Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Maryam Ayat 5

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا

Arab-Latin: Wa innī khiftul-mawāliya miw war&`ī wa kānatimra`atī 'āqiran fa hab lī mil ladungka waliyyā

Terjemah Arti: Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku dan orang-orang dari keluarga besarku setelah kematianku kelak mereka tidak menjalankan ajaran agamaMu dengan sebaik-baiknya, dan tidak menyeru hamba-hambaMu kepadaMU sedang istriku adalah seorang wanita yang mandul, tidak bisa melahirkan, maka anugerahilah aku dari sisiMu seorang anak yang menjadi pewaris lagi penolong.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5. Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, bila mereka tidak menegakkan agama ini lantaran kesibukan mereka dengan urusan dunia, padahal istriku seorang wanita mandul yang tidak bisa melahirkan anak, maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang akan membantuku.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

5. وَإِنِّى خِفْتُ الْمَوٰلِىَ مِن وَرَآءِى (Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku)
Makna (الموالي) yakni para kerabat dan sanak yang lain yang berasal dari anak keturunan paman dan yang lainnya.
Yakni sanak kerabat Nabi Zakariya adalah orang-orang yang lalai dalam urusan agama. Mereka lemah sekali dalam membawa risalah agamanya, atau sibuk dengan dunia sehingga melalaikan urusan agama bani Israil. Oleh sebab itu Nabi Zakariya takut agama ini akan lenyap dengan kematiannya, sehingga dia meminta seorang pengganti yang menempati posisinya setelah kematiannya yang peduli terhadap agama.

وَكَانَتِ امْرَأَتِى عَاقِرًا(sedang isteriku adalah seorang yang mandul)
Makna (العاقر) adalah perempuan yang tidak dapat melahirkan lagi karena telah lanjut usia.

فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا (maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang pengganti)
Nabi Zakariya tidak secara langsung meminta seorang anak, sebab ia mengetahui bahwa dia dan istrinya telah masuk dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan seorang anak.
Pendapat lain mengatakan bahwa dalam doanya itu Nabi Zakariya mengharapkan seorang anak.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

5. Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku Bani Am sepeninggalku mereka yang akan menjadi pewarisku sehingga mereka menyia-nyiakan agama. Sebab mereka dulu acuh terhadap urusan agama, sedang isteriku adalah seorang yang mandul: tidak bisa melahirkan. Maka anugerahilah aku seorang putera dari sisi-Mu

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Yang dimaksud oleh Zakaria dengan mawali adalah orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusan yang terkait dengan agama sepeninggalnya dan yang memimpin Bani Israil serta yang mengajak mereka kepada Allah. Zakaria khawatir kalau orang-orang yang menggantikannya adalah orang-orang tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, karena tidak seorang pun di antara mereka yang dapat dipercaya, oleh sebab itu Beliau meminta dianugerahi seorang anak. Nampaknya, Beliau tidak melihat adanya orang yang layak memegang posisi imaamah fid din (pemimpin dalam agama). Hal ini menunjukkan perhatian Beliau kepada kaumnya, dan lagi permintaan Beliau agar dianugerahi anak tidak seperti permintaan orang lain, bahkan untuk maslahat agama dan agar agama ini tidak hilang. Beliau melihat bahwa selain Beliau tidak cocok terhadap imamah fid din, dan ketika itu hanya rumah Beliau yang paling terkenal tentang kebaikan agamanya, oleh karenanya Beliau meminta kepada Allah agar dianugerahkan seorang anak yang akan menegakkan agama-Nya setelah Beliau wafat.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Dan sungguh, di masa tuaku ini aku selalu merasa khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku kelak bila engkau memanggilku, padahal istriku seorang yang mandul sejak masa mudanya, maka anugerahilah aku dengan rahmat dan kasih sayang-Mu seorang anak dari sisi-Mu yang akan melanjutkan keturunanku dan menggantikanku menyebarkan hukum dan ajaran-Mu. 6. Ya tuhanku, aku berharap anak itu kelak menjadi penerusku yang akan mewarisi aku dalam tugas-tugasku sebagai penyeru umat dan mewarisi dari keluarga yakub yang melanjutkan tradisi dan agama nabi ibrahim. Kabulkanlah doaku dan jadikanlah dia, ya tuhanku, seorang yang selalu diridai dan dirahmati. '.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Maryam Ayat 6 Arab-Latin, Surat Maryam Ayat 7 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Maryam Ayat 8, Terjemahan Tafsir Surat Maryam Ayat 9, Isi Kandungan Surat Maryam Ayat 10, Makna Surat Maryam Ayat 11

Category: Surat Maryam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surah 19 Ayat 5 Maryam Ayat 5 Maryam Ayat5