Surat An-Nahl Ayat 69

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Arab-Latin: ṡumma kulī ming kulliṡ-ṡamarāti faslukī subula rabbiki żululā, yakhruju mim buṭụnihā syarābum mukhtalifun alwānuhụ fīhi syifā`ul lin-nās, inna fī żālika la`āyatal liqaumiy yatafakkarụn

Artinya: Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

« An-Nahl 68An-Nahl 70 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Menarik Berkaitan Surat An-Nahl Ayat 69

Paragraf di atas merupakan Surat An-Nahl Ayat 69 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa tafsir menarik dari ayat ini. Terdokumentasi beberapa penjabaran dari banyak mufassir terkait isi surat An-Nahl ayat 69, sebagiannya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan kemudian makanlah dari setiap buah apa yang kamu sukai lalu tempuhlah jalan-jalan tuhanmu yang telah ditundukan bagimu untuk mendapatkan rizki di gunung-gunung dan sela-sela antara pepohonan, Sesungguhnya Allah telah menjadikannya mudah bagimu kamu tidak akan salah jalan untuk kembali meskipun berjarak jauh. Akan keluar dari perut-peru lebah itu cairan madu dengan berbagi warna yang berbeda-beda seperti putih, kuning, merah, dan warna lainnya. Didalamnya terdapat sumber kesembuhan bagi manusia dari penyakit-penyakit. Sesunggguhnya dalam hal-hal yang dilakukan oleh lebah benar-benar terkandung bukti kuat yang menunjukan kuasa penciptanya bagi orang yang berpikir dan kemudian mengambil pelajaran.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

69. Kemudian makanlah makanan yang kalian inginkan berupa buah-buahan, titilah jalan-jalan yang diilhamkan oleh Tuhanmu agar kamu menitinya dengan mudah. Dari perut lebah itu keluar madu yang warnanya berbeda-beda, ada yang putih, kuning dan lainnya, ia mengandung kesembuhan bagi manusia, dengannya mereka mengobati berbagai macam penyakit. Sesungguhnya dalam ilham Tuhanmu kepada lebah dan pada madu yang keluar dari perutnya terdapat bukti kemahakuasaan Allah dan pengaturan-Nya terhadap urusan makhluk-makhluk-Nya bagi kaum yang memikirkan, mereka adalah orang-orang yang mengambil pelajaran.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

69. ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ الثَّمَرٰتِ (kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan)
Yakni dari berbagai macam bunga dan buah.

فَاسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ(dan tempuhlah jalan Tuhanmu)
Yakni olahlah apa yang kamu makan di jalan Tuhanmu; yakni apa yang ada di perut lebah yang Allah olah menjadi madu dengan kekuasaan-Nya.
Atau maknanya adalah apabila kamu memakan sari buah-buahan di tempat yang jauh maka tempuhlah jalan Tuhanmu kembalilah ke sarangmu dan janganlah kamu tersesat.

ذُلُلًا ۚ( yang telah dimudahkan)
Yakni yang tidak sulit ditempuh.

شَرَابٌ (minuman)
Yakni madu.

مُّخْتَلِفٌ أَلْوٰنُهُۥ(yang bermacam-macam warnanya)
Ada yang berwarna putih, merah, biru, dan kuning.

فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ( di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia)
Menurut beberapa ulama bahwa ini hanya untuk beberapa penyakit.

إِنَّ فِى ذٰلِكَ(Sesungguhnya pada yang demikian itu)
Yakni pada fenomena yang ada pada lebah ini.

لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan)
Yakni yang menggunakan fikiran mereka untuk memikirkan ciptaan-ciptaan Allah yang menakjubkan. Dan lebah termasuk ciptaan yang paling menakjubkan, mengherankan, paling teliti, dan teratur.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

69. Dan lebah itu diberi ilham agar memakan sari bunga dan buah-buahan seraya berjalan keluar masuk melalui jalan menuju sarang dengan tunduk kepada kemudahan yang diberikan Allah untuk mengisap sari bunga dan buah dan mengubah nektar menjadi madu yang baik dengan kuasa Allah. Dari perut lebah itu keluar madu dengan warna yang berbeda-beda, yaitu putih, kuning dan merah sesuai jenis bunganya. Di dalamnya terdapat obat penyakit bagi manusia sesuai izin Allah, seperti penyakit pencernaan. Sesungguhnya di dalam hal yang disebutkan itu, berupa perkara lebah dan proses pembuatan madu dan sarang-sarang itu merupakan petunjuk yang jelas atas kekuasaan Allah bagi kaum yang merenungi keajaiban makhluk-makhluk Allah SWT.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah} masukilah {jalan-jalan} jalan-jalan {Tuhanmu yang telah dimudahkan} yang dibuat mudah untuk dilewati” {Dari perutnya itu keluar minuman} madu {yang beragam warnanya. Di dalamnya} di dalam madu {terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

68-69. pada penciptaan binatang lebah yang mungil ini, yang Allah berikan petunjuk kepadanya dengan petunjuk yang mengagumkan, dan Dia memudahkan habitat makanannya, lantas kembali ke sarang sarangnya yang ia renovasi berdasarkan arahan dan petunjuk dari Allah kepadanya, kemudian mengeluarkan dari perut perutnya madu lezat yang beraneka warna, sesuai dengan latar belakang tanah dan habitatnya, yang mana pada madu itu terdapat penyembuh bagi umat manusia dari banyak penyakit, maka semua ini menjadi bukti kesempurnaan perhatian Allah dan kesempurnaan sifat kelembutanNya kepada para hambaNya, dan bahwa Dialah Dzat yang tidak patut ada pihak selainNya yang dicinta dan diseru dalam doa.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 68-69
Yang dimaksud dengan “wahyu” di sini adalah ilham, petunjuk, dan bimbingan kepada lebah agar membuat sarangnya di bukit-bukit, di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian hal itu mengandung hikmah dalam membangun sarangnya dengan sangat rapi struktur dan susunannya, sehingga tidak ada cela padanya.
Kemudian Allah SWT menganugerahkan izin, kemampuan, dan penundukan kepadanya untuk makan dari sari buah-buahan dan menempuh jalan-jalan yang telah dimudahkan oleh Allah baginya, sehingga lebah bisa menempuh jalan udara yang luas, padang pasir yang membentang, lembah-lembah, dan gunung-gunung yang tinggi sesuai kehendaknya. Kemudian masing-masing bisa kembali ke sarangnya tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri, melainkan langsung menuju sarangnya, tempat dia meletakkan telur-telurnya dan madu. Lebah membangun lilin untuk sarangnya dengan kedua sayapnya, dan dari mulutnya dia memuntahkan madu, dan lebah betina mengeluarkan telur dari duburnya, kemudian menetas dan terbang ke tempat kehidupannya.
Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)) yaitu dengan penuh ketaatan. Mereka mnejadikannya sebagai haal dari kata “As-salikah”. Ibnu Zaid berkata bahwa itu seperti firman Allah SWT: (Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan (72)) (Surah Yasin) Dia berkata, tidakkah kamu melihat bahwa orang-orang memin­dahkan lebah-lebah itu dengan sarangnya dari suatu negeri ke negeri lain, dan lebah-lebah itu selalu mengikuti mereka. Pendapat pertama adalah pendapat yang paling jelas, yaitu bahwa itu menjadi haal dari kata “Ath-Thariq”. Maka tempuhlah jalan yang telah dimudahkan bagimu. Pendapat ini dinaskan oleh Mujahid.
Ibnu Jarir berkata bahwa kedua pendapat itu benar.
Firman Allah SWT: (Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu, ada yang putih, kuning, merah, dan warna-warna lain yang indah sesuai dengan tempat peternakan dan makanannya. Firman Allah (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu di dalam madu terdapat obat bagi manusia yaitu obat bagi mereka. Salah satu ulama yang berbicara tentang pengobatan Nabi berkata bahwa seandainya dia berkata ayat ini menyebutkan obat bagi manusia, tentulah madu menjadi obat untuk setiap penyakit. Akan tetapi, Allah berfirman (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu menyembuhkan setiap orang dari penyakit-penyakit karena kedinginan. Sesungguhnya madu itu panas, dan sesuatu itu diobati dengan lawannya.
Dalil yang menunjukkan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) adalah madu yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam hadits sahih keduanya dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa seorang laki laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata,"Sesungguhnya saudara laki-lakiku terkena penyakit perut" Lalu Nabi SAW bersabda, "Berilah minum madu." Lalu laki-laki itu pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. Kemudian dia kembali dan berkata,"Wahai Rasulullah, saya telah memberinya minum madu, tetapi tiada membawa kebaikan melainkan bertambah parah" Rasulullah SAW bersabda,"Pergilah dan berilah dia minum madu" Lalu dia pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. Kemudian dia kembali lagi dan berkata,"Wahai Rasulullah, tidak ada kemajuan, melainkan bertambah parah" Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Maha Benar Allah dan dustalah perut saudaramu itu. Pulanglah dan berilah dia minum madu lagi!" Maka laki-laki itu pergi dan memberi minum madu saudaranya, maka sembuhlah saudaranya itu.
Firman Allah: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan) yaitu sesungguhnya ilham Allah kepada serangga yang lemah ini agar menempuh jalan yang telah ditetapkan untuknya seraya memikul tugas menghisap sari buah-buahan, lalu mengumpulkannya dan memprosesnya menjadi lilin dan madu, Itu merupakan sebaik-baik sesuatu (benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan) keagungan Penciptanya yang telah-mengaturnya, menundukkannya, dan yang memperjalankannya. Lalu mereka menjadikannya sebagai dalil bahwa Allah adalah Yang Menciptakan itu, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Mulia, dan Maha Pengasih


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata:
(سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلٗاۚ) subula rabbiki dzululaa : “jalan Rabbmu yang telah dimudahkan bagimu.” Tidak sulit untuk dilalui dan engkau tidak akan tersesat.
(شَرَابٞ) syaraab : “minuman” yaitu madu.
(فِيهِ شِفَآءٞ لِّلنَّاسِۚ) fiihi syifaa`ul linnaas : “di dalamnya redapat obat yag menyembuhkan bagi manusia.” Dari penyakit-penyakit, jika ia menginginkan kesembuhan, atau dicampurkan ke dalam obat-obatan.

Makna ayat:
Firman-Nya “Kemudian makanlah dari segala jenis buah-buahan” Allah mengilhamkan kepada lebah untuk makan dari segala jenis bunga dan tanaman yang mereka temukan. Dan Firman-Nya “Maka tempuhlah jalan yang telah dimudahkan oleh Rabbmu.” Allah mengilhamkan untuk berjalan pada jalan yang telah dimudahkan oleh Allah untuk berpindah tempat mencari sari makanan untuk dibawa pulang menuju sarangnya, ia tidak akan kesulitan atau tersesat karena Allah telah memudahkan dan mengatur jalur untuknya, sehingga ia tidak lupa dan tidak salah jalan. Firman-Nya “Keluar dari perutnya” yaitu perut lebah “minuman” madu yang diminum “warnanya berbeda-beda” putih, merah, dan hitam atau putih kemerah-merahan, dan kekuning-kuningan. Firman-Nya “di dalamnya terdapat kesembuhan” yaitu obat-obatan. Penyebutan ini dalam firman Nya “terdapat kesembuhan” menunjukkan bahwa madu merupakan salah satu bagian pengobatan, dapat dicampur dengan obat yang lain apabila diperlukan. Jika seorang mukmin meminumnya dengan niat kesembuhan, maka ia akan menjadi obat dari segala penyakit tanpa perlu dicampur dengan bahan yang lain. Dalam sebuah hadits shahih, yang ringkasannya, bahwa seseorang mengadu kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengenai perut saudaranya, maka beliau berkata : “Berikan ia madu!” maka ia pun diberi minum madu, lalu ia kembali namun ia tidak melihat hasil darinya, kemudian beliau memerintahkan sebagaimana yang di awal sebanyak tiga kali. Lalu pada yang keempat atau yang ketiga kalinya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mahabenar Allah dan perut saudaramu telah berdusta, berikan ia madu.” Lalu ia pun memberinya minum madu, kemudian sembuh seakan-akan ia terlepas dari kekangan. Firman-Nya “sungguh pada yang demikian” yaitu pada hal yang telah disebutkan berupa pengilhaman Allah serta pengajaran-Nya kepada lebah bagaimana cara membuat madu, kemudian keluar dari perutnya minuman dengan berbagai macam warna yang terdapat kesembuhan di dalamnya bagi manusia. Ini adalah tanda yang jelas akan ilmu Allah, kekuasaan, rahmat, dan hikmah-Nya yang berkonsekuensi seorang hamba hanya beribadah kepada-Nya, serta hanya menjadikan-Nya sesembahan, namun itu semua bagi kaum yang memikirkan sesuatu dengan seksama, maka ia akan mendapat petunjuk menuju apa yang diminta dari mereka berupa agar mereka ingat dan mengambil pelajaran serta bertaubat kepada Pencipta mereka dan menyerahkan diri hanya beribadah kepada-Nya.

Pelajaran dari ayat:
• Penjelasan mengenai pemberian Allah ta’ala kepada para hamba-Nya dengan menyebutkan beberapa rezeki yang diberikan kepada mereka, agar mereka bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat tersebut.
• Penjelasan tanda-tanda kekuasaan Allah ta’ala yang menunjukkan kekuasaan, ilmu, dan hikmah-Nya, seperti menciptakan minuman, makanan, dan obat untuk manusia.
• Keutamaan akal dan fikiran agar dapat berfikir dan memahami.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat An-Nahl ayat 69: Oleh karena itu, kamu (yakni lebah) tidak merasa sulit mencari padang rumput meskipun sukar dilalui, dan kamu tidak akan tersesat jika pulang kembali meskipun perjalananmu jauh karena telah dimudahkan Allah.

Hal ini menunjukkan sempurnanya perhatian dan kelembutan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, tidak ada yang berhak diberikan kecintaan dan ibadah selain Dia.

Untuk memikirkan ciptaan Allah, seperti memikirkan lebah yang kecil tersebut.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nahl Ayat 69

Melanjutkan ilhamnya kepada lebah, Allah berfirman, kemudian makanlah, yakni isaplah, dari segala macam bunga dari buah-buahan pada pepohonan yang besar maupun kecil, lalu tempuhlah jalan yang telah ditentukan oleh tuhan pencipta dan pemelihara-Mu, yang telah dimudahkan bagimu. Dengan izin dan kekuasaan Allah, dari perut lebah itu keluar sejenis minuman yang amat lezat berupa madu yang bermacammacam warna dan rasa-Nya. Di dalamnya terdapat kandungan yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh dan obat yang dapat menyembuhkan bagi beberapa penyakit manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang yang berpikir. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah bahwa dia telah menciptakan kamu, wahai manusia, dari sumber yang satu yaitu tanah sehingga kamu ada dan dapat hidup di dunia ini. Kemudian dengan kekuasaan-Nya pula dia mewafatkanmu dengan berbagai cara dan dalam usia yang berbeda sesuai waktu yang telah ditentukan-Nya. Di antara kamu ada yang dimatikan pada usia muda dan ada pula yang dikembalikan kepada usia yang tua renta, pikun, dan lemah kembali bagaikan bayi, sehingga pada usia itu dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang dulu pernah diketahuinya. Sungguh, Allah maha mengetahui segala sesuatu dan rahasia dari ciptaan-Nya, mahakuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penjabaran dari berbagai ahli tafsir mengenai makna dan arti surat An-Nahl ayat 69 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat untuk kita. Bantu syi'ar kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Cukup Banyak Dilihat

Tersedia ratusan konten yang cukup banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Fatihah, An-Naba, Al-Kafirun, Seribu Dinar, Al-A’la, Adh-Dhuha. Juga Al-Hujurat 13, Yusuf 28, Al-Falaq, Al-Qadr, Do’a Setelah Adzan, Al-Isra 32.

  1. Al-Fatihah
  2. An-Naba
  3. Al-Kafirun
  4. Seribu Dinar
  5. Al-A’la
  6. Adh-Dhuha
  7. Al-Hujurat 13
  8. Yusuf 28
  9. Al-Falaq
  10. Al-Qadr
  11. Do’a Setelah Adzan
  12. Al-Isra 32

Pencarian: surat al maidah ayat 3 dan artinya, suhufi ibrahima wa musa, al baqarah 43, tuliskan ayat dan terjemah qs. al- baqarah (2) : 165 dengan teliti dan benar!, fussilat ayat 30

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: