Surat Maryam Ayat 4

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Arab-Latin: Qāla rabbi innī wahanal-'aẓmu minnī wasyta'alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu'ā`ika rabbi syaqiyyā

Artinya: Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

« Maryam 3Maryam 5 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Mengenai Surat Maryam Ayat 4

Paragraf di atas merupakan Surat Maryam Ayat 4 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam pelajaran penting dari ayat ini. Ditemukan aneka ragam penafsiran dari berbagai ulama mengenai kandungan surat Maryam ayat 4, sebagiannya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dia (zakaria) berkata ”wahai tuhanku, sesungguhnya aku telah berusia lanjut, dan tulangg-tulangku telah melemah, serta uban putih telah menyebar di seluruh rambut kepalaku, sedang aku sebelumnya belum pernah terhalangi dari doa yang terkabul.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

4. Dia berdoa: “Ya Tuhanku, umurku telah lanjut dan tulangku telah menjadi lemah sekali serta uban telah menyebar di kepalaku; namun aku belum pernah kecewa dan terhalang dari pengabulan-Mu atas doaku.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

4. Ia berkata, "Wahai Tuhanku! Sungguh tulangku telah rapuh, dan kepalaku telah dipenuhi uban, namun aku tidak akan pernah kecewa dan putus asa dalam berdoa kepada-Mu, sebab setiap kali aku berdoa pada-Mu, engkau selalu mengabulkannya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

4. قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّى (Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah)
Yang dia maksud adalah tulangnya telah melemah sehingga kekuatannya juga melemah.

وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا(dan kepalaku telah ditumbuhi uban)
Yakni ubannya telah banyak sekali; dan ini merupakan kalimat untuk mengungkapkan usia yang telah lanjut.

وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا(dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku)
Yakni aku tidak pernah merasa kecewa, sebab setiap kali aku berdoa pasti Engkau mengabulkannya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Ibnu Uyainah memberi komentar atas ucapan Zakariya dalam ayat : { وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا } "dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku" yakni : aku tetap bahagia meskipun Engkau beliau mengabulkan permintaanku.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

4. Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, namun Engkau selalu mengijabah doaku. Maka dari itu aku mohon Engkau mengijabahi doaku ya Tuhanku.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dia berkata,“Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah} lemah {kepalaku telah dipenuhi uban} dan uban menyebar di kepalaku {dan aku tidak pernah kecewa} kecewa karena tidak dikabulkan {ketika berdoa kepadaMu, wahai Tuhanku


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

3-4. Ketika Nabi Zakaria menyadari kelemahan pada dirinya dan khawatir akan meninggal, sementara belum ada orang yang menempati tugasnya untuk mendakwahi umat manusia kepada Rabb mereka dan menasehati mereka, maka beliau mengadukan kelemahan batin dan fisiknya itu kepada Rabbnya . Beliau berdoa kepada Allah dengan suara lembut, supaya doanya lebih sempurna, lebih utama dan lebih paripurna keikhlasannya. Beliau mengatakan, “Wahai Rabbku, sesungguhnya tulangku telah lemah,” maksudnya, sudah lemah dan lunglai. Jika tulang yang merupakan penyangga badan sudah lemah, maka anggota badan yang lain pasti ikut melemah.
“Kepalaku telah ditumbuhi uban,” karena (tumbuhnya) uban merupakan pertanda kelemahan dan masa tua, utusan dan duta kematian serta peringatan akan dekatnya kematian. Maka Zakarian menjadikan kelemahan dan ketidakberdayaannya sebagai wasilah (perantara) dalam berdoa kepada Allah. Ini merupakan salah satu bentuk wasilah yang dicintai oleh Allah, karena menunjukkan berlepas diri dari daya dan kekuatan (pribadi) dan ketergantungan hati hanya kepada daya dan kekuatan Allah. “Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, wahai Rabbku.” Wahai Rabbku, Engkau tidak pernah menolak permintaanku dengan hampa dan menjadi terhalang-halangi dari pengabulan. Bahkan Engkau selalu menyambutku dan mengabulkan permohonanku. Dan kelembutanMu selalu silih berganti datang kepadaku, (begitu juga) kebaikanMu selalu sampai kepadaku. Ini merupakan satu bentuk tawasul kepada Allah dengan (penyebutan) nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya dan pengabulan doa-doanya yang terdahulu. Jadi, Nabi Zakaria berdoa kepada Allah yang telah memberinya kebaikan pada masa yang lalu agar menyempurnakan curahan kebaikanNya pada masa akan datang.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-6
Adapun pembahasan tentang huruf hijaiyah telah dijelaskan di permulaan surah Al-Baqarah.
Firman Allah: ((Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu) yaitu, hal ini menyebutkan rahmat Allah kepada hambaNya, yaitu nabi Zakaria. Yahya bin Ya'mur membaca (dzakkara rahmata rabbika ‘abdahu zakariyya) “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hambaNya Zakaria” kata “Zakaria” dibaca panjang dan pendek; dua bacaan ini terkenal. Zakaria adalah seorang nabi yang agung dari kalangan nabi-nabi Bani Israil. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari bahwa nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu yang makan dari hasil kerja tangannya yang menjadi tukang kayu.
Firman Allah: (yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sebagian mufasir mengatakan bahwa sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suara dalam doanya agar dalam permohonannya akan anak tidak dituduh sebagai orang yang lemah karena usia tua, Pendapat ini dikatakan oleh Al-Mawardi.
Ulama lainnya berkata, sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suaranya karena hal itu lebih disukai Allah sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang ayat ini: (Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sesungguhnya Allah mengetahui hati orang yang bertakwa, dan mendengar suara yang lirih.
(Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah”) yaitu lemah dan tidak mempunyai kekuatan (dan kepalaku telah ditumbuhi uban) yaitu, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Duraid dalam syair gubahan­nya:
“Tidakkah engkau melihat rambut kepalaku yang kini warnanya seakan-akan seperti fajar subuh yang di sisa-sisa kegelapan malam.
“Warna putih ubannya menyala menutupi warna hitamnya, seperti warna api yang menyala dalam bara api”
Makna yang dimaksud dari sini adalah pemberitahuan tentang kelemahan, ketuaan dan tanda-tandanya, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Firman Allah: (dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku) yaitu aku belum pernah berdoa kepadaMu, melainkan Engkau memperkenankannya, dan Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepadaMu. Firman Allah: (Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku) Mayoritas ulama membacanya dengan dinashab huruf ya’nya menjadi “mawaliya” karena sebagai maf'ul. Diriwayatkan dari Kisai, dia mensukun huruf yanya sebagaimana yang dikatakan oleh penyair
“Seakan-akan tangan-tangan mereka di tanah yang datar, dan tangan-tangan tetangga saling mengambil perak”
Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan mawali adalah “'ashabah”.
Abu Shalih berkata bahwa maknannya adalah kalalah.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) peninggalannya adalah ilmu, dan dia termasuk keturunan nabi Ya'qub.
Diriwayatkan dari Al-Hasan yaitu mewarisi kenabian dan ilmunya.
As-Suddi berkata yaitu mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub.
Diriwayatkan dari Malik, dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu kenabian mereka.
Diriwayatkan dari Abu Shalih tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu mewarisi hartaku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir dalam tafsirnya
Firman Allah: (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai) yaitu diridhai di sisiMu dan makhlukMu, yaitu Engkau menyukainya dan menjadikannya disukai makhlukMu dalam agama dan akhlaknya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Maryam ayat 4: Ketika tulang telah lemah, di mana ia merupakan penopang badan, maka anggota badan yang lain tentu ikut lemah.

Uban merupakan tanda kelemahan dan ketuaan, utusan maut, pemandunya dan peringatan terhadapnya. Nabi Zakaria bertawassul kepada Allah dengan kelemahan dirinya, dan hal ini termasuk cara bertawassul yang dicintai Allah, karena hal ini menunjukkan sikap berlepas diri dari kemampuan dirinya serta bergantung kepada kekuatan Allah ‘Azza wa Jalla.

Yakni Engkau tidak menghendaki aku kecewa dan terhalang dari dikabulkan doa, bahkan Engkau senantiasa menyambutku dan mengabulkan doaku. Kelembutan-Mu selalu mengalir kepadaku dan ihsan-Mu senantiasa sampai kepadaku. Di sini Beliau bertawassul kepada Allah dengan nikmat yang diberikan-Nya kepada dirinya dan pengabulan-Nya terhadap doanya yang terdahulu; Beliau meminta kepada Allah Tuhan yang telah berbuat baik dahulu agar Dia menyempurnakan ihsan-Nya pada kesempatan selanjutnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Maryam Ayat 4

Dengan santun dan suara yang lembut dia berkata, 'ya tuhanku yang maha pengasih dan maha pemelihara, sungguh kini tulang belulangku telah menjadi lemah sehingga aku sering merasa letih, dan rambut kepalaku telah memutih seperti perak karena dipenuhi uban, pertanda bahwa aku telah berusia senja. Namun, aku tidak pernah putus asa dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya tuhanku. Engkau adalah zat yang tidak pernah mengecewakan siapa pun. 5. Dan sungguh, di masa tuaku ini aku selalu merasa khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku kelak bila engkau memanggilku, padahal istriku seorang yang mandul sejak masa mudanya, maka anugerahilah aku dengan rahmat dan kasih sayang-Mu seorang anak dari sisi-Mu yang akan melanjutkan keturunanku dan menggantikanku menyebarkan hukum dan ajaran-Mu.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian kumpulan penjabaran dari berbagai ulama terkait isi dan arti surat Maryam ayat 4 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi ummat. Sokong perjuangan kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Tersering Dilihat

Terdapat banyak konten yang tersering dilihat, seperti surat/ayat: Az-Zalzalah, Al-Mujadalah 11, At-Takatsur, Al-Isra 23, Ali Imran, Al-Baqarah 286. Serta Yunus 40-41, Al-Hujurat 12, Al-Baqarah 83, An-Nur 2, Al-Ma’idah 2, Asy-Syams.

  1. Az-Zalzalah
  2. Al-Mujadalah 11
  3. At-Takatsur
  4. Al-Isra 23
  5. Ali Imran
  6. Al-Baqarah 286
  7. Yunus 40-41
  8. Al-Hujurat 12
  9. Al-Baqarah 83
  10. An-Nur 2
  11. Al-Ma’idah 2
  12. Asy-Syams

Pencarian: an-nahl ayat 64, al baqarah 15, surat 12 ayat 8, ar rahman surah, surat alalaq

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: