Surat Al-Baqarah Ayat 81

بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَٰطَتْ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Arab-Latin: Balā mang kasaba sayyi`ataw wa `aḥāṭat bihī khaṭī`atuhụ fa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

Artinya: (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

« Al-Baqarah 80Al-Baqarah 82 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Berkaitan Dengan Surat Al-Baqarah Ayat 81

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Baqarah Ayat 81 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah mendalam dari ayat ini. Didapatkan pelbagai penafsiran dari kalangan ahli ilmu mengenai makna surat Al-Baqarah ayat 81, sebagiannya seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Ketetapan Allah sudah baku, bahwasanya orang yang mengerjakan perbuatan perbuatan dosa sehingga menyeretnya menuju kekafiran, dan dosa-dosa telah menguasainya dari seluruh sisinya (dan ini tidak terjadi kecuali pada orang yang menyekutukan Allah) Bahkan mereka itulah orang-orang musyrik dan kafir dan mereka itulah orang-orang menempati neraka jahanam terus menerus tanpa putus.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

81. Hal ini bukanlah seperti yang kalian anggap, namun kebenarannya adalah bahwa ALlah telah menetapkan barangsiapa yang berbuat kesalahan dan terus menerus berbuat dosa seperti kesyirikan, dan mereka ia tidak bertaubat, maka ia adalah orang yang jauh dari rahmat ALlah dan termasuk penghuni neraka yang kekal di dalamnya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

81. Masalahnya tidak seperti yang mereka kira. Karena Allah akan mengazab semua orang yang melakukan dosa kufur dan dosa-dosanya mengelilinginya dari segala penjuru. Dan Allah akan membalas kesalahan itu dengan memasukkan mereka ke dalam neraka dan menempatkan mereka di dalamnya untuk selama-lamanya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

81. بَلَىٰ مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً ((Bukan demikian), akan tetapi: barangsiapa berbuat dosa)
Yakni berupa dosa kesyirikan dan kesalahan yang termasuk dosa-dosa besar dan tidak bertaubat dari hal itu.

وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ (dan ia telah diliputi oleh dosanya)
Yakni orang yang beramal seperti amal-amal kalian (orang-orang Yahudi) dan kafir seperti kekafiran kalian sampai kekufuran mereka mengepung amal kebaikan mereka


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Semua itu tidak seperti yang kalian persepsikan wahai kaum Yahudi, namun siapa saja yang telah ingkar kepada ALlah dan mendustakan utusan-Nya akan Kami masukkan ke neraka. Juga siapapun yang menyekutukan-Nya, bermaksiat kepada-Nya dan belum bertaubat atas dosa-dosanya. Semua keburukan yang mereka perbuat akan menyelimuti mereka, sehingga mereka mati dalam kekafiran. Merekalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Bukan demikian Siapa saja yang berbuat keburukan} berbuat syirik {dan dikelilingi oleh dosa-dosanya} dan di kelilingi dari segala arah oleh dosa-dosanya {maka mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

81. “barangsiapa yang berbuat dosa,” dengan kata berbentuk nakirah (umum) dalam susunan kalimat syarat, maka mencakup kesyirikan ataupun yang lainnya, walaupun maksudnya adalah kesyirikan, dalam hal ini dengan dasar dalil Firman Allah ta’ala , “Dan dia telah diliputi oleh dosanya, ” maksudnya pelakunya telah diliputi hingga dia tidak memiliki jalan keluar, hal ini tidaklah lain kecuali kesyirikan saja, karena barangsiapa yang memiliki keimanan, maka dia tidak akan diliputi oleh kesalahannya. “Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Orang-orang khawarij berhujjah dengan ayat ini atas kufurnya pelaku kemaksiatan, padahal ayat itu sebagai hujjah bantahan terhadap mereka sebagaimana yang jelas anda lihat, karena ayat itu sebenarnya jelas tentang kesyirikan. Demikianlah setiap pelaku kebatilan selalu berhujjah dengan suatu ayat atau hadist yang shahih untuk memperkuat perkataannya yang batil, sehingga dalil yang dipakainya berhujjah menjadi bantahan yang melawannya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah berfirman, “Perkara ini tidak sesuai dengan apa yang kalian angan-angankan dan inginkan. Tetapi sesungguhnya, siapa saja yang melakukan perbuatan jahat maka perbuatan itu akan meliputinya, dia akan datang pada hari kiamat dan tidak ada kebaikan baginya; bahkan semua amal perbuatannya adalah kejahatan; maka dia termasuk ahli neraka. (Dan orang-orang yang beriman) kepada Allah dan Rasulullah (serta beramal saleh) berupa perbuatan yang sesuai dengan syariat, maka mereka termasuk ahli surga.
Ini serupa dengan firman Allah SWT: ((Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah (123) Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun (124)) (Surat An-Nisa).
Dari Ibnu Abbas terkait firman Allah (yang benar: barangsiapa berbuat dosa) maknanya yaitu melakukan perbuatan sebagaimana perbuatanmu dan kafir sebagaimana yang kamu kafir, sehingga kekafirannya itu meliputi dirinya, dan dia tidak memiliki kebaikan sedikit pun.
(Bihi) menurut Mujahid yaitu dalam hatinya.
Dari Ar-Rabi' bin Khutsaim tentang firman Allah (dan ia telah diliputi oleh dosanya) berkata,”Orang yang mati dalam keadaan masih memiliki dosa-dosa sebelum dia semoat bertaubat.
Dari As-Suddi dan Abu Razin juga berpendapat seperti itu.
Abu Al-'Aliyah, Mujahid, Al-Hasan berkata (dalam riwayat dari keduanya) Qatadah, Ar-Rabi' bin Anas berkata tentang firman Allah: (dan ia telah diliputi oleh dosanya) maknanya yaitu dosa besar.
Semua pendapat ini mendekati maknanya, dan hanya Allah yang lebih mengetahui
Dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya) maknanya yaitu siapa saja yang beriman kepada apa yang kalian ingkari dan mengerjakan apa yang kalian tinggalkan berupa agamaNya, maka bagi mereka itu surga sebagai tempat kekal; Allah memberitahu mereka bahwa pahala baik dan buruk akan berlangsung selamanya bagi para pelakunya tanpa putus.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
{ سَيِّئَةٗ } sayyiatan : Dosa kekufuran dan kedustaan atas nama Allah Ta’ala.
{ وَأَحَٰطَتۡ بِهِۦ } ahaathat bihi : Melingkupi dan mengitarinya
{ خَطِيٓ‍َٔتُهُۥ } khatii’atuhu : al-Khatii’ah merupakan bentuk tunggal dari al-Khathaayaa artinya adalah dosa secara umum.
{ الخلود } al-Khuluud : Tinggal tanpa ada batas waktu, tidak berpindah atau pergi.

Makna ayat :
Sungguh benar, perkaranya tidak semudah yang mereka katakan, karena timbangannya antara pahala dan dosa. Barangsiapa melakukan banyak keburukan sehingga dosa-dosanya meliputi dirinya dan mengotori jiwanya, maka tidak ada yang pantas bagi kekotoran jiwanya kecuali neraka. Barangsiapa beriman dan beramal shaleh kemudian dengan keimanan dan amalan itu ia mensucikan dirinya, maka yang pantas untuk kesucian dirinya adalah surga negeri keabadiaan. Adapun kedudukan sosial serta nasab dan pengakuan-pengakuan dusta tidak berpengaruh sama sekali untuk merubah status di akhirat nanti.

Pelajaran dari ayat :
• Tidak bermanfaatnya nasab dan kedudukan, serta pengukuhan bahwa kebahagiaan manusia sama faktornya dengan celakanya. Yaitu faktor kebahagiaan manusia adalah iman dan amal shaleh sedangkan celakanya karena kesyirikan dan kemaksiatan.
• Peringatan terhadap bahayanya dosa baik yang kecil maupun besar. Dan anjuran untuk menghapuskan dosa dengan bertaubat dan beramal shaleh sebelum dosa itu meliputi jiwa dan menghalanginya untuk bertaubat, wal’iyaadzu billah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Baqarah ayat 81: Allah mengabarkan bahwasannya siapa yang melakukan dosa dan bergelimang dosa sampai jatuh kepada kesyirikan dan berkuasa atasnya dosa – dosa , maksiat – maksiat, dari seluruh sisi; maka mereka adalah orang – orang musyrik dan kafir dan mereka adalah penghuni neraka selamanya di dalamnya, tidak keluar mereka dari neraka tersebut selamanya; karena sebab apa yang mereka kerjakan dari kesyirikan dan dosa – dosa besar.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Keburukan di sini adalah syirk, berdasarkan lanjutan ayatnya, yaitu "wa ahaathat bihi khathii'atuh" (dan dosanya telah menenggelamkannya), karena selain syirk tidak membuat seseorang tenggelam dalam dosa.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Baqarah Ayat 81

Sebenarnya tidak ada janji dari Allah, bukan juga karena mereka tidak tahu. Sumber masalahnya adalah sikap mereka yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah. Bukan demikian, yang benar adalah barang siapa berbuat keburukan, yaitu mempersekutukan Allah, dan dosanya telah menenggelamkannya, yakni ia diliputi oleh dosanya sehingga seluruh kehidupannya tidak mengandung sedikit pun kebaikan akibat ketiadaan iman kepada Allah, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Sedangkan orang-orang yang beriman dengan benar sebagaimana diajarkan nabi-nabi mereka dan mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan rasul, maka mereka itu penghuni surga. Mereka juga kekal di dalam nya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah aneka ragam penjabaran dari banyak mufassir terhadap isi dan arti surat Al-Baqarah ayat 81 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat untuk kita semua. Bantulah syi'ar kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Paling Banyak Dikaji

Telaah berbagai materi yang paling banyak dikaji, seperti surat/ayat: ‘Abasa, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, Al-Baqarah 285-286, An-Naas, Al-Lail, Al-Hujurat 10. Serta Luqman 13, Al-Ma’idah 32, At-Taubah 40, Al-Fatihah 6, Yasin 9, Maryam.

  1. ‘Abasa
  2. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  3. Al-Baqarah 285-286
  4. An-Naas
  5. Al-Lail
  6. Al-Hujurat 10
  7. Luqman 13
  8. Al-Ma’idah 32
  9. At-Taubah 40
  10. Al-Fatihah 6
  11. Yasin 9
  12. Maryam

Pencarian: al muminun ayat 12-14, ayat muhammadurrasulullah, an naba ayat 7, yasin ayat 19, surat alilamin

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: