Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Tentang Toleransi

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Arab-Latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud

Terjemah Arti: dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Kalian juga tidak akan pernah menyembah apa yang aku sembah,” Ayat ini turun berkaitan dengan orang orang musyrik tertentu yang Allah telah mengetahui bahwa mereka tidak akan beriman selamanya, (Tafsir al-Muyassar)

5. Dan kalian bukanlah penyembah Tuhanku di waktu yang sama ketika Aku menyembahNya. Kalian tidak beribadah sesuai peribadatanku yang benar. (Tafsir al-Wajiz)

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

lakum dīnukum wa liya dīn

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

Bagi kalian agama kalian yang kalian bersikukuh mempertahankannya, dan bagiku agamaku yang aku tidak akan mencari selainnya. (Tafsir al-Muyassar)

6. Bagi kalianlah agama kalian, yaitu kemusyrikan yang kalian yakini. Dan bagiku agamaku yaitu tauhid dan Islam yang Aku yakini dan tidak akan Aku ingkari. Kesimpulannya yaitu bahwa Tuhan yang kita sembah tidak sama, dan peribadatan kita juga tidak sama. Bagi kalian agama kalian dan kalian bertanggung jawab atas hal itu, dan bagiku agamaku dan aku bertanggung jawab atas hal itu. (Tafsir al-Wajiz)

وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

wa mā ẓannullażīna yaftarụna 'alallāhil-każiba yaumal-qiyāmah, innallāha lażụ faḍlin 'alan-nāsi wa lākinna akṡarahum lā yasykurụn

Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).

Dan apakah prasangka orang-orang yang mengada-adakan kedustaan atas nama Allah pada hari perhitungan amal,dimana mereka menambahkan kepadanya pengharaman apa yang tidak Allah haramkan dari macam-macam rizki dan bahan makanan sehari-hari, tentang apa yang akan diperbuat Allah terhadap mereka pada hari kiamat akibat kedustaan dan kebohongan mereka terhadap Allah? apakah mereka mengira bahwa Dia sesungguhnya akan meberikan toleransi dan mengampuni mereka? sesungguhnya Allah memiliki karunia atas makhlukNya; dengan tidak menyegerakan hukuman bagi orang yang mengadakan kedustaan atas namaNya di dunia dan menangguhkan waktu baginya. Akan tetapi,kebanyakan orang tidak bersyukur kepada Allah atas kemurahanNya pada mereka dengan memberikan semua itu. (Tafsir al-Muyassar)

Dan apakah prasangka orang-orang yang mengada-adakan kedustaan atas nama Allah pada hari perhitungan amal,dimana mereka menambahkan kepadanya pengharaman apa yang tidak Allah haramkan dari macam-macam rizki dan bahan makanan sehari-hari, tentang apa yang akan diperbuat Allah terhadap mereka pada hari kiamat akibat kedustaan dan kebohongan mereka terhadap Allah? apakah mereka mengira bahwa Dia sesungguhnya akan meberikan toleransi dan mengampuni mereka? sesungguhnya Allah memiliki karunia atas makhlukNya; dengan tidak menyegerakan hukuman bagi orang yang mengadakan kedustaan atas namaNya di dunia dan menangguhkan waktu baginya. Akan tetapi,kebanyakan orang tidak bersyukur kepada Allah atas kemurahanNya pada mereka dengan memberikan semua itu. (Zubdatut Tafsir)

60 Apa sebenarnya yang diduga oleh orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya (Tafsir al-Wajiz)

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

lā yan-hākumullāhu 'anillażīna lam yuqātilụkum fid-dīni wa lam yukhrijụkum min diyārikum an tabarrụhum wa tuqsiṭū ilaihim, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

8. Allah tidak melarang kalian (wahai orang-orang beriman) untuk menghormati dan berlaku adil dengan berbuat baik dan melakukan kebajikan kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kalian disebabkan oleh agama dan mereka tidak mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil dalam perkataan dan perbuatan mereka. (Tafsir al-Muyassar)

8. Allah tidak akan melarang kalian untuk berbuat baik kepada orang-orang yang tidak memerangi agama kalian dan tidak mengusir kalian dari kampong halaman kalian. Kalian diperbolehkan bersilaturrahim dengan mereka atau saling mengasihi sesama tetangga. Allah juga tidak melarang kalian memperlakukan mereka dengan adil. Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil dan membersihkan jiwa mereka. Maksudnya adalah Allah tidak melarang untuk mencintai mereka dan memperlakukan mereka dengan adil. (Tafsir al-Wajiz)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumul-qiṣāṣu fil-qatlā, al-ḥurru bil-ḥurri wal-'abdu bil-'abdi wal-unṡā bil-unṡā, fa man 'ufiya lahụ min akhīhi syai`un fattibā'um bil-ma'rụfi wa adā`un ilaihi bi`iḥsān, żālika takhfīfum mir rabbikum wa raḥmah, fa mani'tadā ba'da żālika fa lahụ 'ażābun alīm

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul Nya, serta mengerjakan amal sesuai dengan syariat Nya, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk memberlakukan hukum qisas terhadap pembunuhan dengan sengaja membunuh, dengan syarat adanya kesetaraan dan persamaan status; yaitu orang merdeka dibunuh dengan orang merdeka, hamba sahaya dibunuh dengan hamba sahaya, dan wanita dibunuh dengan wanita. Maka barangsiapa mendapatkan toleransi dari wali yang terbunuh dengan pemberian pengampunan dari hukum qisas,  dan mau menerima dengan cukup mengambil diyatnya (nominal uang tertentu yang dibayarkan oleh pelaku pembunuhan sebagai pengganti atas pengampunan bagi dirinya) maka hendaknya kedua belah pihak tetap berkomitmen untuk berlaku baik, maka wali korban meminta diyat tanpa kekerasan, dan sang pembunuh membayarkan diatnya kepada wali korban dengan baik,tanpa penundaan dan pengurangan. Pemberian maaf beserta pengambilan diyat itu merupakan bentuk keringanan dari Tuhan kalian dan rahmat terhadap kalian, dimana didalamnya ada unsur kemudahan dan kemanfaatan yang dicapai. Maka barangsiapa yang  membunuh si pelaku pembunuhan setelah dimaafkan dan mengambil diyatnya, maka baginya siksaan yang pedih dengan dibunuh sebagian hukum qishash di dunia atau dengan api neraka di akhirat kelak. (Tafsir al-Muyassar)

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul Nya, serta mengerjakan amal sesuai dengan syariat Nya, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk memberlakukan hukum qisas terhadap pembunuhan dengan sengaja membunuh, dengan syarat adanya kesetaraan dan persamaan status; yaitu orang merdeka dibunuh dengan orang merdeka, hamba sahaya dibunuh dengan hamba sahaya, dan wanita dibunuh dengan wanita. Maka barangsiapa mendapatkan toleransi dari wali yang terbunuh dengan pemberian pengampunan dari hukum qisas,  dan mau menerima dengan cukup mengambil diyatnya (nominal uang tertentu yang dibayarkan oleh pelaku pembunuhan sebagai pengganti atas pengampunan bagi dirinya) maka hendaknya kedua belah pihak tetap berkomitmen untuk berlaku baik, maka wali korban meminta diyat tanpa kekerasan, dan sang pembunuh membayarkan diatnya kepada wali korban dengan baik,tanpa penundaan dan pengurangan. Pemberian maaf beserta pengambilan diyat itu merupakan bentuk keringanan dari Tuhan kalian dan rahmat terhadap kalian, dimana didalamnya ada unsur kemudahan dan kemanfaatan yang dicapai. Maka barangsiapa yang  membunuh si pelaku pembunuhan setelah dimaafkan dan mengambil diyatnya, maka baginya siksaan yang pedih dengan dibunuh sebagian hukum qishash di dunia atau dengan api neraka di akhirat kelak. (Zubdatut Tafsir)

الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

allażīna yaj'alụna ma'allāhi ilāhan ākhar, fa saufa ya'lamụn

(Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).

95-96. Sesungguhnya Kami telah memelihara kamu dari orang-orang yang mengolok-ngolok lagi menertawakanmu, dari para pembesar suku quraisy yang mengadakan sekutu bersama Allah dari patung-patung dan lainnya. Maka mereka akan mengetahui kesudahan nasib mereka di dunia dan di akhirat. (Tafsir al-Muyassar)

95-96. Sesungguhnya Kami telah memelihara kamu dari orang-orang yang mengolok-ngolok lagi menertawakanmu, dari para pembesar suku quraisy yang mengadakan sekutu bersama Allah dari patung-patung dan lainnya. Maka mereka akan mengetahui kesudahan nasib mereka di dunia dan di akhirat. (Zubdatut Tafsir)

96. Mereka pengolok-olok adalah orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain selain Allah; maka mereka kelak akan mengetahui akibat-akibatnya baik di dunia maupun di akhirat. Ayat ini turun untuk para pengolok Nabi yang bermain mata atas olokan itu, ini adalah janji untuk mereka untuk balasan di akhirat atas olok-olok dan kesyirikan (Tafsir al-Wajiz)

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

allażīna ukhrijụ min diyārihim bigairi ḥaqqin illā ay yaqụlụ rabbunallāh, walau lā daf'ullāhin-nāsa ba'ḍahum biba'ḍil lahuddimat ṣawāmi'u wa biya'uw wa ṣalawātuw wa masājidu yużkaru fīhasmullāhi kaṡīrā, wa layanṣurannallāhu may yanṣuruh, innallāha laqawiyyun 'azīz

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,

Yaitu, orang-orang yang terpaksa keluar meninggalkan kampung halaman mereka, bukan karena sesuatu (kesalahan) yang mereka perbuat selain karena mereka memeluk agama Islam dan mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah semata.” Seandainya bukan karena ketetapan yang sudah Allah syariatkan, untuk menolak kezhaliman yang mengambil manfaat darinya oleh setiap pengikut agama yang diturunkan dan menolak kebatilan dengan jihad yang dizinkan pastilah kebenaran akan terpecundangi pada setiap ummat, dan tentulah bumi akan rusak, dan robohlah tempat-tempat ibadah di muka bumi, seperti biara-biara para rahib, gereja-gereja umat Nasrani dan tempat-tempat penyembahan kaum Yahudi, serta masjid-masjid yang kaum Muslimin mengerjakan shalat di dalamnya dan mengingat Nama Allah di sana dengan sebanyak-banyaknya. Barangsiapa bersungguh-sungguh untuk membela agama Allah, maka sesungguhnya Allah menjadi penolongnya terhadap musuhnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak terkalahkan, lagi Mahaperkasa, yang tidak dapat terjamah; Dia telah menundukkan semua makhluk dan menggenggam ubun-ubun mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Yaitu, orang-orang yang terpaksa keluar meninggalkan kampung halaman mereka, bukan karena sesuatu (kesalahan) yang mereka perbuat selain karena mereka memeluk agama Islam dan mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah semata.” Seandainya bukan karena ketetapan yang sudah Allah syariatkan, untuk menolak kezhaliman yang mengambil manfaat darinya oleh setiap pengikut agama yang diturunkan dan menolak kebatilan dengan jihad yang dizinkan pastilah kebenaran akan terpecundangi pada setiap ummat, dan tentulah bumi akan rusak, dan robohlah tempat-tempat ibadah di muka bumi, seperti biara-biara para rahib, gereja-gereja umat Nasrani dan tempat-tempat penyembahan kaum Yahudi, serta masjid-masjid yang kaum Muslimin mengerjakan shalat di dalamnya dan mengingat Nama Allah di sana dengan sebanyak-banyaknya. Barangsiapa bersungguh-sungguh untuk membela agama Allah, maka sesungguhnya Allah menjadi penolongnya terhadap musuhnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak terkalahkan, lagi Mahaperkasa, yang tidak dapat terjamah; Dia telah menundukkan semua makhluk dan menggenggam ubun-ubun mereka. (Zubdatut Tafsir)

40. Orang yang diizinkan untuk berperang adalah orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka Makkah dan diambil harta mereka tanpa alasan yang benar, karena mereka tidak berbuat kesalahan apapun. Namun mereka diusir karena mengatakan: "Tuhan kami hanyalah Allah. Dan sekiranya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia kepada yang lain, maka pasti biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, orang muslim yang di dalamnya banyak disebut nama Allah telah dirobohkan. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa, Maha tidak terkalahkan dan tidak bisa terkalahkan (Tafsir al-Wajiz)

۞ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً ۚ وَاللَّهُ قَدِيرٌ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

'asallāhu ay yaj'ala bainakum wa bainallażīna 'ādaitum min-hum mawaddah, wallāhu qadīrun, wallāhu gafụrur raḥīm

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

7. Semoga Allah menjadikan di antara kalian (wahai orang-orang beriman) dengan orang-orang yang kalian musuhi dari para kerabat kalian yang musyrik kecintaan sesudah kebencian, kasih sayang sesudah permusuhan dengan membuat dada mereka lapang menerima Islam. Allah Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya, juga Maha Penyayang kepada mereka. (Tafsir al-Muyassar)

7. Mudah-mudahan Allah menumbuhkan cinta diantara kalian wahai orang mukmin dengan orang musyrik. Barangkali dengan begitu mereka hendak masuk Islam dan menjadi saudara seiman kalian.Allah maha kuasa untuk membalikkan hati dan menancapkan hidayah menuju keimanan. Allah Maha Luas dalam memberi ampunan bagi siapa saja yang bertaubat, dan pengasih kepada orang-orang yang beriman. Ketika turun ayat sebelumnya, orang-orang mukmin mengajak para kerabatnya uyang musyrik kepada Allah. Maka Allah menurunkan ayat Mudah-mudahan Allah….. kemudian mereka melaksanakan perintah itu dan berimanlah sebagian besar kerabat mereka yang musyrik. Sehingga mereka menjadi sahabat atau kekasih mereka, dan mereka hidup berdampingan (Tafsir al-Wajiz)

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

khużil-'afwa wa`mur bil-'urfi wa a'riḍ 'anil-jāhilīn

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Terimalah (wahai rasul kamu juga umatmu), apa yang berlebih dari perilaku-perilaku manusia dan tindak-tanduk mereka, dan janganlah kamu menuntut dari mereka hal-hal yang memberatkan mereka agar mereka tidak menjauh. Dan perintahlah (orang) untuk bertutur kata yang baik dan perbuatan yang indah, dan berpalinglah dari setiap penentangan orang-orang yang bodoh dan duduk-duduk bersama orang-orang bodoh lagi dungu. (Tafsir al-Muyassar)

Terimalah (wahai rasul kamu juga umatmu), apa yang berlebih dari perilaku-perilaku manusia dan tindak-tanduk mereka, dan janganlah kamu menuntut dari mereka hal-hal yang memberatkan mereka agar mereka tidak menjauh. Dan perintahlah (orang) untuk bertutur kata yang baik dan perbuatan yang indah, dan berpalinglah dari setiap penentangan orang-orang yang bodoh dan duduk-duduk bersama orang-orang bodoh lagi dungu. (Zubdatut Tafsir)

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

innamā yan-hākumullāhu 'anillażīna qātalụkum fid-dīni wa akhrajụkum min diyārikum wa ẓāharụ 'alā ikhrājikum an tawallauhum, wa may yatawallahum fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kalian memberikan loyalitas, dukungan dan kaish sayang kepada orang-orang kafir yang memerangi kalian disebabkan oleh agama, mengusir kalian dari negeri kalian, dan membantu orang-orang kafir untuk mengusir kalian, dan barangsiapa mengangkat mereka sebagai penolong-penolong dan rekan-rekan dekat atas orang-orang beriman, maka mereka adalah orang-orang yang zholim terhadap diri mereka sendiri, yang keluar dari batasan-batasan Allah. (Tafsir al-Muyassar)

9. Allah hanya melarang kalian wahai orang mukmin untuk berbuat baik kepada orang-orang yang memerangi agama kalian dan mereka yang mengusir kalian dari kampong halaman. Mereka adalah para pembesar kafir Quraiys. Kalian dilarang untuk memberi pertolongan kepada mereka yang telah mengusir kalian dari kampung halaman kalian, yaitu semua penduduk Makkah dan sekutu mereka. Jangan kalian jadikan mereka penolong dan sekutu kalian. Barang siapa yang tetap begitu maka mereka adalah orang yang mendholimi diri mereka sendiri dengan memusuhi Allah, rasul-Nya dan kitab suci Alquran (Tafsir al-Wajiz)

Related: Sepuluh (10) Ayat Pertama Surat al-Kahfi Arab-Latin, Ayat Tentang Nikah Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ayat Tentang Dakwah, Terjemahan Tafsir Ayat Tentang Kepemimpinan, Isi Kandungan Ayat Tentang Isra’ Mi’raj, Makna Ayat Tentang Akhlak

Category: Tafsir Topik

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Tentang Toleransi Surat Apabbesetta Bunyinya Yang Menjelaskan Tentang Toleransi