Surat Al-Isra Ayat 72

وَمَن كَانَ فِى هَٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

Arab-Latin: Wa mang kāna fī hāżihī a'mā fa huwa fil-ākhirati a'mā wa aḍallu sabīlā

Artinya: Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

« Al-Isra 71Al-Isra 73 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Dengan Surat Al-Isra Ayat 72

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Isra Ayat 72 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam hikmah menarik dari ayat ini. Didapati bermacam penjabaran dari banyak ahli ilmu berkaitan isi surat Al-Isra ayat 72, antara lain seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan barang siapa di dunia ini buta hatinya dari melihat bukti-bukti kuasa Allah, tidak beriman kepada risalah yang dibawa Muhammad maka dia pada hari kiamat akan lebih buta untuk mengetahui jalan menuju surga dan juga lebih sesat jalannya dari petunjuk dan bimbingan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

72. Dan barangsiapa yang buta hatinya di dunia ini sehingga tidak mendapat petunjuk menuju kebenaran, maka di akhirat dia akan lebih buta dan lebih tersesat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

72. Dan barangsiapa yang buta hatinya dari menerima kebenaran dan tunduk kepadanya di kehidupan dunia ini, maka di hari Kiamat kelak dia akan lebih buta lagi, tidak akan mendapatkan jalan Surga, dan tersesat dari jalan hidayah, sungguh balasan suatu amalan setimpal dan sejenis dengan amalannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

72. وَمَن كَانَ فِى هٰذِهِۦٓ (Dan barangsiapa yang di dunia ini)
Yakni di dunia.

أَعْمَىٰ (buta)
Kehilangan penglihatan, yakni buta hatinya.

فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ أَعْمَىٰ( niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula))
Yakni buta matanya. Ia dihukum dengan mata yang buta sebagai balasan atas hati yang buta.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Barangsiapa yang buas kepada Allah dengan maksiatnya kepada-Nya di dunia ini, maka sesungguhnya kebuasanya itu akan kembali kepadanya di alam barzakh dan pada hari kiamat ia akan menjadi lebih buruk.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

72. Dan barangsiapa di dunia dia buta bashirahnya atau hatinya, maka di akhirat itu buta penglihatannya. Dia tidak ditunjukkan menuju jalan kemenangan bahkan jauh darinya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Siapa saja yang di dunia ini} di kehidupan dunia {buta (hatinya), maka di akhirat pun dia pasti buta dan lebih tersesat jalannya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

72. “Dan barangsiapa yang di sini,” yakni di dunia ini “buta” dari kebenaran, maka dia tidak menerima dan tidak tunduk kepadanya, justru dia mengikuti kesesatan “niscaya di akhirat (nanti) dia akan lebih buta (pula)” (tidak melihat) jalur menuju surge, sebagaimana tatkala di dunia dia tidak menapakinya “dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” Karena balasan itu disebabkan oleh jenis amal perbuatan itu tersendiri, dan sebagaimana kamu memberi balasan, maka kamu diberi balasan pula.
Dalam ayat ini, terdapat dalil bahwasanya setiap umat itu akan diseru kepada agama dan kitabnya. Apakah dilaksanakan ataukah tidak? Mereka tidak akan diazab dengan syariat nabi lain yang tidak diperintahkan untuk mengikutinya. Allah tidak akan mengazab seseorang kecuali setelah hujjah tegak atasnya, kemudian dia menyelisihinya. Orang-orang yang suka berbuat kebaikan akan diberikan kitab mereka dengan tangan kanannya. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar. Sedangkan orang-orang yang suka berbuat kejelekan, akan mendapatkan kebalikannya. Mereka tidak mampu membaca kitab mereka disebabkan dahsyatnya kegelisahan dan ketakutan yang mereka rasakan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 71-72
Allah SWT memberitahukan tentang hari kiamat, bahwa Dia akan menghisab se­tiap umat dengan pemimpin mereka. Para ulama’ berbeda pandapat tentang hal ini.
Mujahid dan Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah nabi mereka. Ini sebagaimana firman Allah SWT: (Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah kepuiusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya (47)) (Surah Yunus)
Ibnu Zaid berkata bahwa yang dimaksud adalah kitab mereka yang diturunkan kepada nabi mereka berupa hukum-hukum syariat, dan pendapat ini dipilih Ibnu Jarir.
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid bahwa dia berkata, yaitu kitab-kitab mereka. Bisa juga dimaknai dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Al-Aufi dari ibnu Abbas tentang firmanNya: ((Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap-tiap umat dengan pemimpinnya) yaitu kitab amal perbuatan mereka. Demikian juga dikatakan oleh Abu Al-’Aliyah, Al-Hasan, Adh-Dhahhak. Ini adalah pendapat yang paling kuat, berdasarkan firman Allah: (Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata) (Surah Yasin: 12) Bisa juga dimaknai bahwa yang dimaksud dengan imam mereka adalah setiap kaum memiliki orang yang dijadikan mereka sebagai panutan, dan orang-orang yang beriman itu bermakmum kepada para nabi, dan orang-orang kafir bermakmum kepada pemimpin-pemimpin mereka. Sebagaimana Allah berfirman: (Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka) (Surah Al-Qashash: 41) Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim,”Sungguh setiap umat akan mengikuti apa yang dahulu disembahnya, maka orang yang menyembah Thaghut, akan mengikuti Thaghut.
Allah SWT berfirman: (Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan (28) (Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan" (29)) (Surah Al-Jatsiyah) Hal ini tidak bertentangan dengan peristiwa didatangkannya Nabi SAW ketika Allah memberikan keputusan hukum di antara umatnya. Karena sesungguhnya wajib bagi beliau SAW menjadi saksi terhadap umat beliau atas amal mereka, sebagaimana firman Allah: (Dan terang benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan caha­ya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan per­buatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi) (Surah Az-Zumar: 69) Firman Allah: (Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas me­reka itu (sebagai umatmu) (41)) (Surah An-Nisa’) Akan tetapi yang dimaksud dengan imam di sini adalah catatan amal perbuatan. Oleh karena itu Allah berfirman: ((Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpin (kitab catatan amal)nya; dan barang siapa yang diberikan kitab amalnya di tangan kanannya, maka mere­ka ini akan membaca kitabnya itu) yaitu karena kesenangan dan kebahagiaannya berdasarkan catatan amal shalih yang ada di dalam kitab catatan amalnya, dia senang membacanya. Sebagaimana firmanNya: (Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini)” (19)) sampai dengan firmanNya: (Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku (25) Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku (26)) (Surah Al-Haqqah)
Firman Allah: (mereka tidak dianiaya sedikit pun) telah dijelaskan sebelumnya bahwa “al-fatil” adalah benang memanjang pada tengah biji kurma.
Firman Allah: (dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini) Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah dan Ibnu Zaid berkata (dan yang ada di sini) yaitu di kehidupan dunia. (buta) dari hujjah, tanda-tanda, keterangan-keterangan dari Allah (niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta) yaitu, demikian pula (dan lebih sesat dari jalan (yang benar)) yaitu lebih sesat dari apa yang dia alami di dunia. Kami berlindung kepada Allah dari hal itu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Isra ayat 72: Dari melihat kebenaran dan dari tunduk kepadanya.

Dari jalan yang mengarah kepada surga ketika di akhirat, karena ia tidak menempuh jalannya ketika di dunia, dan al jazaa’ min jinsil ‘amal (balasan diberikan sesuai amal yang dikerjakan).


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Isra Ayat 72

Dan barang siapa buta hatinya di dunia ini, menempuh jalan yang sesat dan durhaka kepada tuhan, maka di akhirat dia akan buta pula hatinya dan tersesat jauh dari jalan yang benar. Tidak ada waktu lagi untuk bertobat dan mencari keselamatan dari azab tuhan. Kepada mereka diberikan catatan amalnya di tangan kirinya. Mereka itulah orang-orang yang celaka disebabkan karena kesesatan dan kedurhakaannya kepada tuhan. Orang-orang kafir berupaya agar nabi Muhammad mau menuruti keinginan mereka, menyampaikan sesuatu yang lain dari apa yang diwahyukan oleh Allah. Nabi terdorong oleh harapannya yang sangat kuat agar mereka masuk islam, hampir saja tergoda oleh bujuk rayu orang-orang kafir itu, akan tetapi Allah meneguhkan hatinya sehingga keinginan orang kafir itu tidak terlaksana. Dan mereka, orang-orang kafir, hampir memalingkan engkau wahai nabi Muhammad dari apa yang telah kami wahyukan kepadamu, yaitu menyangkut perintah dan larangan, janji dan ancaman yang terkandung dalam Al-Qur'an, dan menyuruhmu agar engkau mengada-ada menyampaikan sesuatu yang lain dari apa yang termaktub dalam Al-Qur'an itu terhadap kami; dan jika engkau berbuat demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia, sebab engkau menuruti kehendaknya dan melaksanakan perintahnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penjelasan dari berbagai ahli ilmu terhadap isi dan arti surat Al-Isra ayat 72 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita bersama. Sokonglah usaha kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Terbanyak Dilihat

Ada banyak topik yang terbanyak dilihat, seperti surat/ayat: Yasin 9, Al-Fatihah 6, Al-Ma’idah 32, At-Taubah 40, ‘Abasa, Dua (2) Terakhir al-Baqarah. Serta Al-Lail, Luqman 13, Al-Hujurat 10, Maryam, Al-Baqarah 285-286, An-Naas.

  1. Yasin 9
  2. Al-Fatihah 6
  3. Al-Ma’idah 32
  4. At-Taubah 40
  5. ‘Abasa
  6. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  7. Al-Lail
  8. Luqman 13
  9. Al-Hujurat 10
  10. Maryam
  11. Al-Baqarah 285-286
  12. An-Naas

Pencarian: an naba beserta artinya, surat al-baqarah ayat 1-10, surat al-maidah ayat, tafsir surat nuh, al a'raf 160

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.