Surat Fatir Ayat 29

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ

Arab-Latin: Innallażīna yatlụna kitāballāhi wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa 'alāniyatay yarjụna tijāratal lan tabụr

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

« Fatir 28Fatir 30 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Mengenai Surat Fatir Ayat 29

Paragraf di atas merupakan Surat Fatir Ayat 29 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi bermacam penafsiran dari kalangan mufassir terhadap kandungan surat Fatir ayat 29, di antaranya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

29-30. Sesungguhnya orang-orang yang membaca al-Qur’an dan mengamalkannya, menjaga shalat pada waktunya, menafkahkan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka dengan berbagai bentuk nafkah, baik yang wajib maupun yang dianjurkan, secara rahasia dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan dengan itu sebuah perniagaan yang tidak merugi dan tidak binasa, yaitu ridha Allah kepada mereka, keberuntungan meraih pahalaNya yang agung, Agar Allah memberikan pahala amal kebaikan mereka secara sempurna tanpa dikurangi, dan melipatgandakan kebaikan-kebaikan dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap keburukan-keburukan mereka, juga Maha membalas dengan kebaikan-kebaikan mereka dan memberi mereka balasan yang besar.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

29-30. Orang-orang yang senantiasa membaca al-Qur’an dan mengamalkannya, mendirikan shalat pada waktunya, dan menginfakkan sebagian harta mereka untuk kebaikan, demi mendapatkan kebaikan dalam perniagaan yang menguntungkan dengan Allah; agar mereka meraih apa yang mereka harapkan dan mendapat pahala yang berlipat ganda; maka Allah akan mengampuni mereka dari dosa-dosa dan kesalahan, dan membalas usaha mereka dengan memberi pahala yang besar atas amalan kecil yang mereka lakukan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

29. Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab yang Allah turunkan kepada utusan Kami dan mengamalkan kandungannya, menyempurnakan salat dengan sebaik-baiknya, berinfak dengan rezeki yang Kami berikan dengan jalan zakat dan lainnya secara diam-diam ataupun terang-terangan, mereka berharap dengan amal-amal itu transaksi yang takkan merugi dengan Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

29. إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتٰبَ اللهِ (Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah)
Yakni orang-orang yang senantiasa membaca al-Qur’an.

وَأَقَامُوا۟ الصَّلَوٰةَ(dan mendirikan shalat)
Mendirikannya pada waktunya dengan penuh kesempurnaan pada rukun dan zikirnya.

وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً(dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan)
Ayat ini mengandung dorongan untuk senantiasa berinfak bagaimanapun kemungkinannya, jika dia dapat merinfak secara diam-diam maka itu lebih baik, dan jika tidak maka ia berinfak secara terang-terangan, dan kekhawatirannya infak itu akan menjadi riya’ tidak mencegahnya untuk tetap berinfak.

يَرْجُونَ تِجٰرَةً(mereka itu mengharapkan perniagaan)
Yakni mengharap pahala ketaatannya.

لَّن تَبُورَ(yang tidak akan merugi)
Yakni tidak akan rugi dan lenyap.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Khabbab bin Al-Arat berkata: Allah melebihkan orang-orang yang membaca Al-Qur'an dengan membacanya, dan mengabarkan bahwa mereka menjalankan perintah-Nya Allah berfirman: { إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ } "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi" Allah memberitahukan kepada mereka bahwa perniagaan mereka di akhirat akan mendatangkan keuntungan, dan tidak akan stagnan di sisi-Nya. Hingga Dia memberi mereka pahala di surga.

2 ). Perdagangan yang tidak bisa dicuri...
Perhatikan firman Allah: { إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً } Apa yang mereka harapkan? { يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ } Mereka mengharapkan perniagaan yang tidak dibajak oleh pencuri dan tidak pula oleh perampok, tidak ada rasa takut akan kerugian, melainkan keuntungan yang tidak akan gagal { لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ } "agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka" [Fatir : 30], Ini perniagaan yang menguntungkan -wahai saudara- maka dimanakah para pembelinya?


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

29. Sesungguhnya orang-orang yang terus membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat pada waktunya dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, dan menginfakkan sebagian dari rejeki yang diberikan Allah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan berupa zakat dan sedekah itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi dari amal mereka itu


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi} rugi


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

29. “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah.” Maksudnya, mengkaji perintah-perintahnya dan mereka mengerjakannya, dan terhadap larangan-larangannya lalu mereka membenarkan dan meyakininya, serta mereka tidak mengutamakan apa-apa yang bertentangan dengannya dari pendapat-pendapat manusia. Dan mereka pun membaca lafazh-lafazhnya dengan mempelajarinya, membaca artinya dengan menghayati dan menyimpulkannya.
Kemudian, setelah menjelaskan tentang membaca al-quran secara khusus dan shalat secara umum yang merupakan tiang agama, cahaya bagi kaum Muslimin, standar keimanan dan tanda ketulusan dalam berislam, Allah secara khusus menjelaskan tentang pemberian nafkah kepada kaum kerabat, orang-orang miskin, anak-anak yatim, dan lain-lainnya dalam bentuk zakat, kaffarat, nadzar dan berbagai bentuk sedekah, “dengan diam-diam dan terang-terangan,” sepanjang waktu, “mereka itu mengharapkan” dengan itu, “perniagaan yang tidak akan merugi.” Maksudnya, tidak akan bangkrut atau rusak. Bahkan ia adalah perniagaan yang paling mulia, paling tinggi, dan paling utama, yaitu keridhaan Allah, Rabb mereka, menang dengan meraih pahala yang berlipat ganda dan selamat dari murka dan siksaanNya. Di sini terkandung keikhlasan dalam amal-amal kebajikan mereka, yang mana sesungguhnya mereka tidak mengharapkan sedikitpun dari amal-amal tersebut tujuan-tujuan buruk dan niat-niat yang tidak benar.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 29-30
Allah SWT memberitahukan tentang para hambaNya yang beriman, yaitu orang-orang yang membaca KitabNya dan beriman kepadanya serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, berupa mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari apa yang diberikan Allah kepada mereka di waktu-waktu yang ditetapkan, baik malam ataupun siang hari, baik yang tersembunyi atau yang terang-terangan (mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi) yaitu, mereka mengharapkan pahala di sisi Allah yang pasti mereka dapatkan, sebagaimana yang kami jelaskan dalam permulaan kitab tafsir ini dalam pembahasan keutamaan Al-Qur'an, bahwa dikatakan kepada orang yang melakukannya,"Sesungguhnya setiap orang itu berada di belakang perniagaannya, dan sesungguhnya kamu pada hari ini berada di belakang semua perniagaan" Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya) yaitu agar Allah menyempurnakan pahala dari apa yang mereka lakukan dan melipatgandakannya bagi mereka dengan tambahan-tambahan yang belum pernah terbesit dalam hati mereka (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun) yaitu terhadap dosa-dosa mereka (lagi Maha Bersyukur) yaitu terhadap yang kecil dari amal perbuatan mereka.
Qatadah berkata bahwa Mutarrif jika membaca ayat ini berkata bahwa ini adalah ayat tentang orang-orang yang membaca Al-Qur'an.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Fatir ayat 29: Allah kemudian memuji ahli qur’an dan shalat serta sedekah dengan berkata : Sesungguhnya yang membaca Al Qur’an, mengamalkan apa yang ada padanya, mengerjakan perintahnya, menjauhi larangannya, membenarkan dengan menegakkan shalat terus menerus demikian dengan menjaga rukunnya, wajibnya, sunnahnya dan mencintainya, kemudian juga bersedekah dari harta-harta mereka yang telah Allah berikan dalam diam dan keramaian; Maka barangsiapa yang memiliki sifat demikian maka mereka berharapa perniagaan yang menguntungkan, bukan merugikan, tidak juga kehancuran bagi mereka.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni yang mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, membenarkan beritanya dan meyakininya, tidak mengedapan ucapan apa pun di atasnya, dan membaca pula lafaz-lafaznya serta mempelajarinya, mempelajari maknanya dan menggali isinya. Inilah arti tilawah, yakni mengikuti dan membaca. Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang shalat secara khusus setelah umum, di mana shalat adalah tiang agama, cahaya kaum muslimin, timbangan keimanan dan tanda benarnya keislamannya. Demikian pula disebutkan infak, baik kepada kerabat, orang-orang miskin, anak yatim dan lainnya, dan termasuk pula zakat, kaffarat, nadzar dan sedekah.

Yakni dalam setiap waktu.

Karena perdagangan itu adalah perdagangan yang paling tinggi dan paling utama keuntungannya, yaitu memperoleh keridhaan Allah, memperoleh pahala-Nya yang banyak (surga) dan selamat dari kemurkaan dan siksa-Nya (neraka). Yang demikian karena mereka ikhlas dalam melakukan amal itu, tidak ada maksud atau niat yang buruk sama sekali.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Fatir Ayat 29

29-30. Pada ayat ini Allah menyebutkan sebagian tanda orang yang takut kepada-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, yakni Al-Qur'an, lalu mereka mengkaji dan mengamalkan kan-dungannya, dan melaksanakan salat dengan sempurna syarat dan rukunnya, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada-Nya dengan diam-diam dan terang-terangan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mereka itu mengharapkan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah maha pengampun segala khi-laf dan dosa, maha mensyukuri, yakni memberi pahala atas perbuatan baik hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya, dan sebagainya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian berbagai penafsiran dari beragam ahli ilmu terhadap makna dan arti surat Fatir ayat 29 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita semua. Bantulah kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Banyak Dibaca

Tersedia ratusan topik yang paling banyak dibaca, seperti surat/ayat: Al-Fil, At-Tin, Inna Lillahi, Al-‘Alaq, Al-Ma’un, Al-Fath. Termasuk Alhamdulillah, Ali ‘Imran 159, Al-Bayyinah, Al-Baqarah 183, Al-Insyirah, Yusuf 4.

  1. Al-Fil
  2. At-Tin
  3. Inna Lillahi
  4. Al-‘Alaq
  5. Al-Ma’un
  6. Al-Fath
  7. Alhamdulillah
  8. Ali ‘Imran 159
  9. Al-Bayyinah
  10. Al-Baqarah 183
  11. Al-Insyirah
  12. Yusuf 4

Pencarian: at talaq ayat 4, an nasr dan artinya, al-maidah ayat 2, surah al qamar ayat 49, alkhafi

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.