Surat Yasin Ayat 24

إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Arab-Latin: Innī iżal lafī ḍalālim mubīn

Artinya: Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

« Yasin 23Yasin 25 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Terkait Surat Yasin Ayat 24

Paragraf di atas merupakan Surat Yasin Ayat 24 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam hikmah menarik dari ayat ini. Ditemukan bermacam penjelasan dari kalangan ulama tafsir terkait kandungan surat Yasin ayat 24, antara lain seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

23-25. Apakah aku menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah yang tidak memiliki sedikitpun kesanggupan bila Allah yang maha pengasih menghendaki keburukan terhadapku, maka tuhan-tuhan itu tidak kuasa menolak hal itu atau mencegahnya dan ia juga tidak mampu menyelamatkanku dari apa yang sedang aku hadapi? Sesungguhnya bila aku tetap melakukan hal itu, maka aku benar-benar dalam kesalahan yang sangat nyata. Sesungguhnya aku beriman kepada tuhan kalian, maka dengarkanlah apa yang aku katakan kepada kalian. Taatilah aku engan beriman kepadaNya. Manakala dia berkata demikian kaumnya menggepungnya dan membunuhnya, maka Allah memasukkannya kedalam surga.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

24. Jika aku mengangkat mereka sebagai sesembahan selain Allah maka aku benar-benar di atas kesalahan yang nyata, karena aku menyembah sesuatu yang tidak berhak disembah dan meninggalkan siapa yang berhak.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

24. إِنِّىٓ إِذًا (Sesungguhnya aku kalau begitu)
Jika aku membuat tuhan-tuhan selain Allah.

لَّفِى ضَلٰلٍ مُّبِينٍ(pasti berada dalam kesesatan yang nyata)
Yakni kesesatan yang jelas.
Ini merupakan isyarat darinya bagi mereka. Kemudian dia secara terang-terangan menampakkan keimanannya secara jelas dengan mengatakan: إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

24. Sesungguhnya jika aku menyekutukan Allah dan menjadikan Tuhan lain selain Dia, maka sungguh aku berada dalam penyimpangan yang jelas dari jalan kebenaran


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya aku jika demikian} jika aku mengambil tuhan lain {benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata} kesalahan yang nyata


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

22-25 seolah-olah kaumnya belum juga menerima nasihatnya, bahkan mereka kembali mencelanya karena mengikuti para rasul dan mengikhlaskan kepatuhan hanya kepada Allah semata, maka ia berkata, “mengapa aku tidak menyembah Tuhan yang telah menciptakanku dan yang hanya kepadaNya-lah kamu akan dikembalikan?” artinya, apa yang menghalingiku untuk beribadah kepada Yang berhak untuk diibadahi (disembah), sebab Dia-lah yang telah menjadikan dan menciptakanku serta memberiku rizki dan kepadaNya tempat kembali semua makhluk, lalu Dia akan memberikan balasan kepada mereka menurut amal-amal perbuataan mereka. Maka Tuhan yang di TanganNya penciptaan, rizki, dan keputusan diantara manusia di dunia dan di akhirat, Dia-lah yang berhak disembah, disanjung dan dipuji, bukan yang tidak memilki manfaat, tidak menimpakan bahaya, tidak bisa memberi dan menahan (keburukan), tidak pula memilki hak mematikan, menghidupkan ataupun membangkitkan kembali. maka dari itu Dia berfirman, ”mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selainNya? Jika Yang Maha pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, nisacaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku,” karena tidak ada seorangpun yang dapat memberikan syafaa’at disisi Allah kecuali berdasarkan izin dariNya, maka syafa’at mereka sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka, “dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku,” yakni, dari bahaya (mudarat) yang Allah kehendaki menimpaku?
“sesungguhnya aku kalau begitu,” artinya, jika aku beribadah kepada sesembahan-sesembahan yang sedemikian rapuh sifat-sifatnya, “pasti (aku) berada dalam kesesatan yang nyata,” di dalam ungkapannya ini orang itu mengkombinasikan antaraa pemberian nasihat kepada mereka, pemberian kesaksian kepada rasul akan kerasulan dan hidayahnya dan pemberian akan dipastikannya ibadah hanya kepada Allah semata serta penyebutan dalil-dalil untuknya, dan bahwa sesungguhnya ibadah kepada selainNya adalah batil. Lalu ia menyebutkan argument-argumen terhadapnya, pemberitaan tentang kesesatan siapa saja yang menyembahnya dan maklumat tentang keimanannya secara terang-terangan, padahal ia sangat takut kalau mereka akan membunuhnya. Ia berkata,”sesungguhnya aku telah beriman kepada Rabbmu; maka dengarkanlah aku,”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 20-25
(Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki, dengan bergegas) Ibnu Abbas berkata bahwa sesungguhnya penduduk negeri itu hampir saja membunuh utusan-utusan mereka, tetapi datang seorang laki-laki dari pinggiran kota dengan segera untuk menolong para rasul itu dari ancaman kaum mereka. Meka berkata bahwa dia bernama Habib. Ibnu Jarir berkata bahwa dia adalah seorang tukang tenun dan seorang yang sakit-sakitan. Sakitnya adalah lepra. Dia adalah orang yang banyak bersedekah, dia menyedekahkan setengah dari hasil kerjanya dan orang yang berpikiran lurus.
(Ia berkata, "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu") Dia menganjurkan kepada kaumnya agar mengikuti para rasul yang datang kepada mereka memberi peringatan (ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu) yaitu atas penyampaian risalah (dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk) yaitu, dalam apa yang mereka serukan kepada kalian berupa menyembah hanya kepada Allah SWT, tidak ada sekutu bagiNya. (Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan diriku) yaitu, apakah yang menghalangi diriku dari mengikhlaskan penyembahan hanya kepada Dzat yang menciptakanku, tidak ada sekutu bagiNya. (dan yang hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan?) yaitu pada hari kiamat, maka Dia akan membalas amal perbuatan kalian. Jika kebaikan maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan maka balasannya keburukan. (Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya) yaitu istifham ingkari, celaan, dan kecaman (jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagiku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?) yaitu tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah itu tidak memiliki sesuatu pun dalam hal ini. Karena sesungguhnya seandainya Allah menghendaki keburukan terhadap diriku (maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri) (Surah Yunus) dan berhala-berhala ini tidak mempunyai apa pun untuk menolak dan mencegah hal itu, dan tidak dapat menyelamatkan aku dari penderitaanku ini (Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesalan yang nyata (24)) yaitu, jika aku menjadikan berhala-berhala itu sebagai sesembahan selain Allah.
(Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu) yang kalian ingkari (maka dengarkanlah aku) maka dengarkanlah ucapanku. Bisa ditafsirkan bahwa lelaki itu berkata kepada kaumnya: (Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu) Dzat yang mengutusku kepada kalian (maka dengarkanlah aku) yaitu maka jadilah saksiku dengan itu di sisiNya.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Yasin ayat 24: Kemudian Berkata juga orang yang menasihati tersebut: Dan sekiranya kita melakukan hal itu, sungguh kita menjadi orang-orang yang jauh dari kebenaran, serta jatuh dalam kesesatan yang nyata.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni menyembah selain Allah.

Dalam ucapannya ini, dia menggabung antara memberi nasihat kepada mereka, mennjadi saksi atas kebenaran para utusan itu, memberitahukan bahwa Allah yang berhak diibadahi dan menyebutkan dalilnya, yaitu karena Dia Pencipta, demikian pula menerangkan bahwa menyembah selain-Nya adalah batil dan menerangkan buktinya, serta memberitahukan sesatnya orang yang menyembah selain-Nya, serta menampakkan keislamannya secara terang-terangan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yasin Ayat 24

Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu yakni menyembah tuhan selain Allah, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata, karena tidak ada yang dapat memberikan manfaat dan menolak mudarat melainkan Allah semata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada tuhanmu yaitu Allah, tuhan yang kalian ingkari; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah kumpulan penjelasan dari beragam mufassir terkait makna dan arti surat Yasin ayat 24 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita. Dukung kemajuan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Paling Banyak Dikaji

Ada ratusan materi yang paling banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-A’la, Do’a Setelah Adzan, Seribu Dinar, Al-Kafirun, Al-Hujurat 13, Al-Isra 32. Termasuk Al-Qadr, Adh-Dhuha, Yusuf 28, Al-Falaq, Al-Fatihah, An-Naba.

  1. Al-A’la
  2. Do’a Setelah Adzan
  3. Seribu Dinar
  4. Al-Kafirun
  5. Al-Hujurat 13
  6. Al-Isra 32
  7. Al-Qadr
  8. Adh-Dhuha
  9. Yusuf 28
  10. Al-Falaq
  11. Al-Fatihah
  12. An-Naba

Pencarian: al baqarah 26, surat an nisa ayat 58, surah ar rad ayat 11, ali imran 200, surat al baqarah ayat 284-286 latin dan terjemahannya

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.