Surat Al-Kahfi Ayat 56

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۚ وَيُجَٰدِلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِٱلْبَٰطِلِ لِيُدْحِضُوا۟ بِهِ ٱلْحَقَّ ۖ وَٱتَّخَذُوٓا۟ ءَايَٰتِى وَمَآ أُنذِرُوا۟ هُزُوًا

Arab-Latin: Wa mā nursilul-mursalīna illā mubasysyirīna wa munżirīn, wa yujādilullażīna kafarụ bil-bāṭili liyud-ḥiḍụ bihil-ḥaqqa wattakhażū āyātī wa mā unżirụ huzuwā

Artinya: Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.

« Al-Kahfi 55Al-Kahfi 57 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Tentang Surat Al-Kahfi Ayat 56

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Kahfi Ayat 56 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan kandungan menarik dari ayat ini. Terdapat sekumpulan penjelasan dari beragam mufassirin terhadap isi surat Al-Kahfi ayat 56, antara lain sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan kami tidak mengutus rasul-rasul ke tengah umat manusia kecuali agar para rasul itu menjadi orang-orang yang membawa kabar gembira berupa surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, serta memberikan kabar menakutkan bagi orang yang mengikuti kekafiran dan maksiat dari neraka. akan tetapi, kendatipun kebenaran itu sangat terang, orang-orang yang kafir tetap membantah para rasul dengan kebatilan-kebatilan sebagai bentuk penentangan agar dengan kebatilan itu, mereka dapat menghapus kebenaran yang dibawa oleh rasul. Dan mereka menjadikan kitabKu, hujjah-hujjahKu dan siksaan yang mereka diperingatkan dengannya sebagai bahan olokan dan ejekan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

56. Dan Kami tidaklah mengutus para rasul melainkan untuk menyampaikan kabar gembira berupa surga atau peringatan berupa neraka. Akan tetapi orang-orang yang mendustakan itu mendebat dengan perkataan-perkataan yang batil agar dapat mengalahkan kebenaran! Mereka juga menjadikan ayat-ayat qur’aniyah dan kauniyah, dan azab yang menakutkan sebagai olokan dan gurauan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

56. Dan Kami tidaklah mengutus para rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira untuk orang-orang beriman dan taat, dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir dan bermaksiat, para Rasul itu tidak memiliki kekuasaan atas hati manusia agar mereka mendapatkan petunjuk, akan tetapi orang-orang kafir itu masih saja membantah para Rasul -padahal bukti-bukti kebenarannya begitu jelas bagi mereka- dengan tujuan untuk melenyapkan perkara hak yang diturunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan kebatilan mereka, dan mereka hanyalah menjadikan Al-Qur`ān ini dan ayat-ayat ancaman bagi mereka sebagai bahan candaan dan olok-olokkan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

56. وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ (Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul)
Kepada setiap umat.

إِلَّا مُبَشِّرِينَ(hanyalah sebagai pembawa berita gembira)
Bagi orang-orang beriman.

وَمُنذِرِينَ ۚ( dan sebagai pemberi peringatan)
Bagi orang-orang kafir.
Maka para Rasul tersebut tidak akan mampu mengambil hati mereka menuju hidayah, sebab hal itu adalah kuasa Allah semata.

وَيُجٰدِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِالْبٰطِلِ لِيُدْحِضُوا۟ بِهِ الْحَقَّ ۖ( tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak)
Yakni agar dengan bantahan batil itu mereka dapat melenyapkan kebenaran, seperti dengan perkataan mereka kepada para Rasul ”Kalian hanyalah manusia seperti kami” dan perkataan mereka lainnya.

وَاتَّخَذُوٓا۟ ءَايٰتِى(dan mereka menganggap ayat-ayat kami)
Yakni menganggap al-Qur’an.

وَمَآ أُنذِرُوا۟( dan peringatan-peringatan terhadap mereka)
Yakni ancaman dan peringatan bagi mereka.

هُزُوًا(sebagai olok-olokan)
Yakni sebagai bahan ejekan untuk olokan mereka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

56. Kami tidak mengutus rasul-rasul kecuali hanya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan kebatilan dengan berkata: “Rasul hanya membawa keburukan.” Bermaksud agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang haq. Mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan dan hinaan.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. orang-orang kafir membantah dengan bathil agar mereka dapat melenyapkan} agar mereka dapat melenyapkan dan menghapuskan {sesuatu yang benar. Mereka menjadikan ayat-ayatKu dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olok} ejekan dan olok-olok


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

56. Maksudnya, Kami tidak mengutus para rasul dengan sia-sia, bahkan pula agar manusia menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan, dan tidak untuk menyeru umat manusia kepada (kepentingan) pribadi para rasul. Akan tetapi, Kami mengirim mereka untuk mengajak umat manusia kepada setiap kebajikan dan melarang mereka dari segala kejelekan, membawa kabar gembira bagi mereka atas ketaatan terhadap hal tersebut (perintah dan larangan) dengan pahala dunia dan balasan akhirat, memberi mereka peringatan dari pelanggarannya dengan hukuman dunia dan akhirat. Dengan itu, hujjah Allah telah tegak berdiri kepada para hambaNya. Meskipun begitu, orang-orang yang zhalim dan kafir enggan untuk berbuat sesuatu melainkan melancarkan bantahan dengan kebatilan untuk melenyapkan kebenaran. Mereka mengusahakan cara apa pun yang bisa mereka tempuh untuk memenangkan kebatilan dan melenyapkan kebenaran serta merontokkannya. Mereka mengolok-olok para rasul Allah dan ayat-ayatNya. Mereka sudah cukup gembira dengan ilmu yang mereka miliki, "dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (AT-Taubah:32), dan memenangkan kebenaran di atas kebatilan. "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap" (Al-Anbiya:18)
Termasuk pengaruh sifat hikmah Allah dan rahmatNya, bahwa pengerahan orang-orang yang batil dan membantah kebenaran dengan kebatilan, termasuk penting yang menuntun kepada kejelasan al-Haq, bukti-bukti dan dalil-dalilnya yang nyata, tersingkapnya kebatilan dari sisi kerusakannya. Sebab, dengan lawannya, segala sesuatu akan lebih jelas.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 55-56
Allah SWT memberitahukan tentang pembangkanga orang-orang kafir, baik yang dahulu maupun yang sekarang, mereka medustakan kebenaran yang jelas dan terang, sekalipun menyaksikan mukjizat dan bukti-bukti yang jelas. Tidak ada yang mencegah mereka mengikuti kebenaran kecuali keinginan mereka menyaksikan azab yang telah diancamkan kepada mereka dengan mata mereka. Sebagaimana yang mereka katakan kepada nabi mereka.: (maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar (187)) (Surah Asy-Syu'ara) dan lainnya berkata: (Datangkanlah kepada kami siksa Allah, jika kalian termasuk termasuk orang-orang yang benar) (Surah Al-Ankabut: 29) serta orang-orang Quraisy berkata: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih) (Surah Al-Anfal: 32) (Mereka berkata, "Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepa­danya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila (6) Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" (7)) (Surah Al-Hijr) dan ayat-ayat lain yang menunjukkan hal itu.
Kemudian Allah SWT berfirman: (kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu) yaitu diliputi azab sampai ke akar-akarnya (atau datangnya azab atas mereka dengan nyata) yaitu mereka melihatnya dengan mata mereka di hadapan mereka, kemudian Allah berfirman (Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan) yaitu sebelum azab itu dan pembawa berita gembira kepada orang-orang yang membenarkan dan beriman kepada mereka, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan dan menentang mereka.
Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang kafir itu tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan kebathilan (agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan kebathilan) yaitu dengan kebathilan mereka melemahkan kebenaran yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, dan hal itu tidak berhasil (dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peri­ngatan terhadap mereka sebagai olok-olokan) yaitu, mereka menganggap hujjah dan bukti-bukti yang berten­tangan dengan hukum alam yang dibawa oleh para rasul, dan peringatan-peringatan serta ancaman-ancaman azab kepada mereka ( sebagai olok-olokan) yaitu, mereka memperolok-olokan para rasul dalam hal itu, dan itu merupakan kedustaan mereka buruk.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Kahfi ayat 56: Bagi orang-orang yang beriman dengan surga.

Bagi orang-orang yang kafir dengan neraka. Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah mengutus para rasul main-main, tidak pula agar manusia menjadikan mereka sebagai tuhan serta tidak pula agar mereka (para rasul) menyeru untuk kepentingan dirinya. Bahkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala menutus para rasul untuk mengajak manusia kepada kebaikan dan melarang keburukan serta memberikan kabar gembira dan peringatan.

Yaitu ucapan mereka, “Apakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”

Dengan diutusnya para rasul, maka hujjah Allah bagi manusia menjadi tegak, akan tetapi orang-orang kafir tidak menghendaki selain berbantah-bantahan menggunakan yang batil untuk mengalahkan yang benar. Mereka berusaha membela yang batil sesuai kemampuan demi mengalahkan yang hak, mereka memperolok rasul-rasul Allah dan ayat-ayat-Nya serta merasa bangga dengan ilmu yang mereka miliki. Akan tetapi, Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang yang kafir benci. Termasuk hikmah Allah dan rahmat-Nya adalah diadakan-Nya orang-orang yang melawan kebenaran dengan kebatilan agar kebenaran semakin jelas dan kebatilan semakin terlihat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Kahfi Ayat 56

Dan kami tidak mengutus rasul-rasul termasuk engkau wahai nabi Muhammad, melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada manusia agar mereka beriman, tetapi orang yang kafir terus-menerus membantah para rasul itu dengan cara yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, yakni kebenaran ayatayat Allah dan mereka menjadikan ayat-ayat-ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka oleh para rasul sebagai olok-olokan. Mereka berkata bahwa para rasul hanyalah seorang manusia dan apa yang dikatakan oleh mereka hanyalah kebohongan belaka. Dan siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat tuhannyadengan bermacam-macam cara, lalu dia berpaling darinya tidak mau memikirkan dan merenungkannya, dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya, yakni kejahatan yang mereka lakukan. Sungguh, kami telah menjadikan hati mereka tertutup sehingga mereka tidak memahaminya, dan kami letakkan pula sumbatan di telinga mereka, sehingga mereka terhalang dari mendengar dan memahami ayat-ayat Allah yang terkandung dalam kitab suci. Kendatipun engkau wahai nabi Muhammad menyeru mereka kepada petunjuk agar mereka beriman dan taat kepada Allah, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya karena kerasnya hati mereka dalam mengingkari ayat-ayat Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah berbagai penjelasan dari banyak mufassirin berkaitan kandungan dan arti surat Al-Kahfi ayat 56 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah bagi kita. Dukung dakwah kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Sering Dicari

Baca ratusan konten yang paling sering dicari, seperti surat/ayat: Al-Fatihah 1, Luqman 13-14, Al-Baqarah 284-286, Al-Baqarah 216, Yasin 40, Yunus 41. Juga Al-A’raf, Al-Fatihah 2, Al-Fatihah 7, Assalaamualaikum, Ali ‘Imran 104, Ali ‘Imran 191.

  1. Al-Fatihah 1
  2. Luqman 13-14
  3. Al-Baqarah 284-286
  4. Al-Baqarah 216
  5. Yasin 40
  6. Yunus 41
  7. Al-A’raf
  8. Al-Fatihah 2
  9. Al-Fatihah 7
  10. Assalaamualaikum
  11. Ali ‘Imran 104
  12. Ali ‘Imran 191

Pencarian: surat ke 89, terjemahan al mulk, arrijalu qowwamuna, surah al yunus, sabihisma

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: