Surat An-Nahl Ayat 17

أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Arab-Latin: A fa may yakhluqu kamal lā yakhluq, a fa lā tażakkarụn

Artinya: Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.

« An-Nahl 16An-Nahl 18 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Berkaitan Surat An-Nahl Ayat 17

Paragraf di atas merupakan Surat An-Nahl Ayat 17 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam tafsir berharga dari ayat ini. Didapatkan beragam penafsiran dari banyak mufassirun terkait kandungan surat An-Nahl ayat 17, misalnya sebagaimana tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Apakah pantas kalian menjadikan Allah yang menciptakan segala sesuatu ini dan obyek-obyek ciptaan lainnya dalam keberhakan untuk diibadahi berkedudukan sama dengan tuhan-tuhan fiktif yang tidak menciptakan apapun? tidakah kalian mengingat keagungan Allah, lalu kalian mengesakanNya dalam peribadahan?


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

17. Allah mengingkari dan mengolok orang-orang musyrik: “Apakah kalian menyamakan antara yang menciptakan makhluk-makhluk yang agung ini dengan tuhan-tuhan yang kalian anggap itu yang tidak dapat menciptakan sesuatu? Apakah kalian tidak mengingat kuasa Allah sehingga kalian mendapat beriman kepada-Nya?”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

17. Apakah yang menciptakan benda-benda ini dan lainnya sama dengan sembahan-sembahan yang tidak menciptakan suatu apa pun? Apakah kalian tidak merenungkan keagungan Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dan mengesakan-Nya dengan beribadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun?


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

17. أَفَمَن يَخْلُقُ (Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu)
Yakni yang menciptakan makhluk-makhluk yang agung itu dan melakukan hal-hal menakjubkan ini.

كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ( sama dengan yang tidak dapat menciptakan)
Yakni yang tidak dapat menciptakan sama sekali meski hanya satu ciptaan saja.
Yang dimaksud adalah berhala-berhala.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

17. Maka apakah Allah yang telah menciptakan itu semua lalu pantas disamakan dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa yaitu para berhala?. Lalu mengapa kamu tetap tidak mau mengingat kuasa Allah dan juga mengambil pelajaran, sehingga kamu memahami sifat wujud-Nya dan kekuasaan-Nya sehingga kamu menjadi beriman? Artinya bahwa jangan disamakan antara kekuasaan Allah untuk menciptakan berbagai makhluk dengan berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa meskipun hanya kecil


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Maka apakah yang bisa menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan, Apakah kalian tidak mengambil pelajaran


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

17. setelah Allah menyampaikan tentang makhluk makhluk ciptaanNYa yang besar dan kenikatan kenikmatan yang Allah limpahkan, maka Dia menyebutkan bahwa tidak ada satupun mahkluk yang menyerupaiNya, tiada padanan dan tandingan bagiNYa. Dia berfirman ”maka apakah (Allah) yang menciptakan” seluruh mahkluk ciptaan, dan Dia mahakuasa melaksnakan apa yang dikehendakiNya” sama dengan yang tidak dapat menciptakan” apapun, sedikit maupun banyak. ”maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran” sehingga kalianpun menyadari bahwa satu satunya Dzat yang menciptakan itu adalah Dzat yang paling berhak menerima seluruh ibadah. Sebagaimana halnya Alllah Maha Esa dalam penciptaan dan pengaturan, maka Dia juga Maha Esa dalam penyembahan, pengesaan, dan peribadahan. Seperti halnya, Dia tidak memiliki sekutu, saat menciptakan kalian dan orang lainnya, maka jangan sekali kali kalian menjadikan tandingan tandingan bagiNya dalam peribadahan kepadaNya. bahkan, murnikanlah ibadah bagiNya semata.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 14-18
Allah SWT memberitahukan tentang penundukan laut yang luas dengan ombaknya yang gemuruh. Allah menyebutkan karunia­Nya kepada hamba-hambaNya dengan menundukkan laut untuk mereka sehingga mereka bisa melewatinya dengan menaiki kapal. Dia menciptakan padanya ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, lalu menghalalkannya bagi hamba-hambaNya untuk dimakan dagingnya, baik dalam keadaan hidup maupun mati, baik dalam keadaan tidak ihram maupun ihram. Allah menciptakan padanya mutiara-mutiara dan perhiasan yang berharga, serta memudahkan bagi hamba-hambaNya dalam mengeluarkannya dari tempatnya untuk perhiasan yang mereka pakai. Allah menundukkan laut untuk mengangkut bahtera-bahtera yang membelah jalan melaluinya.
Dikatakan, yaitu membelah angin, kedua makna ini benar. dengan anjungannya, yaitu bagian depan bahtera yang bangunannya agak tinggi, yang telah ditunjukkan Allah kepada hamba-hambaNya dalam pembangunannya melalui jejak kakek moyang mereka, yaitu nabi Nuh, yaitu orang pertama yang menaiki bahtera. dia memiliki pengajaran dalam membangun bahtera, Kemudian manusia mengambil pelajaran ini masa demi masa, generasi demi generasi, dimana mereka menaiki bahtera dari wilayah ke wilayah, dari negeri ke negeri, dan dari daerah ke daerah lain untuk memindahkan barang dari sana ke sini, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan supaya kalian mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan supaya kalian bersyukur) yaitu nikmat-nikmat dan kebaikan Nya.
Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang bumi dan sesuatu yang Dia tancapkan untuk meneguhkannya dan tidak berguncang, berupa gunung-gunung yang menjulang tinggi dan kokoh yakni mengguncangkan apa yang ada di permukaannya berupa hewan sehingga tidak akan tenang bagi mereka dalam mencari penghidupan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh (32) (Surah An-Nazi'at)
Firman Allah: (dan (Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan) yaitu,Dia menciptakan padanya sungai-sungai yang mengalir dari suatu tempat ke tempat lain sebagai rezeki untuk hamba-hambaNya. Sungai itu bersumber dari suatu tempat dan menjadi rezeki bagi orang yang ada di tempat lain. Sungai menempuh berbagai kawasan dan daerah melalui hutan-hutan, padang pasir, dan membelah bukit-bukit dan lembah-lembah, sampai pada suatu negeri yang sungai itu ditundukkan untuk penduduknya yaitu alirannya mengalir di bumi ke arah kanan dan kiri, selatan dan utara, timur dan barat, kecil dan besar alirannya, ada lembah yang diairi dalam suatu waktu, dan di waktu lain tidak diairi, ada yang dari sumber menuju muaranya, ada yang kuat dan lemahnya arusnya sesuai apa yang Dia kehendaki, takdirkan, dan tundukkan. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. Demikian juga DIa menjadikan padanya jalan-jalan yang dapat dilalui dari suatu negeri ke negeri lain, sehingga ada jalan yang membelah gunung, sebagai jalan yang dapat dilalui, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas) (Surah Al-Anbiya: 31)
Firman Allah: (dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan)) yaitu dalil-dalil berupa gunung-gunung yang besar, bukit-bukit yang kecil, dan hal lain yang serupa yang dijadikan para musafir sebagai petunjuk mereka dalam perjalanannya baik di darat maupun di laut ketika mereka tersesat di jalan.
Firman Allah: (Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk) yaitu kegelapan malam,
Kemudian Allah SWT mengingatkan kebesaran Dzat­Nya bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Dia, bukan hal lainnya berupa berhala-berhala itu yang tidak bisa membuat apa pun, bahkan mereka dibuat. Oleh karena itu ALlah berfirman: (Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran (17)) Kemudian Allah mengingatkan mereka atas banyaknya nikmat-nikmat dan kebaikanNya kepada mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (18)) yaitu memaafkan kalian. Sekiranya kalian dituntut untuk mensyukuri semua nikmatNya, maka kalian tidak mampu melakukannya, dan seandainya kalian diperintahkan untuk itu, maka kalian lemah dan meninggalkannya. Seandainya Dia mengazab kalian, maka Dia mengazab kalian tanpa berbuat zalim terhadap kalian. Akan tetapi, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan bahkan kecil.
Ibnu Jarir berkata, Allah berfirman, sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun atas apa yang ada pada kalian berupa kurangnya bersyukur kepadaNya atas sebagian hal itu jika kalian bertaubat dan kembali kepadaNya dengan melakukan ketaatan kepadaNya serta menempuh jalan yang Dia ridhai. dan Maha Penyayang kepada kalian, Dia tidak mengazab kalian setelah kalian kembali dan bertaubat.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna ayat:
Firman-Nya pada ayat (17) : “Apakah yang menciptakan sama dengan yang tidak menciptakan? Apakah mereka tidak ingat?” Ini adalah celaan yang sangat besar bagi mereka orang-orang yang terus menerus menyembah berhala dan membelanya, apakah peribadatan kepada yang telah menciptakan, memberikan rizki, serta mengatur kehidupan manusia, yaitu Allah Rabb semesta alam, sama dengan peribadatan kepada yang tidak menciptakan sesuatupun, memberikan rizki, atau mengatur? Apakah orang yang berakal akan menyamakan antara Dzat Yang Maha Hidup dan Menghidupkan, yang melakukan apapun yang Dia kehendaki, yang memberikan kehidupan seluruhnya, dengan batu-batuan dan berhala? Oleh karena itu ayat ini ditutup dengan Firman-Nya “apakah kalian tidak ingat?” agar kalian ingat dan mengetahui bahwa peribadahan kepada berhala adalah batil, dan beibadah hanya kepada Allah adalah kebenaran, maka bertaubatlah kalian kepada Rabb kalian, berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab.

Pelajaran dari ayat:
• Perbandingan antara Dzat Yang Maha Hidup, Maha Pencipta, dan Maha Mengetahui dengan berhala-berhala yang mati lagi diciptakan, untuk menegaskan kebatilan peribadatan kepada selain Allah ta’ala, karena yang menciptakan tidak sama dengan yang tidak menciptakan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat An-Nahl ayat 17: Setelah Allah Ta’ala menyebutkan ciptaan-Nya dan menyebutkan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya, Allah menyebutkan bahwa tidak ada yang serupa dan sebanding dengan-Nya.

Seperti halnya patung-patung.

Sehingga kamu dapat menyadari bahwa yang menciptakan itulah yang berhak untuk diibadati.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nahl Ayat 17

Usai menyebut berbagai nikmat dan bukti kekuasaan-Nya di alam semesta, Allah lalu menanyai manusia, maka, wahai kaum kafir, apakah Allah yang menciptakan semua itu dengan kekuasaan-Nya sama keadaan dan kedudukannya dengan sesembahanmu yang tidak dapat menciptakan apa pun' tentu tidak sama! mengapa kamu tidak mau mengambil pelajaran dari apa yang kamu saksikan di alam raya ini'begitu banyak nikmat dan karunia yang Allah anugerahkan kepada kalian, baik di langit, darat, air, maupun dalam diri manusia; semua demi kemaslahatan dan kebaikan manusia. Dan jika kamu, wahai manusia, berkumpul dan bersama-sama memakai alat-alat tercanggih sekalipun untuk menghitung nikmat Allah kepada kalian, niscaya kamu sam-pai kapan pun tidak akan mampu menghitung jumlah-Nya. Sungguh, Allah benar-benar maha pengampun atas kesalahan-kesalahanmu, maha penyayang kepadamu sehingga dia tidak memutus nikmat-Nya kepadamu meski kamu mendurhakai dan mengingkari-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penjabaran dari beragam pakar tafsir berkaitan isi dan arti surat An-Nahl ayat 17 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk kita bersama. Support dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Banyak Dikaji

Tersedia ratusan halaman yang paling banyak dikaji, seperti surat/ayat: Maryam, An-Naas, Al-Ma’idah 32, Al-Hujurat 10, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, Al-Fatihah 6. Ada pula Yasin 9, ‘Abasa, Luqman 13, Al-Baqarah 285-286, Al-Lail, At-Taubah 40.

  1. Maryam
  2. An-Naas
  3. Al-Ma’idah 32
  4. Al-Hujurat 10
  5. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  6. Al-Fatihah 6
  7. Yasin 9
  8. ‘Abasa
  9. Luqman 13
  10. Al-Baqarah 285-286
  11. Al-Lail
  12. At-Taubah 40

Pencarian: qs ar rahman ayat 13, al baqarah ayat 52, ad dhuha ayat 4, wa dhuha, yadkhuluna artinya

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: