Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Thaha Ayat 10

إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

Arab-Latin: Iż ra`ā nāran fa qāla li`ahlihimkuṡū innī ānastu nāral la'allī ātīkum min-hā biqabasin au ajidu 'alan-nāri hudā

Terjemah Arti: Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Tatkala di kegelapan malam, dia melihat api yang menyala-nyala, maka dia berkata kepada istrinya, “Tunggulah di sini, aku melihat api. Mudah-mudahan aku bisa kembali membawa nyala api yang dapat kalian pergunakan untuk menghangatkan diri dan menghidupkan nyala api lain dengannya, atau mungkin aku menjumpai seorang penunjuk jalan yang mengarahkan arah jalan yang benar”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

10. Tatkala dalam perjalanannya ia melihat api, lalu ia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kalian di tempat ini, sesungguhnya aku melihat api, semoga aku dapat membawa sedikit nyala api kepada kalian, atau aku akan mendapati orang yang akan menunjukkanku suatu jalan."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

10. إِذْ رَءَا نَارًا (Ketika ia melihat api)
Hal ini terjadi pada suatu malam yang gelap gulita ketika dia pergi dari negeri Mad’yan menuju Mesir.

فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوٓا۟( lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini))
Ketika dia melihat api itu, dia berkata kepada keluarganya “tetaplah kalian disini.”

إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا(sesungguhnya aku melihat api)
Yakni aku melihatnya dari kejauhan.

لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِقَبَسٍ(mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu)
Makna (القبس) adalah bara api yang diambil untuk menyalakan api pada kayu yang lain.

أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى(atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”)
Yakni menemui orang yang dapat menunjukkanku jalan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

10. Tatkala Musa melihat api di tengah perjalanannya dari Madyan menuju Mesir, dan setelah salah jalan, dia berkata kepada keluarganya: “Tetaplah di sini, sesungguhnya aku melihat api, barangkali aku bisa membawakan kalian sedikit cahaya dari api tersebut, atau barangkali aku mendapatkan petunjuk jalan melalui api tersebut.”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Saat itu, Musa ‘alaihis salam sedang berjalan dari Madyan menuju Mesir, namun Beliau salah jalan, Beliau merasakan kedinginan dan tidak memiliki sesuatu untuk menghangatkan badannya.

Yakni istrinya.

Yakni yang menunjukkan jalan kepada Beliau, di mana Beliau telah tersesat jalan karena gelapnya malam. Ketika itu yang Beliau cari adalah cahaya atau api hissiy (konkret) dan hidayah hissiy, yakni cahaya atau api dalam arti yang menghangatkan badan Beliau dan menerangi jalan dan yang akan mengarahkan jalan kepada Beliau, namun ternyata yang Beliau dapatkan adalah cahaya maknawi, yaitu cahaya wahyu yang dengannya ruh dan hati bersinar, hidayah hakiki, yakni hidayah kepada jalan yang lurus yang dapat menyampaikan ke surga. Beliau memperoleh sesuatu yang di luar perkiraannya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Ketika dalam perjalanan menuju mesir, dia melihat api yang menyala terang, lalu dia berkata kepada keluarganya yang menyertainya dalam perjalanan itu, 'tinggAllah kamu di sini sampai aku kembali. Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-Mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu agar kita dapat menghangatkan badan pada malam yang dingin ini, atau aku akan mendapat petunjuk dari seseorang yang ada di sekitar tempat api itu. '11. Usai berpesan kepada keluarganya, maka musa berjalan mendekati api itu. Ketika dia mendatanginya, tiba-tiba dia dipanggil oleh suara yang berasal dari arah api itu, 'wahai musa!'.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Thaha Ayat 11 Arab-Latin, Surat Thaha Ayat 12 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Thaha Ayat 13, Terjemahan Tafsir Surat Thaha Ayat 14, Isi Kandungan Surat Thaha Ayat 15, Makna Surat Thaha Ayat 16

Category: Surat Thaha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!