Ayat Tentang Taubat

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Arab-Latin: innamat-taubatu 'alallāhi lillażīna ya'malụnas-sū`a bijahālatin ṡumma yatụbụna ming qarībin fa ulā`ika yatụbullāhu 'alaihim, wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā

Terjemah Arti: Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Ayat Tentang Taubat

Sesungguhnya Allah hanyalah menerima taubat dari orang-orang yang mengerjakan maksiat-maksiat dan dosa-dosa lantaran ketidaktahuan mereka terhadap akibatnya dan potensinya mendatangkan kemurkaan Allah maka tiap orang yang bermaksiat kepada Allah,tanpa sengaja, atau tidak disengaja, orang itu adalah orang yang jahil(bodoh) berdasarkan pertimbangan ini, meskipun dia mengerti bahwa hal itu diharamkan. Kemudian mereka kembali kepada tuhan mereka degan penyesalan dan ketaatan sebelum menyaksikan datangnya kematian dengan jelas, maka mereka itu adalah orang-orang yang Allah menerima taubat mereka. Dan Allah maha mengetahui hamba-hambaNYA, juga Maha bijaksana dalam pengaturan dan ketetapan takdirNYA.Pelajaran dari ayat : • Taubat yang disukai Allah adalah taubanya orang yang berbuat dosa karena kebodohannya, bukan karena dia mengetahui tanpa pula dengan terus menerus lalu bertaubat dengan segera. (Tafsir al-Muyassar)

Sesungguhnya Allah hanya menerima taubat dari orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat karena ketidaktahuan mereka akan akibat dan dampak buruknya. Ini adalah kondisi yang ada pada diri semua orang yang berbuat dosa, baik sengaja maupun tidak sengaja. Kemudian mereka kembali ke jalan Rabb mereka sebelum ajal menjemput mereka. Mereka itulah yang akan diterima taubatnya oleh Allah dan diampuni kesalahannya. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan makhluk-Nya lagi Maha Bijaksana dalam menetapkan takdir dan syariat-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Sesungguhnya penerimaan taubat dari Allah itu merupakan pemberian anugerah dan kebaikan bagi para pelaku maksiat yang melakukan kemaksiatan dengan sembrono ketika syahwatnya meluap-luap, kemudian mereka bertaubat dari perbuatan buruk mereka dalam waktu dekat, yaitu langsung bertaubat setelah berdosa atau sebelum mati. Al-Jahalah adalah kebodohan dan ketololan. Mereka itu diterima taubatnya oleh Allah. Dan Allah itu Maha Mengetahui kelemahan manusia di hadapan syahwatnya sendiri dan keseriusannya dalam bertaubat, dan Maha Bijaksana dalam tindakanNya dan penerimaan taubatNya bagi orang yang lemah. (Tafsir al-Wajiz)

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللهِ (Sesungguhnya taubat di sisi Allah) Yakni yang wajib bagi Allah, yang Allah wajibkan atas diri-Nya untuk menerima taubat mereka.للذين يعملون السوء (bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan) Yakni kemaksiatan.بِجَهٰلَةٍ(lantaran kejahilan) Yakni yang mengerjakannya dan ia tidak paham (jahil) akan kebesaran Allah. Ibnu Abbas berkata: semua yang melakukan kemaksiatan adalah jahil, karena kejahilannya maka ia bermaksiat.ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ(yang kemudian mereka bertaubat dengan segera) Rasulullah bersabda: sesungguhnya Allah masih menerima taubat hamba-Nya selama nyawanya belum sampai di kerongkongan. (Zubdatut Tafsir)