya dengan penuh rasa berserah diri dan tunduk kepada Allah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji (37)) (Surah An-Najm)
Firman Allah SWT: (Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (107))
Pendapat yang shahih yang diikuti oleh mayoritas adalah tebusan berupa seekor kambing.
Firman Allah SWT: (Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh (112)) Setelah menyebutkan berita gembira tentang kelahiran anak yang disembelih yaitu nabi Ismail, lalu Dia menghubungkannya dengan berita gembira tentang saudaranya, yaitu nabi Ishaq. Demikian juga disebutkan dalam surah Hud dan surah Al-Hijr.
Firman Allah SWT, (Nabiyyan) sebagai haal yang tidak disebutkan. Bentuknya adalah kelak dia akan menjadi seorang nabi yang shalih.
Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh (112) dia berkata,”Ini setelah dia dengan bersungguh-sunggu menyerahkan dirinya untuk Allah SWT. Allah SWT berfirman: (Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq)
Firman Allah (Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata (113)) sebagaimana firmanNya: (Difirmankan, "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami” (Surah Hud: 48)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat As-Saffat ayat 103: Ketika Ibrahim dan Ismail berserah diri atas perintah Allah, Ibrahim meletakkan Ismail di hadapannya untuk di baringkan yang kemudian disembelih dengan sebilah pisau, maka tidak tersembelih, dia mengetahui akan kasih sayang Allah dengan ditebus menjadi kambing.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni tunduk kepada perintah Allah dan Nabi Ibrahim sudah bertekad menyembelih anaknya yang menjadi buah hatinya karena memenuhi perintah Allah dan takut kepada siksa-Nya, sedangkan anaknya juga telah siap untuk bersabar.

Untuk menidurkannya dan Beliau alihkan muka anaknya agar Beliau tidak melihatnya ketika hendak menyembelihnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Saffat Ayat 103

103-106. Maka ketika keduanya telah berserah diri, patuh, dan bertawakal kepada Allah, dia pun membaringkan anaknya atas pelipis-Nya ke tanah agar tidak melihat wajah anaknya saat dia menyembelihnya. Nabi ibrahim berbuat demikian supaya keteguhan hatinya dalam melaksanakan perintah Allah tidak terganggu. Ketika pisaunya dia ayunkan, lalu kami panggil dia dari arah bukit, 'wahai ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu sebagai perintah Allah yang wajib engkau laksanakan. ' sungguh, demikianlah tugas yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan tinggi. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam beramal. Sesungguhnya perintah ini benar-benar suatu ujian yang nyata dari Allah untuk menguji keimanan dan ketaatan hamba terhadap perintah-Nya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah bermacam penafsiran dari kalangan ulama tafsir berkaitan isi dan arti surat As-Saffat ayat 103 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita bersama. Sokong kemajuan kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Terbanyak Dicari

Tersedia ratusan halaman yang terbanyak dicari, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 148, Al-Mu’minun, At-Tahrim 8, Al-Isra 26-27, Ath-Thalaq 2-3, At-Takwir. Ada juga At-Taubah 122, Al-Insyirah 8, Al-Insyiqaq, At-Taubah 105, Al-Hujurat 10-12, Al-Alaq 1-5.

  1. Al-Baqarah 148
  2. Al-Mu’minun
  3. At-Tahrim 8
  4. Al-Isra 26-27
  5. Ath-Thalaq 2-3
  6. At-Takwir
  7. At-Taubah 122
  8. Al-Insyirah 8
  9. Al-Insyiqaq
  10. At-Taubah 105
  11. Al-Hujurat 10-12
  12. Al-Alaq 1-5

Pencarian: berikut yang termasuk kandungan surat ali imran ayat 130 adalah, al isra 54, yusuf ayat 23, al maidah 80, al maidah ayat 115

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: